Linimasa

Thursday, October 31, 2013

Wajah Muram di Awal Senja

Wajah muram akan menemukan waktu yang lebih baik.
Setiap manusia pasti pernah memperoleh hasil dengan nilai yang buruk.
Tak ada sempurna.
Hangat sapamu menciptakan banyak rasa.
Tak ada yang tertinggal disana, kusambut pelukmu disini.
Kita tak boleh lemah dan lelah menutup segala perdebatan di awal senja.

Wednesday, October 30, 2013

Aku Benci Media

Judul di atas adalah sebuah ungkapan spontan dari orang terdekatku. Tanpa perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, aku ikut prihatin. Dunia hiburan memang memiliki beragam fenomena. Aku hanya bersyukur pekerjaanku saat ini bukan membicarakan hal pribadi orang terlalu jauh. Namun sebatas kegiatan musik dan orang yang berperan. Tuhan, jangan biarkan mereka mempermalukan keluargaku!

Monday, October 28, 2013

Bangku Merah

Popcorn yang menyisa di gigi sepulang dari menghadap layar lebar tadi malam ini ternyata tidak menyakitkan.
Aku hanya percaya bahwa apa saja yang kutakuti harus kuhadapi, dan tetap kucintai.

Sunday, October 27, 2013

Selamat Tidur Menyebalkan

Sabtu malam yang terbilang cukup menyebalkan. Waktu memang tak pernah sama. Selamat tidur.

Saturday, October 26, 2013

Kuat Bahagia

Sebatang rokok dan segelas kopi. Aku seakan harus punya ide ketika berada di halaman ini. Padahal hanya tulisan seputar suka, duka, curahan hati atau bisa jadi tidak pernah kualami. 

Beberapa hari ini cinta sulit kumengerti walau masih kupercaya bahwasanya ia ada. Aku tak berdaya untuk melakukan hal yang lebih banyak. Monoton sebutmu. Kadang aku juga gelisah memikirkan salahku yang entah apa salah. 

Aku tak ingin cepat mengantuk. Tapi obat yang harusnya kuminum pun habis. Tidur semalaman gelisah karena sakit. Tubuhku mudah diatur, pikiranku setengah berantakan, hatiku pada tempatnya.

Cerita punya angka, huruf, serta do'a. Semoga aku kuat bahagia.



Friday, October 25, 2013

Siang Tanpa Bintang

Selamat siang puisi-puisi cinta. Tangan kiri dan kanan tak mampu bersuara. Hujan lebih banyak bicara membasahi tanah yang lama tak berkeringat. Cinta tak pernah tua, terbuatlah puisi di hati terdalam. Goresan luka terhapus dan bersahaja ketika awan membiru. Tak ada bintang menuju senja, mungkin malam adalah suasana yang tepat bagi bulan terang. Semua indah sayang, semuanya. Airmata tersimpan rapih di balik kursi tua, sofa baru tak mampu menggantikan aku. Sadarlah tentang separuh masa yang hilang, karena aku terbaik!

Tentang Saling Mencintai

Kemarin ayah bilang, cintailah Allah S.W.T. bukan saling mencintai, semacam itu yang kudengar, ayah menyuruh anak lelakinya tidak terpaku pada cinta, atau menuhankan calon istri. 

Sementara aku masih sibuk mencari kalimat yang tepat untuk puisi baru bertema cinta. Kadang yang kupikirkan adalah bagian terburuk, lapisan yang tak pernah mempunyai garis, bertumpuk, dan tidak runcing. 

Romantika tak senada dengan langit yang sama. 

Rayakan Siap

Siap menjalani hidup yang baru ternyata dapat menimbulkan kegelisahan. Apalagi orang yang tak pernah siap? 

Hidup ternyata tak melulu berada di titik yang nyaman. Aku melihat banyak makna yang tersirat dari wajah orang terdekatku yang sedang termenung menyambut hari baiknya. 

Jum'at biasanya ia gunakan untuk kesibukkan kerja. Namun tidak untuk 25 Oktober ini. Semua dipersiapkan ibu penuh cinta. Yang terbaik datang dari yang baik, semoga waktu mau bersahabat tanpa mengusik dan terusik apapun yang buruk. Mari kita rayakan karena kita sanggup menerima resiko siap!

Wednesday, October 23, 2013

Bagi yang Lainnya

Aku tak ingin menjadi lain bagimu. Dan aku tak ingin kau menjadi lain karena siapapun, termasuk orang yang sekiranya kau sukai.
Ini hati dan ini kecewa, biarlah malam yang terbelenggu. Bukan kita jadi sok bijak untuk menjadi orang yang paling berperasaan. Karena orang tak 'kan mengerti. 

Kamu Jangan Pernah Pergi

Larut dalam tidurku semalam, kamu.
Gentayangan dalam mimpi yang tak pernah mau hilang, kamu.
Bangunkan aku dari sepi di musim hujan berkepanjangan, kamu.

Tanda Masuk Gratis Tanpa Bonus

Dan terjadi untuk kesekian kalinya, orang yang beruntung itu lebih memilih tidak melakukan apapun dari apa yang ia dapatkan dengan mencari-cari alasan daripada berusaha untuk tetap melakukan apa yang seharusnya ia buat demi kepentingan bersama. 

Saturday, October 19, 2013

Bukan Memilih

Kuatkan jiwaku saat pilihan tak pernah adil. 


Jiwa Sepi Kekasih Tersimpan



Inilah pemandangan yang kutangkap dengan mesranya 19 Oktober dini hari. Sang bulan tengah asyik memancarkan ketulusan pada bumi. Tak ada tangis apalagi keluhan untuk menuntut janji. Sirnalah kepahitan yang terlanjur menusuk rongga hati. Jiwa sepi kekasih.

Akhir dari Gelisah

Jika gelisah ada ujungnya mungkin karena hati mulai terbiasa menerima sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan. Aku sedang belajar untuk tidak ingin banyak tahu tentangmu lagi. Belakangan ini apa yang biasa kulakukan kau anggap malahan seperti hal baru, seputar pertanyaan yang sebenarnya menujukkan rasa cemburu. Aku tinggal menunggu waktu untuk benar-benar membahagiakanmu.

Friday, October 18, 2013

Selamat Pagi Lov3

Aku hanya mau bilang, aku mencintaimu.

Hari Beda

Semoga hanya perasaanku saja. Kita seperti memaksa keadaan untuk membaik. Padahal sejuta harapan itu tak mudah untuk dicapai. Beberapa proses pun gagal karena aku tak pernah sanggup menerima kenyataan. Hari mendesakmu dengan tajam, aku hanya bisa diam dan menangisi semua yang penting selama ini. Jum'at, aku tak mau menuhankanmu. Hantarkan rinduku untuknya.

Wednesday, October 16, 2013

Karena Cinta Melakukannya

Aku hanya bisa tersenyum semanis mungkin. Seakan menatapmu lebih dekat! Harusnya aku tahu dengan siapa aku berprasangka? Semoga kita tidak saling berpura-pura karena tanpa do'a aku menahu atasmu! 

Sore di Sarinah

Cinta hanya percaya satu cerita. Bukan yang terakhir juga yang pertama. Cinta adalah bagaimana aku dan bagaimana kamu. Sore dalam khayal manusia yang ingin memiliki keutuhan cinta.

Harmoni 944

Menunggu bisa menghasilkan sebuah keajaiban. Cinta. Iya, cinta jawabannya. Segala kesuntukan dipaksa sirna agar yang ditunggu tersenyum bangga untuk tetap mencintaiku.
Mungkin aku tak boleh berharap sesuatu yang besar dari pengorbanan ini kecuali pasrah, dan kenangan manis terukir di matamu.

Pukul Pagi Sendiri

Rokok masih menyala di antara telunjuk dan jari tengahku pada pukul 01.40 WIB. Aku dilanda kehancuran hati. Beberapa bulan belakangan ini kenyataan membuatku terpukul. Kita pun saling menyiksa diri. Malam selalu tahu apa saja yang dianggapnya sepi, pilu, hingga mata enggan terpejam. Andai detik ini tubuhku kau peluk, airmata tetap kubiarkan menetes agar menemukan jalannya sendiri.

Tuesday, October 15, 2013

Satu, Setia

Walau sudah terluka, aku akan tetap melakukan apa saja agar kau tahu bahwa cinta hanya satu, setia. 

Hanya Kamu Waktu

Hanya waktu yang bisa membuatku hidup denganmu walau hanya sementara.
Hanya waktu yang bisa membuatku hidup denganmu walau akhirnya dipisahkan.

15 Oktober Lov3

Bahagia, jangan sedih karena aku tetap mengingatmu sampai mati.
Dan kenangan, jangan memukul hatiku dengan luka lagi.
Kali ini semua cukup, tidak pahit dan sangat manis. 

Tenang Ini

Begini! 
Tenangkan diri dengan cara.
Bukan tinggal diam.
Mencoba bangun dari tidur!

Senyum-senyum Cinta

Cinta butuh disapa.
Sepenggal kalimat tanya.
Tanpa ragu untuk cinta.

Sang Pagi Enggan Menangis

Banyak judul yang terasa pahit untuk ditelan. 
Kunyahannya pun absurd.
Isi tak lagi bermakna sangat dalam. Harus kunikmati saja ini.
Selamat Idul Adha sang pagi!

Mimpi Buruk Butuh Selesai

Tiba-tiba aku bahagia karena ternyata ia hanya memikirkanku dan tak pernah membohongi dirinya sendiri.
Bahkan selalu jujur akan cinta.
Namun lebih parahnya kalimat barusan tinggallah mimpi.

Bosan Diri

Kapan aku bisa main gila sepertimu? Begitulah tanya ujung jari manisku kepada puing bangunan bekas istana hati.

(-) Masih

Aku meminta untuk dikasihani dan hasilnya semakin sakit.
Pagi ini sulit melepas pikiran negatif sedalam-dalamnya perasaan.
Seluruh badan sakit tak terkira, gigil tak berencana untuk pamit pulang.
Jika aku akhirnya jatuh, maka beri aku kesempatan untuk benar-benar menilaimu tidak pernah berdusta.

Sakit S3kali

Terlalu pagi untuk meneteskan airmata.
Bayang yang tak pernah mendua, peluklah aku sekarang!!!
Jangan kau tinggalkan aku dalam ketersiksaan yang kubuat sendiri ini.
Tidak ada lagi kemarin yang indah. 
Dalam sekejap mata semua hancur!
Akankah hari yang bodoh dapat membuatku berhenti menutup hati?
Sakit sekali.

Kebodohan Hanya di Aku

Harus tetap percaya namun terpaksa rela dikhianati. 
Dan aku bukan satu-satunya lagi. 
Ini cukup sedih. 
Karena rindu sudah terbagi! 
Curi-curi waktu dengannya lewat telefon genggam.
Pilu.
Aku rasa, aku sedikit gila.

Tidur yang Akhirnya Tertunda

Entah apa rasa terbaik untuk detik ini karena yang ada hanyalah kecewa bercampur sakit hati. Semakin mati rasa?

Terima kasih untuk waktumu. 


Monday, October 14, 2013

Semakin Banyak 'Diam', Jatuh Cinta

Konyol perasaanku.
Tolol mengingat kembali hati yang dipaksa terluka.
Diam lalu tetap memikirkanmu.
Andai malam punya hak untuk bercumbu dengan matahari, biar mereka runtuh karena kita saling mencintai.

Oktober Pekan

Hari-hari terlanjur larut dalam kalah namun tak kunjung membuat akalku mati.
Walau akhirnya terus mati rasa.
Ketika logika ini harus mundur jauh, maka perasaan ini bernyanyi lebih lantang.
Sadarkah kamu tentang 'mimpi'?
Mimpi bahwa kita tidak akan berpisah.


Sunday, October 13, 2013

Bukan Pertama (Lagi)

Perasaanku memang sudah lain sejak kehadirannya.
Dan cerita indah kita berbalik luka.
Sedihnya mungkin ini lebih panjang dari yang dulu.
Aku ingin sepertimu bisa mendua.

Surat Elektronik Hubunganmu

Walau aku bukan orang yang kau cari saat itu,
walau aku bukan orang yang kau nanti dalam telefon.
Walau kini rasanya serba hancur.
Jangan pernah berharap memimpikan aku, ketika suatu saat kau sedih dengan kebahagiaan yang baru.

Salam Airmata

Airmata menetes untuk kesekian kalinya.
Dan aku masih terdiam.
Tuhan, temani aku dengan segala caramu.
Aku yang lemah.

Thursday, October 10, 2013

Ibu, Aku, dan Menikah

Ibu memang sabar dan tak banyak menuntut. Entah aku yang terus saja salah atau ibu benar-benar menghargai apa saja yang kuperbuat. Hari semakin dewasa, mendekat ke-28. Aku terkadang memikirkan itu, kubuang tahunan. Namun sayangnya aku sangat sensitif ketika ditanya kapan menikah, ibu tahu aku bukan seorang yang mau diatur. Andai menikah bukanlah 'kewajiban', aku pasti lebih memilih untuk menikmati mauku, jatuh cinta di lubang separuh senja.

Ampuni si Dosa

Tuhan apa kabar? Dialog kita pagi ini bertemankan sunyi lagi. Tanpa suara, dan yang paling penting rajanya cahaya belum muncul. Mulut masih sibuk dengan sisa nikotin 1 Mg, di luar sana motor dan mobil satu persatu pulang lalu pergi kemudian kembali. Dosa paling berharga seputar cinta. Tuhan aku malu karena terlalu banyak diam kali ini. Jangan pisahkan aku dengan diam dan berpikir. Supaya semakin cinta.

Kecil Tanpa Bunyi

Pantai tak berdebu, hanya ombak yang beradu di mataku. Semua tak sama percis. Pasir terinjak halus menggelitik di telapak kaki. Seakan aku sedang tegap berdiri sambil menatap perairan punya Tuhan di pagi buta ini. Matahari yang terlupakan, asyik dengan senjaku sendiri. Dinding kecil tak mampu bertahan menjadi tempat bersadar. Seumpama kami adalah kalian yang diam. Tak akan ada tetesan airmata seluas lautan.

Tuesday, October 8, 2013

Roekmana's Repertoire Milik Tigapagi

Pertama yang paling berkesan dari album Roekmana's Repertoire adalah kemasannya. Ada empat sisi di dalam kotak merah marun ini yaitu lembaran ucapan terima kasih para anggota Tigapagi, lembaran lirik lagu, plastik berisikan CD, dan amplop foto-foto hitam putih. Setelah menggunakan mata untuk melihat, alasan kedua yang tak mungkin disesali adalah memuji apa yang sudah ditangkap oleh telinga. Ketika saya enggan mengaku seorang yang puitis, alunan musik di album ini begitu merdu dengan syair-syair yang indah! "Hangus terbakar rindu masa lalu, " begitulah kalimat yang terdengar. "Alang-Alang" judulnya yang rilis bertepatan dengan Hari Tani Nasional Rabu, 24 September lalu. Menuju senja, saya pun meninggalkan "Alang-Alang", dan Erika tiba-tiba muncul. Who's Erika? "Erika my love, " ungkap sang penulis syair, Sigit Agung Pramudita. Tigapagi sukses menjabarkan jeritan dari tiap bagian tubuhnya yang tak mau hilang. "Pasir" yang diisi vokal Cholil Mahmud pun menghentakkan jiwa yang selalu merasa kosong. Tanpa mengurangi rasa kagum, maaf tulisan ini tidak berlanjut. Sebelas lagu lainnya menanti di rumah. Selamat sore Tigapagi.

Monday, October 7, 2013

Sabarlah sabar

Hari semakin dekat, setengah persiapan sudah dilakukan. Uang tetap menjadi pemimpin. Namun, sayangnya masih jauh dari kata cukup. Sabarlah sabar ibuku. Untuk membahagiakan orang lain kita harus rela berkorban walau dipaksakan serasa 'punya'. Takdir menentukan kematian, pernikahan sebagai rencana manusia untuk beribadah yang juga akhirnya menemukan akhir dalam kehidupan. Aku masih belum bisa mengerti pernikahan karena masalah yang ada nampak terlalu membebankan hati.