Linimasa

Wednesday, August 29, 2012

Aku Yakin (Suatu Saat)

Aku yakin suatu saat nanti, AKU PANTAS UNTUK DIPILIH! Aku yakin suatu saat nanti, AKU PANTAS UNTUK DIPERTAHANKAN!

Tuesday, August 28, 2012

Rantai Mengikat Pohon Yang Tumbang

Tak ada pencarian manusia kecuali kepercayaan, Tak ada yang lain dari itu untuk mewujudkan sebuah hubungan, Dialog yang berantakan membelit pikiran saat malam pun usang, Dialog tak muncul dari hati kecil melainkan alam berpikir! Hari larut dalam ombak damai, Mereka yang tenggelam menjerit, "Tenang.. Tenang.. Tenang..", Ini tak sedangkal otakmu dan tak lebih buruk dari kepastian Tuhan! Ketika bumi tak mampu mencegah kejahatan, Terguncanglah sanubari dan terlepaslah tali-tali dari ikatan kencang di pepohonan, Sorak-sorakkan "Takut.. Takut.. Takut", Jatuh lagi itu sakit!
Lalu, secarik kertas basah berusaha untuk mengering agar semua terbaca.. hidup akan lebih berarti!

Saturday, August 25, 2012

Ternyata Aku Masih Belajar

Sebatas aku wanita, aku terus saja mencoba mengukur jalanku, aku sabar menciumi segala wangi di tubuhku, kuusap keringat yang menetes di hatiku dan tersenyum tatap kaca dihadapku! Sebatas aku wanita, aku terus menyirami layuku, memandang hijau di kerumunan asalku, kusadari pagi selalu menjemput dengan kata manis hingga terlelap dalam gelap gulita! Rangkaian makna terindah, menjadi seseorang untukmu, semoga kau pahami bahwa aku sadar aku hanyalah wanita!

Monday, August 20, 2012

Deburan Debu Jakarta

Setiap debu mencubit kulitku Panas membara, rasa itu cuma kotoran Membekas, mengekang logika Mencabuli setiap asa hingga KALAH Bangun dan jatuh Terlantar dalam ketiadaan nurani Duhai hati, tembaklah! Irisan peluh ini sunyi! Aku tak sendiri Dengan susah, aku bahagia Ketika senang jantungku tak henti Lalu-lalang sirna Aku rela menjadi budak Asal Jakarta berhenti menangis!

Akhirnya Cinta Terhirup Dari Kesepahaman?

Setiap berduka, manusia punya cerita, punya kisah untuk dibagi! Ada rongga di tenggorokan, ada celah didalam jendela mata, semua tak selalu dapat ditelan enak dan semua yang masuk tak selama-lamanya TERLIHAT! Tak ada kalimat terbaik yang dapat mengisyaratkan sebuah kehidupan untuk CINTA, bahkan cinta numpang di dunia agar tetap hidup! Maka, seseorang selalu kembali mengenal duka, mengenang kembali sesuatu dari apa yang mereka bagi untuk orang lain! Teramat sulit dapat bergandengan tangan dengan satu irama, sementara bentuk kaki kita tak akan sama, tangan-tangan yang pernah melepuh diistirahatkan, percisnya sebatas fungsi "berjalan dan bergerak"! Jika kita harus terpaksa berada di udara yang tak beda, bukalah semua bajumu, dan biarkan udara menggelitik di ruang sendimu agar nafas tetap berdetak! Beritakan ke setiap penjuru masa lalumu, yakinkan tentang panggung-panggung yang sudah runtuh, terjaga siang hingga pagi membius sendu, apa ini pada akhirnya cinta terhirup dari kesepahaman?

Hikmah dan Motivasi

Sebuah tulisan yang gugup, mungkin pada waktu itu belum berjodoh untuk mengisi salah satu kolom media online, semoga bermanfaat! “Saat berada didalam mobil ber-AC, aku tidak mau naik bis. Namun, karena saat ini harta yang ada sudah habis, mobil pun aku tidak punya. Maka, jalan satu-satunya agar aku sampai di kantor, aku harus naik bis.” Ada hikmah dibalik sebuah kejadian. Hikmah adalah kebijaksanaan dari Allah S.W.T. (sumber: http://www.artikata.com). Kita pasti mendapat hikmah dari apa yang telah terjadi dalam hidup ini. Salah satunya, saat kesusahan itu datang. Saat mendapat kesusahan berarti Allah S.W.T sedang memberikan peringatan kecil agar kelak kita mengingatNya; yang telah menciptakan kita. Kesusahan merupakan salah satu pembelajaran yang sangat penting untuk mengoreksi diri malahan kita hanya disuruh untuk kembali bersyukur karena kita tidak boleh menyesali atas apa yang telah diperbuat. Jika tidak pernah ada kesusahan, manusia sulit untuk belajar rendah hati. Hikmahnya kesusahan adalah sebuah motivasi untuk memulai segala sesuatunya dari awal. Motivasi sebagai kilas balik seseorang agar mengingat kembali tentang kesalahan yang pernah ia perbuat. Allah S.W.T tidak akan memberikan kesusahan, kekecewaan, bahkan kesedihan diluar batas kemampuan umatNya. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainnya dengan akal kita dapat berpikir dengan baik dan benar untuk melakukan kebaikan pada diri sendiri dan orang lain. Sumber pencapaian agar kita seimbang berjalan di dunia dan merintis keperluan akhirat salah satunya dengan kembali kepada hikmah. Kesusahan akan berlalu, saat kita tidak memandangnya dengan sinis.

Thursday, August 16, 2012

Ciuman Dramatis [17]

"Bukan sekedar nafsu birahi, Adalah rasa rindu yang menggebu hingga tubuh-tubuh harus terdampar di permadani kamar nomor tujuh!" Pijakan dirasa berat, Namun keadaan memaksa untuk tetap berjalan, Senang menyelimuti perjalanan berdua, Tanpa berpikir jauh keesokan harinya! Tak pernah kusesali akhirnya harus kehilangan, Benda mati yang berumur setahun itu lenyap seketika, Siang bergemuruh menggebuk perasaan dengan kebodohanku sendiri, Untuk pertama kalinya lalaiku memporak-porandakan semangat baru yang berusaha tumbuh dari jatuh! Menghirup dilema yang tertindas problema dini, Hilang kenyataannya lalu berganti kenangan, Benda mati itu sudah musnah, Aku harus ikhlas bersama ciuman dramatis di bingkai [17] kisah kita!

Saturday, August 11, 2012

Hitam Rentan

Lihat ke kiri, berantah ke kanan, tak ada satu pun tanya, tak ada hitam yang berwarna!

Kerindu-rinduan Hasrat

Mengeluhkan rindu, membujuk rindu agar lekas pulang, menyuruh rindu datang, membawa rindu tenggelam!

Merayu hati lantas pergi, mendayung koma-koma, membiarkan hati tak bicara, melepaskan rindu dalam tegangan!

Rindu tak sempurna, merindu sang rindu, rindu tak berakhlak, meniduri rindu dengan hasrat, menciumi rindu di permadani!

Rindu tak bergeliat tanpa debar, kerindu-rinduan serba merdu, jantung melekat pada dinding syahdu, menyengat!

Nafsu dan Waktu

Akal terus bermain,
mencari jalan untuk merebahkan kegelisahan,
sebagian orang suka tidur,
sebagian orang juga lebih suka tidur-tiduran!

Terbelah menjadi dua bagian,
semula hanya tentang akal dan perasaan,
lalu kucoba mencari yang lain,
nafsu dan waktu!

Nafsu bergeliat di angan,
berterbangan seperti angin yang tak terdengar,
memukul jejak yang membekas di atas tanah,
mengerubuni kebekuan hingga melebur , membasah!

Waktu menjerit tercabik-cabik,
seperti berteriak didalam goa,
tanpa sambutan tetap meraba,
tanpa rangkulan tetap mencoba,
tak ada waktu yang selesai dengan diam,
begitu pula nafsu!

Friday, August 10, 2012

Nyanyi-nyanyi Kekasih

Kekasih yang mencintaiku,
wajahmu, rasamu, dan bernyanyilah!
Seumpama saja kau selamanya milikku,
ragamu, resahmu, dan bercintailah!

Gambar-gambar melebur dalam kisah sejuta pesona!
Kata-kata mengaitkan luka terdalam,
bingkai retak tak dapat tersusun!
Mencintaimu lagi di sisa hari...

Kehilangan dan Mati

Aku jatuh cinta dan itupun tak cukup,
aku patah hati dan itupun tak mungkin membuatku cukup,
aku tak akan pernah merasa aku cukup untuk menikmati keduanya,
karna aku percaya waktu,
karna aku tak hanya dengan
mauku,
karna aku tak selalu patuh,
karna aku pasti kehilangan dan mati!

Pilihan Hancur

Pilihan itu terkadang bukannya tidak baik,
cuma hanya menghancurkan!
Kita tidak banyak bicara,
soal ini dan soal itu,
kita menyimak karna kita mampu bicara juga mendengar!

Mata untuk melihat,
yang terlihat hanya porak-poranda!
Telinga untuk mendengar,
yang terdengar hanya bisik-bisik sinis!
Lalu, lupakan soal kata hati!
Manusia picik, manusia tega,
namun manusia tak pernah sanggup selalu berjalan sendiri!
Pilihan mana lagi,
keadaan apa lagi yang mesti dipertanyakan,
setelah sudah hilang kendali,
waktu tak akan pernah kembali!

Ibuku 54

Umur ke 54,
Ibuku cantik sekali!
Ia wanita terhebat,
sabar juga penyayang!
Lupakan soal kekurangannya,
lupakan soal keluh-kesahnya,

Sampai hari ini aku masih terus belajar mengenalnya,
orangtua itu selalu ingin melakukan yang terbaik buat anaknya,
kupahami?

Ibuku,
jangan biarkan airmata membanjiri ruang yang aman di sisi indahmu,
biarkan ruang itu tumbuh dan layu dengan bunga,
hingga kita mengerti bahwa hidup adalah kemarin yang diingat, hari ini bahagia, dan esok menanti belas kasihan atas kekejaman dunia!

Peluk Ibuku!

Wednesday, August 8, 2012

KISAH Tak (Ingin) Usai

Mungkin kita hanya akan menjadi KISAH dalam waktu yang mendebarkan tanpa perdebatan panjang!

Kesunyian tak mungkin hilang begitu saja seperti angin yang bertiup saat iringi setiap pertemuan kita!

Hanya tak ingin hancur, merasa tercabik, terluka luka, atau semua sekedar angan-angan di perjalanan menuju pintu bahagia, pada akhirnya!

Tidak ada kesenjangan sosial, politik cinta, masa lalu yang gentayangan, atau kita memang akan mendapatkan satu persatu keseluruhan hasilnya nanti!

Berikan jalan untuk alirkan air bersih dalam hidupmu perlahan, kelak air itu yang akan membasuh noda yang kucipratkan dengan alasan cinta kau pernah kumiliki (masih) hari ini!

Ada Diantara Keduanya

Menimang logika,
ragu membunuh hadirmu,
gugupku membelenggu,
terimalah sang malu?

Menimbang perasaan,
meludahi luka-luka,
canggung tersenyum,
rangkul punggungku?

Kebingungan ada diantara logika dan perasaan!

Jangan Takut Jatuh

Tidurlah dengan cinta karna kau akan mendapatkan dua mimpi saat berada didalamnya!

Dua itu buruk dan baik,
menerima dan memberi,
mencintai dan tidak dicintai,
urusan hidup tak akan selesai di satu malam suntuk!

Jangan takut untuk jatuh...

Tuesday, August 7, 2012

Hari Ini Kau Untukku

Hari baik adalah hari untuk mencintaimu,
habis sudah kesungguhan yang berlalu bersama kisah dusta,
pecah egoku jika memilih untuk berkhayal hanya dengan diriku sendiri saja!

Itu yang kupukul masuk dalam ruang dan waktu,
itu pula yang kupilih menyinggungmu dengan mewujudkan kasih serta rasa sesungguhnya,
bahwa langit 'kan menegangi raut wajah yang kosong hingga hujanlah yang meruntuhkannya,
hari ini kau untukku!

Monday, August 6, 2012

Maaf Malam Emosi

Mungkin aku sedang lelah,
kantukku yang semalam memang kurang tersalurkan karna pagi tadi bangun terlalu pagi!

Kusadari perlakuanku, tutur bicara, dan itu hanya membuatmu terdiam setelah aku berusaha untuk tak terlihat kelelahan!

Aku tau ini bukan tempat berdo'a,
ini sekedar saja,
kolom bicara dengan kaca dalam kata,
untuk mengingatkan suatu hari nanti apa yang ada di hari ini,

"..maaf aku tak punya apa-apa untukmu!"

Riuh Polusi

Udara tak menoleh ke wajahku,
ia bebas berkeliaran,
tak juga ia rasa peganganku,
debu semakin menusuk-nusuk yang sesak terasa dinafasku,
tak berdaya dalam sore,
di riuh polusi!

Menjadi Biasa Itu

Kurasa sampai kapanpun kau tak 'kan merasa cukup,
kau tak 'kan pernah menemukan ujung,
bahkan kau tak pantas menyebut ini "cinta",
aku menjadi biasa memintamu untuk tetap tersenyum!

Aku Ya Kamu

Aku yang selalu menyebut "Aku.. aku..", lalu aku angkuh menjadi keaku-akuan! Aku yang sengaja menyebut "Kamu... kamu..." dan kamulah kamu!

Aku yang keaku-akuan mengajarimu kekamu-kamuan, melebur dalam kekita-kitaan!

Aku yang menyambangi hatimu hingga tenggelam dalam kecinta-cintaan dan akulah kekamu-kamuan!

Disaat Seperti Itu

"Seperti halnya hidup ini, rasa ini, atau aku harus menyebutmu: dosa terindah yang terjamah, melemah, tak kunjung sudah"

"Trust, dan kita harusnya semakin punya sikap menari dengan kesalahan, maka jika waktu tak kembali, jangan tanya kapan kenyataan itu hilang"

Saat disitu aku terhina, disitu pula aku merasa semakin berharga!

Sunday, August 5, 2012

Sesama Waktu

Selalu ada cerita dibalik waktu yang ditunggu, setelah datang lalu pergi, kita berdiri, berjalan begitu saja, buat hal baru!

Kita punya rencana masa depan seperti kita tidak akan pernah berencana untuk kembali lagi dalam kesalahan yang sama!

Manusia dekat dengan suka, manusia semakin dekat pula dengan duka, manusia punya hati maka ia mudah menyakiti!

Cerita yang tidak ada lagi, kekalahamu pada waktu!

Saturday, August 4, 2012

Hari Malam, Tanpa Hujan, Dingin Itu Hati

Tidak ada satu pun seorang anak yang pernah bermimpi tentang perceraian orangtuanya, namun mungkin pernah berpikir jauh buat apa dipertahankan jika tidak ada lagi keharmonisan?

Waktu itu datang tak mengira pada musim hujan, kemarau, dan waktu selalu mengejutkan manusia untuk sedih, senang, serta bahagia tanpa tanda sampai mendapatkannya!

Ada perempuan dan ada lelaki, mereka berdua harus menjadi sepasang cinta yang mewakili jutaan hubungan sebagai syarat agama bahwa manusia harus menikah, entah aku tak tahu lebih dalam soal itu!

Sebenarnya pembahasan ini tak pernah selesai jika aku enggan merasakannya? Bahkan sekali aku memulai pun belum tentu juga menjadi akhir dari segala masalah yang ada!

Larut malam,
dialog dengan Ibu penuh senyuman,
jaga Ibu tak seberapa saat seperti ayah memperlakukan dirinya,
namun aku harus bertahan menikmati keadaan ini sampai segalanya diberi jalan yang lapang!

Thursday, August 2, 2012

Merangkai Dilema

Tutur kata, sikap, dan semula pemikiran yang kolot terbuka demi memenuhi sebuah kebutuhan!
Tak harus mengulang waktu apalagi berpikir untuk kembali ke pena, kertas, tong sampah, dan pencapaian dari ide adalah kita semua telah menikmatinya di atas meja!

Tradisional atau modern, ini tidak lagi dipisahkan ketika mereka memilih tantangan dengan mengkolaborasikan keduanya menjadi satu ritme dalam garis yang mempunyai tujuan sama!
Kendati demikian, dilema pun bermunculan apa harus selalu membawa nenek moyang di layar jika kerutan tak dapat dihilangkan?

Meletakkan secangkir kopi di atas tanah, tak akan juga habis oleh semut yang menyukai manis!


Belum Setuju, Hanya Tanya

Terlalu rumit untuk menafsirkan mau, rasa, ego manusia!
Sampai tak habis pikir,
begitu kusutnya jika harus kembali mempersoalkan sebuah pernyataan untuk dijadikan pembanding agar terlihat berpendirian!

Suram tentang kalah,
mari tonton ritme, mari lakukan, dan segera!

Wednesday, August 1, 2012

Lupakan 'Cinta'!

Cinta itu menjadi sesuatu, setelah ia diwujudkan oleh satu nyawa, ia tidak dapat berbicara tentang apapun, namun saat memilih ia pun memperlihatkan segalanya untuk menceritakan banyak hal!

Jika saja cinta dapat dibeli, maka kamu harus rela untuk tidak konsumtif lagi! Karna cinta datang dalam pertemuan dan berpisah tanpa angan!

Berhentilah berkhayal!


Disebelahku, Ibu!

Kupeluk dirinya tanpa bersentuhan,
kubilang "aku sayang Ibuku",
takut pun datang menjelang malam,
terbisikkan kalimat "Ibumu orang sabar",
lalu tetap kudekap erat pelukan setiap ketiduran!

Kritik Pecahan Kaca

KRITIK itu kadang memang pedas, jarang sekali orang mau "menerima" sebuah kritikan jika selalu "merasa" HEBAT!

Hati-hati kamu jatuh, kritikan pun MENJAUH!

Kamu tidak akan menjadi apa-apa tanpa dikritik karna hanya kamu sendirian yang menikmati apa yang kamu lakukan tanpa dinikmati orang lain!

Tidak ada masalah jika kamu tak memulainya dan hidup ini tak jauh pula dari sebuah awalan!

Maka, sebelum akhir menjemputmu, hargailah kritikan!

Kelak ia akan menghargai pula apa yang telah kamu tunjukkan dengan berani memberikan lebih juga belajar dari kalimat yang kurang!

"Sampai saat ini dengan sadarnya aku memerhatikan, belum ada orang yang rela dikritik karyanya, seakan karya itu pembenaran terhadap dirinya sendiri"

Sejenak berpikir untuk melihat ke belakang,
bayi tumbuh dengan proses,
sarjana didapatkan atas kesungguhan,
apa yang dapat dipertahankan dari kesombongan?

Gelas pecah tak dapat disusun semula agar air dapat tertuang,
batu karang berlubang karna hujan pun marah!

Kritik dirimu untuk belajar tumbuh subur dari cemohan orang!

Tidak salah!