Linimasa

Saturday, September 29, 2012

Peran Gentayangan

Melihat kekacauan ini aku tidur, lalu bangun saat semua terlanjur hancur. Keadaan tak selalu sempurna, mungkin itulah alasan manusia sering berbuat salah. September segera usai, tak ada tanda satupun bahwa Tuhan mengampuni kami. Kesabaran tak kunjung terkikis, begitulah saat Tuhan mengajari kami berdo'a. Sepulang dari jalanan, rasanya pagar rumah ini ingin kulempar ke langit. Diri berkhayal, bagaimana mungkin aku sekuat itu dapat mengalahkan egoku sendiri? 03.32 Cibubur, Jakarta Timur.

Wednesday, September 19, 2012

Begini Entah Kenapa?

23:23 Kamar Begadang Indah, Cibubur, Jakarta Timur Aku hanya tak ingin merasa bosan dan "Andai aku bisa membuatmu merasa lebih baik? Dan ternyata tidak, biar aku yang rasa" Tak harus menunggu sejuta waktu begitupula sejumlah keharusan meminta untuk setia dan "Andai akulah yang menjadi pilihan terakhir dalam hidupmu? Dan ternyata tidak, biar aku yang memilih" Hingga kalut datang, pikiran terbongkar oleh kelelahan, dan "Andai aku bisa memulai cinta yang baru? Dan ternyata belum, kau baik untukku"

Thursday, September 13, 2012

Pemilik Hasrat dan PenciptaNya

Semakin banyak rasa yang kumulai, yang aku alami, dan kucoba selusuri. Kendati waktu yang tak selalu memilih, berpihak, terjadilah kekacauan ini. Aku tak mau malu melakukan hal yang membuat orang bertanya, "kenapa?". Ada sesuatu di keadaan ini dan Tuhan semakin baik. Bulan-bulan penuh rintangan selalu membuat tidur ibuku tak tenang. Tersirat damai kala ia menyapa semua orang dengan senyuman. Kebenaran itu ada, keadilan itu luar biasa, Tuhanlah yang memberi juga yang mengambilnya kembali.

Sunday, September 9, 2012

Tengah Malam Terakhir Kala Itu

8 September'12 01:29 Cibubur, Jakarta Timur Kalau tengah malam tiba, aku suka kesepian karna kamu sudah tertidur pulas. Rindu belakangan ini unik. Aku seperti tak menjauh, namun berkeinginan lebih dekat denganmu. Ketika kekesalan muncul, anganku berantakan. Tapi, ini sudah berjalan dan kamu esok harinya tetap membuatku kesal. Lalu, esok harinya lagi kutatap rindu lagi tengah malam. Rencana kita pernah batal, bukan berarti kita tak 'kan berpisah. Ini menyedihkan untuk kunyatakan, biarlah sepahit-pahitnya, yang terpenting aku masih denganmu. Sesungguhnya pun rintangan di depan menuju jalan terjal, aku tak 'kan membuatmu masuk dalam jurang atau aku yang lompat kedalamnya. Ritme ini harus tidak menjadi penyesalan.

Sayang 'Mereka'

8 September'12 01:16 Cibubur, Jakarta Timur Aku sayang Ayahku, juga Ibuku. Tapi sayangnya, mereka tak saling sayang. Sedih menulis ini, tapi nyatanya seorang anak yang bergemuruh dalam dosa selama bertahun-tahun semakin mengerti bagaimana sayang-sayangan. Apa aku harus merasa berdosa mengumbar kekalahan mereka di halaman ini? Lantas apa mereka mungkin membaca pernyataan paling atas disini? Ayahku, Ibuku, harapanku tak besar. Jika ada waktu luang, baca isi di setiap judul blog ini, aku menanti airmata kalian.

Melamun Sekedar

8 September'12 01:10 Cibubur, Jakarta Timur Tidak mengkhususkan perasaanku atau menyembur kenyataan yang selalu berbalik pahit saat bermain logika, "Kok jadi begini?". Sempat juga melamuni ini semua. Sebentar. Lalu, jemari bergerak mencari jalan keluar. Aku tak akan mendapat kesulitan jika tetap berusaha. Ada seseorang disampingku saat ini, yang berdaya untuk melihatku raih si sukses. Padahal 5-10 tahun lalu aku tak peduli dengan mimpi dalam semalam. Ya, sudah-sudah saja begadang dan tertidur. Kini, pikiranku terselip disana-disini menghendus debu-debu agar mataku tetap jernih "Melihat" dunia ini. Jangankan bahagia, senyum saja cukup membuatku tertarik lebih dewasa. Tenang, ini santai teratur dalam sekelibat waktu yang rusuh.

Nama Jembatan Cinta

6 September '12 19:27 Sudirman, Jakarta Pusat Sejenak rasa, Aku damai bersama gelak tawa kemarin, Lupa soal keresahan semalam, Terhempas dari sunyi, Mobil lalu lalang dihadapan mata, Menanti dan duduk manis di pelataran, Jembatan cinta.