Linimasa

Monday, January 17, 2011

Aku Bukan Solusi

susah.
mengartikan sebuah susah,
sebentar saja mengerti tentang susah.
selanjutnya hanya ingin senang.
senang.
mengartikan sebuah senang,
sekedarnya tawa di muka tentang senang.

kuingin dimengerti.
begitu saja saat orang butuh disayangi.
maaf,
jika kau pilih aku,
aku bukan solusi untuk membuatmu senang di dalam hidupmu.

Tuesday, January 11, 2011

SENANTIASA

kata-katanya akan panjang, kalimatnya akan lebih panjang daripada katanya.
kepada malam, yang slalu menyadarkan aku, yang mana yang baik, yang mana yang buruk, lebih tepatnya menyadari aku merasa aman saat bercerita, tentang semua hal yang menyakitkan, disini.

aku pernah jatuh cinta, dan sekarang tidak.
menghubungkan perasaan ke perasaan adalah dengan mematikan logika, itupun tidak cukup.
lalu, menunggu seribu calon bunuh diri dan putus asa akannya, jangan.

penulisan, media adalah alat mudah menyebarkan kesombongan hati, juga harta, serta peran yang memenjarakan sejuta alasan, dan aku tetap menulis.

dibawah Tuhan Yang Maha Kuasa.
ini tetap kurasa adil, seadil-adilnya kau memberikan aku banyak kisah untuk membuka jalan menuju kerendahan.
mulut yang tak pernah tersambungkan, atau tangan-tangan mulai melinu saat mengulurkan rasanya, sakit semua.
tegas menjadi manusia tanpa pengakuan khusus, publik berceloteh, ini-itu sampai bau jigongnya tak tercium karna tertutup oleh kebusukkan dirinya sendiri.

jika anda telah merasakan nyaman disana, merasa sudah diberikan kepercayaan, dan pergilah jangan kembali.
jika anda telah disakiti nanti disana, merasa sudah tidak pernah menyakiti, dan gunakan akal sehat mengenal cinta.

cukup monyet yang dibilang monyet, dan cukup anjing disebut anjing.
manusia adalah murni manusia.
sebutlah yang pantas untuk ketentuannya, sebut, dan terjadilah.
tidak salah, apalagi benar untuk seseorang.
tentunya perjalanan diukur dari seberapa jauh ia melangkah, menghitung, mendapatkan, hidup slalu diperkirakan dari masa lalu.

dan rasakan suatu ketika yang sangat menyedihkan dibanding ini.
senantiasa "belajar" tersenyum daripada terlalu berlebihan tertawa.
ini saya.

Monday, January 10, 2011

C.A.R.A

dan mereka ternyata lebih punya cara, punya strategi melakukan apa yang menurut mereka senang.
dan mereka mengerti menggunakan ego dalam hati yang terikat oleh keadaan terbusuk yang mereka alami.
dan mereka tertawa, tersenyum, sesuka hati menyubit perlahan atas apa yang mereka pikir susah adalah urusan pribadi.
dan mereka menyimpulkan gelagat ini, tarian konyol, nyanyian bisu, bungkam, semua sia-sia nanti.
dan mereka pernah bilang disini tempat yang tak 'kan terkunjungi tanpa kata, tanpa tanya, bosan lihat mereka.

Hari Kelimaku Ini Pilu

sepi.
diantara banyak pagi, inilah yang kukatakan "pilu".
dengan kata aku merasa kuat, dengan kalimat aku terlihat lebih bijaksana, mungkin.
sadar tak sadar, dua puluh lima tahun kaki masih berpijak, kadang rumput hijau yang menjauh, kudekati ketidaksedapan bau kotoran binatang disampingnya, pengotor.
tak ada yang seperti biasanya, detik berubah, menit membuatku terancam mati rasa, maka jangan kau hapus segalanya semuanya puisi-puisi cengeng diantara tanya-tanya ini.

sepi.
dipikiranku, sekaleng bir atau sebotol anggur merah murni, tak pernah lagi kurasa tidur nyenyak belakangan ini, terbelakang bagian-bagian otakku berpikir lebih.
baiklah, hari senin selalunya awal dari minggu harapanku, jayaku mencintai apa yang kurasa kucintai.

sepi.
terbata nuraniku menjabarkan teori hati, aku depresi, haus, dahaga, perkata dibayar mahal oleh waktu kali ini.

sepi.
terakhir dari judul ini, aku merindukan senyum, usap hangatnya, ibu peluk aku pagi ini.

Friday, January 7, 2011

berkatalah...

sudah dengan penat ini,
begini saja...
tak ada yang lain dari teman terbaikku,
menyadari tentang segala mau!

mungkin juga tak ada lagi cinta,
mungkin tak ada lagi yang dapat dicintai...
dan mungkin kita tak begini!

Thursday, January 6, 2011

Lima

aku mulai keluar dari diam...
dalam hati kecil ini sunyi!
masih terikat keadaan semalam...
dan aku pun terus membuai sedih disini!

jika mungkin,
kehadiran waktu baru dapat membahagiakan...
kalian adalah pilihan yang tepat 'tuk bersandar,
saat aku tak mampu bangun dan bertahan!

mencintai atau jatuh cinta,
aku sudah tak peduli...

karna sebaik-baiknya kebijakkan hasrat,
kita cuma bagian kecil dari sejuta kebaikan...
berhati tulus tak mudah 'tuk dipertahankan!