Linimasa

Saturday, March 29, 2014

Referensiku

Tulisan kecil tak punya akar.
Pendek umurnya sebelum terbakar.
Kesenangan, fatamorgana.
Senyum besar menatap ke depan.

Friday, March 28, 2014

Tak Begini, Aku Tak Begitu

Terkadang sendiri bukan malah membuat orang berani untuk berdua. Sendiri membuat semua seakan lengkap walau sebenarnya sama sekali tak berisi. 

Aku tak mau terus begitu. Ketika hati bukan senjata dan waktu dijadikan roda. Jangankan harapan, ini kubuat selesai dalam mimpi. 

Thursday, March 27, 2014

Barusan SMS

Pertemuan aku dengannya bisa dihitung jari. Ya, semenjak kisahnya dengan ibuku harus berakhir manis. Barusan beliau pamit tidur, dan menyebutku "sayang". Tak ada kerinduan yang membekas kepadanua, hanya selalu dikerubuni tanya yang tertinggal dalam kedipan mata. Bahwa aku sadar setiap perasaan pasti pernah sakit, ibuku bukannya. Selamat tidur Ayah.

Thursday, March 20, 2014

Hari Ini, Hati Ini

Begitulah hebat dari rasa memiliki. 
Tak memerlukan aturan, namun hanya kecintaan.
Dan aku sependapat jika cinta datang hanya sekali. 
Tanpa suatu ketika, hari ini, hati ini.

Monday, March 17, 2014

Terima Kasih Malam Buat Belajar

Airmata ini akan tersimpan manis. Sesakit apapun bukan maksud untuk menyakiti biar hati yang belajar. 

Wednesday, March 12, 2014

Jika Perpisahan (Bukan) Jalan Terbaik

Ada sedih ada bahagia atau kadang aku hanya terpaku meratapi kalimat, ada bahagia akhirnya harus berujung kesedihan pula. Perpisahan bukan jalan terbaik untuk sepasang hati, kutanam itu dengan bentuk cinta dalam rana bercampur debu sisa perjalanan semalam. 

Monday, March 10, 2014

Mencengkam Takut

Ketika aku berdebat dengan takut, aku seakan terus digentayangi. Tak ada pilihan kecuali menatap balik, pagi ini rasa itu memburu kuat. Entah mungkin sedang banyak salah. Badanku tak ingin bergerak, mataku terbelalak dalam gelap. Suara-suara datang begitu saja, tak dapat kuusir kecuali detak jam yang kucabut baterainya. 

Pelukan Tak Pernah Selamanya

Jam tidurku tak dapat dipilih. 
Jam bangunku tak dapat ditentukan.
Bukan hidupku berantakan, bukan aku tak mau tidur berdua. Aku tak bisa memilih, setidaknya aku dapat menentukan. Sementara untuk terus menikmati sendiri, pelukan tak pernah selamanya.

Kita Tidak Akan Tersiksa, Sayang

Aku adalah Tuhanmu yang tak betah menangis, mengemis dan melamun. Sebenarnya hari-hari belakangan ini semakin membuat rindu semakin penuh keringat. Tak ada uraian kata selamat pagi atau selamat tidur yang rajin seperti sediakala. Jemari harus membuang janji, menjilat rasa manis di bibir bekas kecupan lalu. Semua tentang hal yang mungkin, karena manusia paling peka akan rasa. Kita tidak akan tersiksa, sayang. 

Saturday, March 8, 2014

Hebat Bukan Kaya

Orang ingin mendapat pengakuan bahwa ia hebat ketika berharap penilaian selalu memihak pada yang terbaik. Segala macam proses dalam kehidupan bukan hanya berdampak saat kita telah melakukan sesuatu dengan maksimal. Meraih angan setinggi langit tak perlu mengambil tangga naik karena akhirnya jika terjadi muncullah kepuasan. Untuk sebagian waktu yang hilang, biarlah cerita yang menuliskannya. Tak jadi kaya aku mencari semua yang kumau, melainkan kupenuhi mereka dengan susunan waktu dan cerita.

Sebagai Manusia, Duduk Manis Tak Boleh Menangis

Menunggu itu kadang menyenangkan, walau lebih banyak gelisahnya. Tak ada yang dapat dipertahankan dari menunggu kecuali mengeluarkan senjata SABAR. Mungkin tak hanya sekadar sabar orang rela menunggu, namun tujuan lain yang lebih baik. Jika kuletakkan emosi jiwa jauh dari logika, perasaanku terasa dekat untuk 'hidup'. Maka setiap hari yang bermakna kuanggap sabar, bukan penantian.

Tuesday, March 4, 2014

Dia Wanita Pelukan

Berjam ia menungguku pulang, kupeluk ibu pagi ini dengan rindu saat terlelap.
Wanita tegar tak pernah merasa kesepian, wanita yang pernah terluka manja akan sapa.

Temanku Pagi Buta Itu

Hujan melaju di antara sisi terangku. 
Tak ada senyum manis malam ini.
Kuingin esok tak kembali, kuingin kemarin tak menangis.
Sembahlah dengan setetes airmata nyanyian syahdu kita.