Linimasa

Thursday, April 30, 2015

Sumbang Senada

Cerita sudah terbagi. Dia datang mengukir senyuman di bibirmu. Semua di dunia ini hanya sementara termasuk aku. Hati yang tak mudah terganti perlu waktu bisa menerima tetesan airmata baru.

Setiap hari aku merasakan bagaimana tidak boleh takut, tidak perlu bersedih, atau tidak berpura-pura kuat, dan aku nyaris kehilangan cara untuk percaya lagi pada diri bahwa hidup akan terus "hidup" dengan keikhlasan.

Aku tidak akan pernah sempurna mengakui kebenaran yang teraniaya. Kemarin, besok, dimana hari masih berperan mencatat satu persatu luka, ketegangan, hati tetaplah tentang sabar dan usaha.

Semoga dia tidak kau anggap aku, aku bukanlah dia.

Thursday, April 23, 2015

Bukan Bisa Menjawab Hati

Aku tidak peduli, perempuan mana yang akhirnya menjadi pilihan Ayahku, dan sekarang aku belum siap memilih laki-laki mana yang menjadi pendamping hidupku. 

Mudah bicara, bukan tidak bisa bertanya. 
Mana hati yang mereka bilang "dari hati"? Tidak mudah bicara, bukan bisa menjawab inilah hati.

Wednesday, April 22, 2015

Terima Kasih, Pembaca!

Terlalu dini menuliskan judul ini. Namun, terima kasih, semacam ucapan yang ingin kutanam perlahan di kepala setelah mendapat banyak teguran darimu. 

Semenjak itu, aku percaya bahwa orang selalu punya waktu untuk melakukan kebaikan. Meskipun bentuk kecewa satu-satunya terlanjur dibunuh orang.

Aku tidak perlu menghitung 24 jam dari sekarang, karena lusa tetap menantiku dalam kebenaran. Di jalan yang berliku, untuk Tuhan aku makhluk satu. 

Tuesday, April 21, 2015

Hati Berhati

Tiap sepi yang menyiksa pasti benci berada dalam kesunyian. Bukan bidadari yang terluka, atau soal pangeran pendendam. Bagaimana tentang pagi buta tanpa pesan? Tawa menggelitik hanya terdengar dalam redup. Meletup hingga ujungnya tidak lagi nampak. Sebuah persoalan hati, beban di hati, pergi dari hati, tidur dengan hati.

Thursday, April 16, 2015

Kepada Takut

Kepada jiwa yang guncang, kepada hati yang tidak lagi berbentuk hati, kepada semesta yang tertawa, kepada rasa yang teramat sakit, kepada hari yang menegangkan, kepada mereka yang tuli akan jeritan tolong, kepada malam yang selalu menemani, aku takut.

Inilah dan Tidak

Ketika pilihan bukan teman bicara yang asyik untuk hidup. Aku tidak bisa bilang iya. Aku tidak butuh ditolak dengan "pergilah". Inilah irama teramat sangat sesak. 

Wednesday, April 15, 2015

Doamu yang Terkabul

Untuk doamu yang terkabul, aku tidak akan bersumpah membalasnya. Tuhan yang adil, jangan kau putuskan nafasku sebelum mencicipi dosa terakhir.

Di Antara Semoga

Semua alasan kusimpan. Aku tidak aneh dengan keadaan ini. Jantungku masih utuh dan hati biarlah terluka. 

Hari yang sulit kutebak. Aku nyaris kehilangan cara. Semoga wajahmu tidak redup lagi dan makin terang! 

Monday, April 13, 2015

Kesunyian Ini Menjebak

Hanya ada suara pendingin ruangan, anjing, dan jam. 

Aku menikmati pagi buta ini dengan keluguan. 

Bukan main lucunya perasaan, tiba-tiba datang kemudian tanpa pakai otak pun dicuri orang.

Memangnya aku punya otak?

Tidak, aku pakai hati.

Airmata di tangan kanan perlahan lepas. Sementara tangan kiri benahi sayap keduanya.

Thursday, April 9, 2015

Dilarang Normal

Kita bisa hebat dengan senyuman, kita bukanlah orang biasa. Dunia selalu menanti kekalahan yang sebenarnya. Piala kemenangan tidak akan jatuh dari genggaman dalam memperebutkan tempat paling aman. Jika mungkin setiap akal manusia tidak perlu sadar, mabuklah sampai kau tahu normal hanyalah kekhawatiran.

Setan Kecil Derita Hati

Cerita cinta itu ada tapi tidak ada, aku tersungkur dalam keentahan saat membahas permasalahan rumah yang tidak lagi bertangga. 

Sebab hati menahu soal derita, bagaimana wanita dianiaya dirinya sendiri setelah lepas dari luka berdarah. Airmata mengalir penuh beban. Kemana harus kucari pengganti trauma? 

Sunday, April 5, 2015

Belajar Menerima

Belajar menerima jauh lebih sulit daripada memberi. Padahal menerima dan memberi berada di satu lingkaran bila digenggam. Detaknya berbeda namun saling bertemu. Seperti apa orang yang luar biasa menerima apa saja yang telah diberikan kebaikan. Adalah orang yang tahu bagaimana nikmatnya memberi. Jangan sampai kita kalah dengan nafsu terberat yaitu enggan bersyukur.

Friday, April 3, 2015

Noda Dibersihkan

Banyak sedih terbuang nafas merintih.
Manusia boleh tega dan tidak berakal seperti aku.
Sama percis salah, mirip sekali nuansa ketidakbenaran dalam lubang putih.
Yang suci tetaplah sang kitab dan kita hanyalah noda untuk dibersihkan. 

Teks Tanpa Suara

Kasihan hati menyimpan banyak luka dan tidak satu pun yang tahu untuk merasakannya bersama. Sementara jatuh cinta senang-senang di ujung pagi bersama teks dan nyanyian. 

Esok bukanlah harapan melainkan hari bisu menunda kerinduan.

Wednesday, April 1, 2015

Singkat, Padat, Tersenyumlah

Aku harus mulai terbiasa. 
Tidak banyak tanya dan belajar melupakan. 
Aku sedih menyadari tentang cinta. 
Tidak ada lagi ungkapan hati dan semua akan menjadi kenangan.