Linimasa

Thursday, April 30, 2009

berHentiLah MainHati


Ia nya... Galau,
Semu dalam perjalanan ke kota Baru!

Ia nya... Berkeringat,
Gemetar memegang Sepucuk Surat cinta Dari Tetangga sebelah!

Ia nya... Suram,
Menganggap Hidup Ini Konyol 'tuk dijalani!

Ia nya... Lambat,

Mencari sasaran Tepat

Di Waktu-waktu yang ia anggap Tetap Hebat!

Ia nya...bertahan,
Mendirikan Bait baru dalam kepuitisannya!

Sadarkah ia...

Ia nya Melanggar Undang-undang yang ia tulis sendiri di Hati!

memang...

Kita Tak Pernah Berjanji,

Sampai Mati!

Kita pun Tak Pernah Menipu,

Atau malah kita Yang tertipu...

Dibutakan Hasrat,
Dikelabui Tempat dan Waktu!

Dibohongi Karena Jenuh dan Ragu...

Untuk itu Kita Acuh,

Karena Kita Jauh?

Memang ini Akhir dari Salahku...

Ikhlas Melepaskanmu !

Untaian


Sendainya... Andai itu Tak memihak!

Waktu tubuh ini terasa tak berdaya...

Kau sentuh dengan ,
Satu Kali aku menjadi begitu leganya!

Seandainya... Kita tak mengerti Kisah ,sebuah Pertarungan antara mengenali atau kembali aku membencimu?

Kau datang karena kujemput, kau pulang dan aku menghantarmu Selamat sampai Tujuan!

...diam-diam,
Itu cuma Andai menjadi alasan Sebagai pelampiasan sakitmu, sayangmu...

Tragis!

ouch !

Mungkin aku pernah Tega...
Hingga "Tega" itu kurasa ?
Hanya satu saja,
Untuk Terakhir kalinya...
Walau tak pernah kusebut yang pertama?

Aku ingin kau rasakan...

Sama!

pagi yang tolol!

Pikiranku membusuk!

Rutinitas yang sama seperti Kemarin...

Terpenjara!

Secangkir Kopi,berbatang rokok...
Belenggu!

Kali ini ,
Aku Menyesal !

batuk

Berusaha membisu,

Tak ingin mengganggu?

Biar dengan benci,

Terbiar pula Biasku ini !

Begitulah hancur,

Begitu lama melarutkannya kembali?

Serba nihil,

Perkalian ini!

Yang diberi kesempatan bermain...terpuruk dengan lelahnya!

Korban dari pemain,

Meringis...

Menjemput bola,
Yang tergiring!

Datanglah Yang adil?

Untukku,untuk mereka...

the day

Saat takut,
Secepat itu Ia 'kan menghilang...
Hilang!

Saat takut dan takut,
Semudah itu menyesal..
Penyesalan!

Sementara,
Sesaat tentang Takut!

"TAKUT"

Wednesday, April 29, 2009

kotoran

Monyet!

Anjing!

Babi!

Binatang yang pamornya tak pernah turun...

Kata itu pelampias amarah manusia!

Dan mereka sebagai makhluk Tuhan,tak pernah seperti makhluk Tuhan yang sedang menulis ini...

t i m e s

Satuan...
Puluhan...
Ratusan...
Ribuan...
Puluhan ribu...
Aku tak 'kan bisa Mengulang waktu...
Bukan aku yang menciptakan...
Bukan aku yang membuatnya ada...
Yang indah saja...
Yang senang saja...
Jangan yang sedih...
Bukan aku tak pernah merasa kuat melawannya...

Ini Rasa Bukan Dosa!

SoRe=Langit Mendung=Bir

Macet...
Itu saja yang membuatku penat!
Kakiku harus berulang kali menginjak gas dan rem...
Pandangan ke depan,
Pijakan rem menyilaukan kacamataku!
Setengah mau,
Setengah tak mau...

Keadaan tanggung?

Selamatkan aku,
Pada tujuan...
Rumah!

Seorang ibu manis,
Menanti dengan kata-katanya...
Senyum dari mulut kecilnya,

Aku mabuk!

Itu saja penyampaian yang membuatnya bosan tentang sebuah arah yang tak pernah kutentukan...

Tanganku berpegang,
Kiri dan kanan?

Perasaan ini anjing!

dramatis

Seputih-putihnya langit...
Sebiru-birunya langit...
Hatiku tetap MURAM?
Cuma itu yang dapat kunyatakan,
Kukatakan Rasa GALAU...
Yang tak berhenti dan Tetap berpihak padaku!

Apa
Kau tahu?
Apa

Kau masih mau tahu?
Aku selalu Muram ,
Selama langit-langit itu terhantar untukmu...........

Aku Tak Pernah Menyesal!

u k r u d i t

Sebangga-bangganya
Aku...

Kau Tetap hormat pada Satu tiang!

Seindah-indahnya yang kubayangkan...

Kau tetap Pada pendirianmu!

Tidurlah,
Biarkan kata-kata itu terhapus oleh tanganmu...

Tanganmu ,

Dan canda peredup asa yang mati karsa!

Menjelang mata yang hanya dua butuh tertutup,
Menyambut detik-detik pagi gulintang...

Memimpikanmu,

Derasnya Pikirku

Di belakangmu!

Tuesday, April 28, 2009

lone ly oh lone

Kupecahkan lilin yang menyala di gelas itu...
Kupejamkan mata dan hilanglah gundahku...
Saat memeluk wangi yang menghantui berjuta hasratku...
Hanya ingin,
Bercinta!

Cemas

Cemas membakar batang per batang rokokku...
Dengan kemuakkanku terhadap gelasan bir mesti kuteguk...
Merengguk atas mau yang melewati batas akalku...
Entah ini isyarat hati atau bualan sendu merdu Sang Pujangga yang tak lagi punya jati diri...
Per kata yang terangkai lamur,
Melumuri per kata lainnya yang akan tersusun...
Mabuk akan keadaan yang itu-itu saja,begini saja?
Entah dan entahlah mau berbuat apa lagi...
Pintu-pintu yang kehilangan Satu kunci,
Kunci patah tak kan Terbukanya Hati...
Merana dan meranalah kini,bentuk Lamunan menjadi sebagan Galau yang berstruktur huruf-huruf penting 'tuk diingat angka-angka buntu!
Sifat kasarku menyanyikan per bait lagu...
Sikap mauku,menaruh harap pada Tuhanku!
Datang 'tuk bersinggah pada malam kelambu...

1 dalam mimpi

Saat dunia ku anggap indah...
Gemerlap malam dan kesunyian hati merajaiku...
Tak ada yang mampu menghentikan,
Rasa-rasa yang indah seperti dunia yang memang ada penghuninya!

Indahkah memiliki mimpi yang menjadi bulan penanggung derita?

Berikanlah satu saja,sekali lagi...
Satu dalam
MIMPI!

bedeuh...

Aku tak 'kan meminta,
Aku cuma menenteng satu lentera,
Aku tak 'kan memintamu mendekat...
Agar ku rasa lentera itu berguna!
Aku cuma butuh diingatkan,
Mimpi tetap di bawah alam sadar...
Bunga tidur yang terhantar oleh hasrat-hasrat yang tak terlampiaskan itu Jerat!
Aku tak 'kan meminta lebih dari dua kali ,
Atau sekali saja di rajut untuk selamanya...
Selamanya Jatuh Hati Tanpa Memiliki!

indahnya kata

Lugasnya kau katakan itu...
Menusuk-nusuk susunan hatiku yang sedang berbaris...
Aku akan berhenti,

Dan Menyimpan semua di kotak kecil yang 'kan menjadi kotak terindah yang terpajang di meja kamarku...

Sungguh...
Indahnya atas pengakuanmu,

Aku pun tersenyum !

Monday, April 27, 2009

one o friday o nine o no faith

Disinilah Musnahnya Sebuah Kata Sayang... Sikap manja dan wajah Indah itu pudar!
Kini Hanya aku Yang merasakan Musim Kemarau sepanjang waktu setiap hari yang tak tertebak,dan tanggal yang Begitu menjebak...
Airmata yang menetes lalu,terusap oleh lelaki tampan yang tak pernah mencintaiku!
Di tempat gelap ,
Beralunan lagu-lagu yang harusnya buat badanku bergerak...
Tapi aku hanya menelan air dari mataku,
Membiarkan kebisuanmu menjadi bisul di hatimu!
Semoga Terlupakan,
Hari busuk itu..hari yang membuatku tak percaya lagi tentang keberadaanmu di hidupku?
Sukma...lubuk hatiku,di dasar jiwaku tetap merasa saat pertama kali Sakit Hati!

sepatu hitam


Melalui jembatan goyang,satu hal yang menakutkan...aku tak bisa melakukannya!

Cuma itu yang buatku pasrah,saat aku tak mau mencoba...

Sepatu hitamku yang tak pernah ku cuci,
Juga tak jera ku memakainya...
Tetap ku puja-puji,
Karna ia milikku untuk lalui jembatan goyang itu!

dua alur

Koma adalah Harapan
Hidup Baru Dimulai
Sesekali Berangan
Besok terang 'kan Datang
Gelap 'kan Tenggelam

Titik adalah ancaman
Bahwa tak boleh bertentangan
Terselip satu koma
Permisi ada yang mau lewat

Hidup tanpa Koma berarti besok tak ada lagi kesempatan
Hidup tanpa titik berarti kesempatan Hilang

Dipikir dua kali
Dipikir tak ada pikir
Pikir saja komamu sebelum Titikmu terancam

ho pe le ss

Malam...
Pagi ini Dingin!
Siang tanpa sepi...
Sore selalu Tentang Langitku!

Detik tanpa menit,
Jam mengejar ribuan waktu...

Tanpa melihat,tak tersentuh...juga menyentuh!

Harapan ,rasa terbuang, kembali tertunduk...
Mencari-cari kesulitan yang baru,yang lebih sulit lagi?
Belajar...
Mengenali lebih jauh,di langit yang tak pernah terpejam saat kilaunya memancar pada satu Titik!

Cinta ,akan berada tepat di lubuk hati yang 'kan sulit bicara..berkata,Dan Diam sejuta bahasa menerjemahkan atas mau tak mau Aku meninggalkan sebuah tempat yang ternyata bukan untukku ,bukan tempatku!

relungku yang terdahsyat

Aku tak percaya lagi,
Tak percaya tentang kumulatif dalam negatifnya akal dan hatiku yang semakin dibusuki oleh borok yang bernanah...
Menjijikkan!
Menahui makna sebenarnya,
Memberikan yang baik dari yang terbaik untuk seseorang...yang berhati Baik!
Setidaknya satu diantara mimpi,terbuang...
Di jam ini,aku harus berusaha menganggap borok itu t'lah pulih menjadi kulit yang halus 'tuk diusap seorang berikutnya?

Semoga Tuhan benar-benar tidak Tidur,dan selalu membanguniku saat tertidur...

Saturday, April 25, 2009

SCORE!

Gema rasa yang terusik badan bumi!

Terlalu asing...

Disini cuma menahan ,tertekan...teraniaya oleh egomu,atau lebih busuknya sikapku?

Menghantam tulang rusukku,
Meremukkan hatiku yang t'lah hancur!

Picik...

Ternyata,
Tentang kalah dan menang!

Aku tak akan menghajarmu balik...

Kubiarkan kau,mencabik-cabik rasaku!

Friday, April 24, 2009

mu

Menemani dengan cinta-cinta..lagu-lagu bersama cinta-cinta!
Khayal bersama para pemuja...
Senyum bersama bayang-bayang...

selalu bersama,
Dalam cinta,
Bayang,
Lagu-lagu...

one message dan berlalulah

Aku tak butuh balasan lagi...
Dari ribuan huruf,dan jutaan menit ku menunggu!
Aku sudah Muak,dengan Kebodohanku sendiri!
Selama ini dalam bulan ke bulan...
Aku sedang tertidur,tibanya aku bangun tersiram air dingin sekali!
Hingga aku pun paham...
Aku harus menghentikan semua laluan,
Berhenti menunggu balasan kata-kata,
Berhenti mengirimkan sejuta harapan!
Bahwa sepantasnya manusia belajar...
Belajar dari Sebuah imajinasinya untuk Senang ,Karena bisa menang memberi waktu lebih dari satu kesempatan! Karena mampu mengubah benci menjadi rasa sayang..tapi itu Percuma!
Aku harus Senyum dan senyum...melawan panas dan dingin bumi ini!

opera sabun

Lukaku ialah Lukaku,tak perlu kau merasa iba akan lukaku!
Tak perlu kau merasa,
Kau berhasil menjeratku dengan bayang semu!
Walau berat,begitu beratnya...
'Tuk tetap berdiri tegak sebagai lampu listrik penerang jalan malam,
Tanpa cahayamu..aku mampu menyala!

Cuma Dusta dalam Sandiwara Yang kuberi Seribu tepukan...atas Kepalsuanmu!

Jangan lagi Mencicipi sedikit saja,
Manis Cintaku!

Karena aku terlanjur Mati Rasa...

unsub

'Kan kuendapkan rasa ini selama-lamanya,sampai aku tua...
Sampai aku merasa,pada umur 30...
"tak terasa 10 tahun kemarin aku sedang belajar berjalan...hingga kini aku kuat berpegang!"

'Kan kuceritakan pada malam, di umur 30ku...
Ketidakjujuranku,yang tak pernah kau mengerti saat-saat yang mengerikan itu akhirnya Terlalui dengan Sadar dan Diam!

Ketika dan merindukanmu..selalu dan Selamanya!

post

Kosong...

Yang aku tak punya,kau mesti punya!

Kau harus berisi...
Berisikan apa ingin dan maumu!

Isi...
Jika memang tentang pagi yang sombong,malam ini tetap harus hening!

Dinding kamarku terbelah,bicara persetan dengan Semua!

sampah

Ternyata aku yang menjadi Tong dan sampahnya...
Ternyata aku Merasa Lebih Sakit Dan Sakit lagi!
Tidak cukup sekali,tapi dibuat berulang-ulang...
TEGA!
Lebih dari Sadisnya manusia yang tak punya Hati ,yang baru menyukai..bermain hati!
Ini untukku,
Terima Kasih...
Selalu ada petunjuk untuk aku menentukannya!

Saat ini,
AKU HANCUR...

Thursday, April 23, 2009

terbaik Terbalik

Sendiri seperti ini,
Menahan gigilnya rasa dingin...
Menghisap berbatang rokok dan kehausan...
Seharusnya aku terbiasa 'tuk menikmatinya?
Sendiri dan sendiri...
Yang t'lah ku lihat, yang t'lah ku rasakan,yang Tak dapat ku miliki!
Seandainya...ia tahu,apa itu Pemikiran dan Perasaan?
Bahwasanya,ia pun tak membuatku tersiksa...
Seperti ini,
Selalu malam begini!
Mata setengah hati,
Anti mencuri dan takut di curi lagi...
Aku manusia,
Setengah daya!

Bernyanyi dalam hati,menangis dalam mimpi............

Wednesday, April 22, 2009

i have 2 go

Tak ada lagi yang dapat membuatku Tenang...

Tak akan ada lagi yang membuatku bimbang...

Segala rasa t'lah Hilang...

Terpaksa aku Bilang,

Lebih baik aku Sendiri...

Tuesday, April 21, 2009

when

Ini lebih dari kata Sakit!
Harus lebih lagi!
Apa ada yang lebih sakit lagi?
Penuh rasa pengertian,setelah keji dan kejam...
Penuh pendirian untuk tetap berdiri tertusuk duri di ujung jari kaki!
Sakitnya...

SAKIT SEKALI!

Lebih 1 Menit

Aku seorang perantara...penghantar lagu sedih,dan duka sepanjang hidupnya!
Sebagai alasan...Aku makhluk Tuhan,pasti salah!
Entah bagaimana lagi caranya memancarkan satu bayangan untuk kuikuti...atau mengikutiku dalam sadisnya sebuah nyanyian!
Saat ini cuma sisa dari separuh hati yang ingin dibentuk kembali...kepingan yang retak di masa yang lalu sebagai sarana buat aku belajar menyambung kepingan-kepingan lelangit, yang tak pernah bosan mengajariku tentang senyum dan kemuraman itu Pasti!
Aku Memang Tak Pantas Sempurna...

s o r e - s o r e


Detik-detik Ketakutanku...
Apakah malam ini tetap bertemankan kemabukkan?
Niatku...
Hanya itu mauku!

Menang dalam kemabukkan...
Lega rasaku menimpa bathin yang menyiksaku!

Kalah dalam perlawanan...peraduan bulan,bintang,dan isi bumi akan Lenyap seketika!

Aku bisa apa?

xSALAHx

Membendung Hasrat...

Kegelisahan !

Haruskah aku merobek hatiku sendiri?

Mengejar aku sampai ke ruang sepi...

Aku benar-benar Menyerah akan ini semua !

Seakan hilang...

Terlihat dan Tidak akan pernah ada !

Mungkinkah bintang terlihat pada langit-langit yang mengumpat?

Tidak Akan Pernah Terjadi...

Salah tetap Kesalahan !

hari yang Candu

Sisa dari hari yang lain...

malam t'lah usai!

Menjemput mentari yang terpaksa bersinar...

Terlepas,
Terhempasnya ragaku karna jiwaku melayang jauh...

Menggambarkan wajah baru!

Koma dan koma ,
Tanya?

Aku tak boleh KALAH oleh Rasa...yang buatku GILA!

tidur dengan 10 jari

Kita berdekatan,
Sayangnya ia sedang tak berbicara?
Hanya berbatas guling...
Aku terlanjur mendengarkan ,pilu!

Dari setiap bangun dan jatuhnya musibah...

Peraduan taman di jiwa,
Tentangnya bukan aku!
Tentangku bukan sendu merana...
Semoga, ia tahu tentang Tuhan!

Genggaman tatkala membakar asmara,

Aku meminum susu hangat yang kau buat...
Manisnya tanpa gula!

Ibuku, genggamlah tangan pengertian yang lain!

twelve and minus

Hari,Tanggal,bulan,dan tahun...
Kurangnya dari detik,menit,dan jam yang bergerak!

Cepat,tepat...
Titik!
Aku hina!

Menghina diriku sendiri...

Ingin bersedih?
Sudah besar...
Berbesar hati!
Tak ada hari,tanggal,bulan,dan tahun yang tepat...
Lebih lama lagi,aku menunggu tanggal dan bulan kehinaan!

mengenal jam

Waktu bangun,

Waktu kantuk!

Duduk...
Meratapi gelisah!

Lupa kalau dirumah, sepi!

Lupa kalau rumah ini tempatku bangun setelah mengantuk?

Sadar.. Sadar..
Sudahlah,sudah pagi!
Sadari tentang sadar ini pagi.. Bukan malam jam 7?
Bukan siang jam 12?

cerita Tolol

Sedihnya,
Cuma
Tolol!

Lukanya,
Karena
Tolol!

Perihnya,
Hanya
Tolol!

Tolol cuma Khilaf...
Cuma pura-pura sedih!

Tolol karena bohong...
Karena pura-pura puas!

Tolol hanya tolol...
Hanya bayangan!

Bayangan...tolol!

retak

Tentang hati...
Hati?
Hati!

Bermainlah...
Bernyanyilah...

Lagu "hati",
Hati?

Menggeser kata-kataku,menjadi...
Sakit?
Sakit!

Nikmatilah...
Renungilah...

Tak ada nada,tak ada kata,
Airmata yang tak menetes dari mata...

Tak mau lagi,tak ingin lagi...
"hati" dan "sakit" ,
Ini seharusnya bukan "sakit hati"!

terpaksa

Aku menuliskan kata-kata ini...
Seharusnya tak perlu jujur,
Aku sudah muak dengan diriku!

Tak ada kata-kata yang butuh di baca,
Disini...semua ilustrasi jatuhnya sebuah mimpi!

Menjadi manusia yang mendapat tempat...
Meneduhkan diri dari derasnya hujan yang selalu tiba-tiba turun!

Sudah sesalku...
Atas rasa-rasaku!

Selamat malam...

Sunday, April 19, 2009

pink


Kau tuangkan 1500ml ke dalam cangkirku, kepenuhan!
Dan aku tak punya cangkir yang lain 'tuk 1500ml nya lagi...
Sungguh dalam rengguh,aku tunduk merunduh!
Tak ada yang sempurna untuk ku tenggak,ku minum...
Ku basahi wajahku dengan air yang randu,sendunya melihatmu!
Aku melamun setelah tak pernah meneteskan seuraian bayang semu...

Derai gemulai,
Masih dalam waktu satu nanti...berjalan dalam mimpi!

Thursday, April 16, 2009

gulir

Siangku gelap...
Muramku mencintaiku,

Petir beradu di langit yang sedang menangis...

Airnya mengalir hingga jalan yang kulalui menjadi basah!

Yang hilang dan tak 'kan kembali..
Yang datang dan tak ingin kutemui...

Setidaknya,hela nafasku dapat tertampung oleh paru-paruku sendiri...
Tak selalu bergantung padamu,walau seharusnya kuingin kau gantikan nafasku dengan nafasmu!

Hidup ini harus indah,hidup ini harus memberikanku warna...
Yang lain dari hitam dan putih!

thatz all

Malam ini indah,
Kupenuhi hati ini dengan duka...
Kubaluti hari ini
Dengan luka...
Dukanya terluka!

Apa yang kau pikirkan?
Aku tak memikirkan orang yang tak mampu berpikir...

Apa yang kau mau?
Aku tak memaksamu turuti mauku!

Kita t'lah berada ditempat yang jauh berbeda...
Kita tak akan pernah bersama-sama!

Sudah!

Wednesday, April 15, 2009

Topeng

Aku ingat saat kita sedang egois dalam waktu yang selalu membuat kita merindu...
Aku mengejarnya berjam-jam ,
Titik demi titik hingga tak jengah aku berkhayal!
Khayalanku tercapai...
Walau Bibir itu terlanjur terlumat oleh yang lain, diantara kegentinganku menanti sebuah jawaban yang pasti!
Darimu...
Dan mengusik rasa penasaranku,
Buku coklat sang saksi bisu,
Menggilanya tentang waktu-waktu yang dinantikan,
Pertemuan!

Menggelitik sekujur tubuhku,mengingat,mengulang...
Cerita lalu!

R.F

Lagu itu menyakitkan...tepatnya setahun ini yang kau berikan padaku!
Sebuah daya tak mampu menampung sebuah nyanyian menyakitkan...
Kejujuran adalah baik dan benar!
Atas segala sikap,semua rasa kau satupadukan dalam satu saja...satu irama kejenuhanmu dan itu Pasti!
Upayaku terabaikan,isak tangis buah manis yang kau makan...
Diam di atas api yang kau tahu,itu panas!
Panas sekali...
Aku selalu membiarkan kedua tangan ini tanpa menggenggam,karna hanya tanganmulah yang sanggup membuatnya pas untuk digenggamkan!
Setidaknya,
Lagu yang menyakitkan terganti oleh kesadaran kita..
Yang kau cari-cari,
Yang kau harapkan di setiap pagi sunyi ternyata tetap tanpa tulisan "Selamat Datang di Hari Baru", adalah "Berbahagialah pada Satu Cinta" ,
Boleh serupa tapi tetap tak sama,boleh sama...serupa yang 'kan kau dapatkan!
Lagu menyakitkan itu...

tahun bisu

Serasa...
Tak ingin hidup dalam TAHUN!
Tahun yang hanya menciptakan bulan-bulan 'tuk menjeratku dalam keadaan yang SAMA!
Gelisah, resah, bingung,takut ...amarah!!!
Sampai kapan?

Menuntut keadaan menjadi lebih menyenangkan...menuntut keadaan menjadi berbunga-bunga?

Apa yang kudapatkan?
Bunga layu yang tak bisa kupaksa mekar dan kembali indah...

Mekanisme pikiranku,hatiku sudah tak berbentuk...HATI!

Mungkin...
Mudahnya waktu dalam MENIT,
Agar tak menjadi kemungkinan sia-sia dalam Tahunan!

C i n t a

Memaklumati rasa,
Seperti menikmatinya di tepi pantai dan berlayarlah...
Mengarungi setiap rasa,berbeda dari yang ada...
Menyelami dan kuingin selalu cinta!
Apa saja yang ditawarkan?
Dari cintalah aku mampu mengadu...
Terbuai dalam arusmu,
Cintaku yang lenakan bayangku!
Bayangmu hilang,dan cinta pasti tak mudah terhapus...
Hati kita yang sedang berpisah,
Ceritakan nanti setelah kau mengerti,
Setelah kau tahu inilah Cinta!

Tuesday, April 14, 2009

s e m u

Semua akan cepat berlalu!
Malam ini dalam gelisah semu,
Tentang semua yang semu...

Wanita memang egois,lelaki pun boleh egois...

Orangtua egois!
Anakpun sama...

Segala yang kuterima,
Rumah ini sepi!
Muramnya muka kita...

Salah satu dari kita melepaskan pegangan tangan,
Yang kita tau tentang masa bodoh!

Andai Tuhan dapat aku ajak bicara dan bertatapan..
Aku hanya ingin bercerita semua hal denganNya!

Semu jauhi aku...

Sadarku Sabar

Berangan-angan dengan pujaan hati...manusia punya harga diri!
Kata-kata dan segala sikap yang t'lah kau berikan...membuatku semakin memahami arti "Sabar"!
Selalu terpaku diam...menjaga hati yang lain,
Aku bosan tapi aku tak pernah mengkhianati kata-kata yang baik untuk dapat kau nikmati...

Aku punya hati!
Kau pun pasti lebih punya...

Monday, April 13, 2009

aku cuma ingin menikmati


Salah memang,
Aku mabuk dengan bergelas bir...
Saat ingat rasanya sakit hati,lebih baik aku berkhayal dengan sedikit kandungan alkohol dan berharap aku tetap hidup di hari esok!

Sempurna,
Aku menjaga diriku...
Detik ini tanpa airmata?sekalipun aku masih boleh untuk menangis?

...aku tak sanggup untuk kali yang ini...

menjagamu

Ku maafkan,
Ku relakan yang lalu...
Tapi jangan buat dirimu lebih tersiksa dibanding aku!
Ku ingin kau seperti dulu...
Mencerahkan gelapku,
Dan memayungiku dari terpaan hujan yang tiba-tiba turun mengagetkan!
Ku mohon untuh sekali di sisa waktu,
Terangi dirimu dan lepaskan semua...
Aku selalu menjagamu!

senyumlah


Tetesan hujan yang turun..semakin membuatku merasa, airmata tak boleh menetes!
Kuatkan dirimu, ingatlah esok masih butuh sambutan hangat senyummu!
Cukup aku yang merasakannya...
Segala makna yang kosong!
Yang sebenarnya butuh makna yang lebih lagi?
Aku tak 'kan pergi darimu,aku bertanggungjawab atas rasaku!
Biarkan dulu...
Aku percaya Tuhan menemani gerak dan langkah kita!

Sambut


Selalu kunanti...

Aku siap menghabiskan dua bungkus perhari!

Aku kuat memabukkan diri...

Salah itu bukan merusak orang lain!

Benar itu akan kubuktikan...

Langit muramku,jangan menghindar!

Aku kekasihmu...
Selamanya!

kecewa

Terbujuk akan pengabdianku,

Cinta itu bukan setia,
Ternyata cinta itu rela untuk disakiti...

Paradigmaku pada cinta,
Sudah tidak lagi indah!

Biarlah Senyum,
Yang menggambarkan sisi lain dari cinta...

Biarlah Rujuknya membuat kata "Maaf" menjadi "Selamat Tinggal Untuk Selamanya"!

Kenangan hanya membuka luka lama,
Tentukan saja langkah yang terbaik untuknya...

Berbohong karena gengsi,bukanlah jalan!

Jangan mengumpat dari apa yang kau rasakan...

Tunjukkan padanya,pada dunia!
Sekalipun hanya aku yang merasa paling kecewa..............

Percayalah

Aku pantas bahagia,
Dibanding kalian yang lebih dulu berbahagia!
Setiap pagi yang terlewatkan,
Dan malam-malam kegundahan...
Aku pun pantas bahagia,
Dibanding kalian!
Semua permintaan,
Aku teraniya bersamanya...
Pagi ingin kubuat menjadi malam,
Dan malam tak melewati pagi!
Pagiku ini cukup menorehkan kata-kata lagi...
Malamku nanti pasti tetap membosankan!
Aku ingin percaya bahwa kau bukan satu-satunya saat ini...
Percayalah!

Tulis

Aku tak punya pena,dengan kata-katalah aku menangisi Hidup!
Aku tak punya kertas,dengan judullah aku menanggung derita!
Serba tidak punya,ingin dipunyai,atau mempunyai?
Kosa kata berantakan...
Kehilangan kendali dari huruf ke huruf,dari kata ke kata!
Ibuku belum tertidur,sama gelisahnya denganku,hanya bedanya dia sudah tua dan aku masih muda...
Artinya berbeda!
Mencari kesamaan adalah membenturkan perbedaan pada tulang rusuk manusia...
Pulaskan tidurnya,biarpun aku tak punya kertas dan pena?

jika aku bukan aku

Jika kau bilang , andai aku bukan aku...

Pelampiasan dari sebuah makna yang sesungguhnya...

Sebatas rasamu ,
Agar aku tak terjatuh lagi...

Maaf,
Seharusnya tak begini...sayang!

Masih ada besok,lusa,atau mungkin aku masih dikasih kesempatan begitu oleh Tuhan...

Aku akan menyayangimu dengan cara yang lain!

24/03'09 23thn 054576

Umurku larut,
Saat di dalam kamar mandi tak sengaja ku melihat angka dan huruf itu!
Aku takut akan rasa takutku!
Terlambat untukku ucapkan..."menyesal"!

Tuhan,
Di permadani ini tanganku terus ingin mengetik...
Sampai kantuk menjemputku!

Tuhan,
Di alas ini sungguh empuk...
Masih pantaskah aku bilang "bersyukur"?

Umurku bohong,
Aku tak mampu mengatasi takutku,bingungku,gelisahku...

Uratku ada yang masih menggumpal ,sisa dari ngilunya aku di angka dan huruf itu!

Aku tak ingin berada di kamar ini lagi, di tempat tidurku ini...
Atau aku harus kembali mengulang waktu dengan angka dan huruf yang percuma?

Atas nama warna...
Jika putih belum pantas untukku dapatkan,setidaknya hitam bukan menjadi abu-abu di dalam hidupku!

Jawablah!

Aku harus TIDUR...
Mereka masih beruntung,daripada tak inginnya aku untuk tertidur!
Aku harus BANGUN...
Mereka tak peduli daripada aku!
Aku harus selalu menuruti kemauan hidup...
Tuntutan atau kewajiban?
dan menghempaskan HAKku!
Aku butuh dari sekedar tidur dan bangun...
Bangun dan tidur,begitu saja,setiap hari!
Setiap hari hanya kejar-kejaran dengan waktu...
Setiap saat hanya mengejar waktu-waktu yang tertinggal!
Apa ini?
Hidup? Suntuk? Terpaksa menerimanya? Penonton setia? Penyair lugu? Wanita kesepian? Anak durhaka? Makhluk tak bersyukur?

Apa aku harus terus bertanya?
Apa aku harus selalu menjawab?
Mengangguk dalam hari-hari sepiku...

#maaf

Mimpi adalah bualan Sang Malam...
Cinta adalah cerita konyol Sang Manusia...
Waktu adalah Anugerah yang Tuhan berikan...
Aku adalah Aku...

Cukup dengan mimpi aku mencintaimu,
Sudah cukup waktu yang terbuang untuk memikirkanmu,
Biarlah dusta mengelabui mimpi dan cintaku dalam waktu-waktumu...

Sunday, April 12, 2009

0,5

...tak ingin mengira-ngira lagi,telah habis waktuku...
...malam ini,tetap tak tenang,tetap dalam bimbang...
...dapatkah aku senang?
...tak butuh di tarik-ulur,atas keibaanmu...
...cukup dengan setengah hati,kau membaca tentang semua ini...
...apa yang harus aku bilang?
...lelahnya aku,terpuruknya aku...
...pelarian cinta bukan denganmu,bukan juga padaku...
...terimalah aku sebagai penanggung deritamu...

Untuk Lebih sadar,
Untuk tidak menemuiku lagi...

dan

Dan ku hanya bisa terdiam, membiarkanmu menilai sikapku...
Dan ku hanya ingin sendiri ,mencari yang selama ini tak pernah terpikir olehku untuk mencari...
Apa kau ingin yang lebih gila lagi ?
Saat aku bosan dengan rasa serba salah...
Apa kau ingin yang lebih lagi ?
Lebih membuatku bingung,
Lebih membuatku tak tahu-menahui yang ada di kepalamu!

Dan berikan waktu di rasa-rasa yang lain...

Saturday, April 11, 2009

jazz


Bersamamu…
Menangis dari waktu ke waktu,
Tertawa dari waktu ke waktu,
Menghapus yang t’lah berlalu…
Dalam ragaku yang utuh!
Walau jiwa tak ‘kan menyatu,
Walau cinta tak ‘kan bersama…
Walau kita selalu jauh!

Friday, April 10, 2009

jika itu andai saja

Andai aku tak perlu menghabiskan berbatang rokok,menunggumu...'Tuk sekedar basa-basi menyapaku?

Andai aku tak perlu berkhayal bersama kata-kata disini,disana...dimana pun kurasa harus membayangkannya?

Andai aku tak merasa butuh,di obati karna luka belum mengering di hati ini...

Andai aku tak mengenalmu dengan cara yang menyakinkan...semua akan baik-baik saja?

Andai aku dapat tersenyum,meninggalkanmu dan kita tak pernah kenal...

Sesal diperandaianku,
Menyambung kata demi makna...yang kau tak perlu tahu!
Yang tak butuh kau berikan sumbu...
'Tuk kunyalakan api asmaramu!

posko dua


tepatnya setahun belakangan ini...

aku membuang banyak uang , membuang banyak tenaga!

tapi aku mengumpulkan energi baru, bercerita di kebisingan...

menatap gemerlapnya...
tanpa pelukan hangat, berdiri, bergoyang penuh harapan!

setiap datang, dan pulang...
tidak ada satu pun yang aku bawa dari sini,

kuncinya kepuasanku!

membuang JENUH...

berbagai kisah terukir disini,
emosi yang menghancurkan para bathin yang merasa dirinya manusia!

satu per satu hilang...
aku tetap berada disini , tetap menikmati!

aku pikir, tak ada sesuatu yang harus ditinggalkan begitu cepatnya...

sekalipun rutinitas ini hanyalah sia-sia!

berkali-kali aku bertanya di dalam keremangan ini...

adakah satu titik ?

mereka berhenti mabuk!

dan membawaku pulang....

mencairkan sebuah kebekuan t'lah ku sandurkan,
pada setiap orang!
orang-orang yang membuatku senang...

senang bersamanya,

hingar-bingar yang membatasi ruang ke ruang,

jika mereka berhenti mabuk,aku akan tetap mabuk!

setidaknya bir menguasaiku hingga aku menyadari....

SENDIRI ITU harus DINIKMATI!

campur


Resapilah...
Secangkir kopi yang ku minum ini akan berarti!

Pahitnya terkalahkan oleh manisnya...

Seduhkan secangkir kenikmatannya lagi dan lagi,
Sampai aku mengerti!

Manisnya, lebih terasa...
Tak perlu melihat warnanya,
Cukup dengan rasanya!

Dengarkanlah...
Lagu diantara seduhannya!
Lagu sedih,
Aku yang menyanyikannya...
Dengar sekali ini saja,
Bersama bercangkir kopi yang kau minum setiap hari!

menundukkan pandangan

Ingin kembali...
Seperti beberapa jam yang berlalu!

Jujur,
Aku tak kuasa menahannya...

Aku tak berharap kau membaca semua keluhan hatiku disini!

Anggaplah puisi adalah penipuan..

Biar aku berpikir sementara waktu,
Memejamkan mataku dan pergi dari waktu-waktumu!

Selamat Siang


Aku tak 'kan mengganggumu lagi,
Cukup lelah Menanti dan menanti...
Jengahnya aku!

Remuknya hatiku,
Aku harus selalu berpura-pura menerima
Maumu yang bukan mauku!

Sadarkah kamu?

Aku bertahan untuk mengukir senyum di wajahmu...
Berusaha 'tuk selalu tenang menghadapi kegalauanmu!

Tapi apa untukku?

Keacuhan...
Angkuhnya jiwa dan ragamu!

Rasakanlah nanti,
Tuhan tak tidur...
Tuhan tetap menghukumku,
Terpenjaranya rasaku!

Selamat Berbahagia bersama ketidakinginanmu,selamat siang dengan ketidaktahuanmu...

1 vs 2

Detik ini mengingatkanku pada sesuatu...

April di tahun lalu, atau sejengkal lagi kau berlabuh?

Sejenak.. Aku takut, sangat takut!

Takut pada rasa takutku sendiri...

Nyaris gila!

Malahan nyaris bunuh diri...

Berbulan dalam bisu,berbulan dalam siksa,berbulan itu ku tak mengenalimu!

Saksi bisuku,bungkamkan mulutku...
Aku hanya ingin menuliskan,
Sebanyak-banyaknya kata dari bulan yang tepat setelah masa sedihku cuma membuang waktu!

Maaf, sejuta puisi terabaikan

Failed


Kalau aku mesti merasakan Jatuh Cinta dan Sakit Hati lagi...
Semestinya Tidak kurasakan Keduanya,
Padamu!
Kau bukanlah Bahagia di jalan terakhirku,
Meskipun kuinginkan
Jatuh Cintaku disambut olehmu...
Ini tak harus menjadi sebuah cerita,
Ini tak seharusnya berlarut-larut lebih lama lagi?
Marilah bergandeng tangan , menyambut semua langit yang muram...

Thursday, April 9, 2009

K A T A . . .

Hening,
Merengutkan alisku...

Atas salah dan kalahku!

Tak 'kan pernah aku ingin menang !
Tak 'kan ingin ku cepat renggang...

Atas kata dan makna!

Di bawah rasa hinaku,terhinalah aku...

Di bawah rasa sabarku,terinjaklah aku...

Kata adalah selimut bathinku,
Penghangat jiwaku!

Lelahnya dalam keheningan ini,

Ini sungguhan apa yang tersuguhkan oleh mereka..
Tak punya hati,tak punya nurani,tak mengenal harga diri!

Buatlah satu kali lagi,
Dan berperanglah...

Api yang ada di mulutmu sendiri,tak 'kan pernah kupadamkan ,kubiarkan kau rasakan panasnya!
Terbakarnya sukma hati...

Suatu saat di luar kata terakhir yang paling terdalam...Kata itu t'lah kuakhiri!

Heart*Hurt


Suka dalam duka,
Suka dalam bahagia,
Waktu mengajakku hingga sampai disini...
Suka dalam hati,
Suka dalam airmata,
Waktu mengajarkan aku,
Mencintai tanpa dicintai...
Suka dalam rasa,
Suka dalam sadismu,
Waktu memberiku tawa hingga hal yang tak pernah terlalui selamanya...
Selama-lamanya hanya dalam hati ini!

dan langit itu

Semenjak aku memandanginya...
Semenjak itulah aku merasa kesabaranku tiada batasnya...
Semenjak aku tau,
Tak selalu yang indah...dapat kumiliku,tak selalu yang salah itu tak indah!
Semenjak ini, kini dari harianku...
Melamuninya dengan senyum,
Sambil terus mencari langit berikutnya yang ku cintai!

"inilah yang dapat kuberikan...bukan cinta,bukan lagi rasa,tapi sabarnya aku menantimu"

Wednesday, April 8, 2009

GANJA

Begitulah aku menikmatimu,cara menikmatimu dengan rasa yang berbeda...
Senandungkan sebuah lagu merdu,buang bising di telingaku..
Berkhayal nan jauh,
Sekhilafnya mauku?
Apakah salahnya mendekap di relungku?
Menyatu-padu wanginya,kukenal..
Kuciumi maksudku,
Dengan seribu fantasiku!
Sesaat saja diam memadu dengan ganjaku...
Syahdu,ramalan hatiku di ujung usiaku!
Sadarkah kamu?

tipu dan rancu

Aku tak pernah menipu,
Jika terpaksa kau suka ku tipu…
Aku tak pernah berbohong,
Jika terpaksa karna aku bingung padamu…
Ada apa dengan tipu dan bohong?
Ada jenuh diantara itu…
Ada ragu yang mengelabu,
Ada racun beradu…
Jika aku terpaksa,
Aku sudah lama mencari kejujuran di hati yang lain,
Tapi yang buatku ada, diantaranya menyatu!

Berlalu


ku berikan TITIK pada kata-katamu,

berlanjut hingga menjadi KOMA , yang selalu tak beralasan...

Sepanjang jalan,
tertatihlah dengan sebuah alusinasi cinta yang tak pernah bertuan!

siapa?

siapa yang ada nanti... di sana , di kejauhan mata kita

setelah separuh jiwa perlahan melayang satu persatu menggentayangi jiwa lainnya!

ku berikan TITIK pada maumu,

meninggalkan sepi, sunyi , dan KETOLOLAN !

tak butuh sadar akan ini...
tak butuh waktu membulatkan KOMA pada sebuah asa yang SALAH!

ITULAH SANDARAN YANG TEPAT...
jalan tol jika tanpa mobil yang berlalu-lalang,
tentang ceritamu!

BERLALULAH...

atau kita tak pernah bertemu di jalan yang sama!

k a t a n y a


Katanya… wajahku jangan semuram langit-langit itu?
Katanya… aku pasti mendapatkannya di waktu yang tepat!
Selebihnya ia hanya diam menemaniku, disampingku dengan diam juga,
Ia menatapku indahnya…
Gemulainya memang tak menaklukkanku…
Setidaknya sandaran hatinya ‘kan mengimajinasikan aku kedalamnya…
Mencairkan kebekuannya di atas kebekuanku terhadapnya!

Selama ini,
Selama aku mengenalnya…
Tak ada rasa yang kurang atau yang lebih,
Yang ia tak menyadari…
Sayangnya aku terhadapnya atas segala perhatian yang mungkin terlalu berlebihan atau tidak masuk akal menurutnya itu kejam!
Selamanya…
Sekiranya kita dapat saling mengerti…
Temani aku dalam dukaku,walau tak sebangku dalam sukaku…sampai tiba saatnya kita tak lagi tidur di tempat yang sama!

padahal

aku menantangmu berkelahi ,dalam pergulatan hati!
padahal aku ingin kita sama melupakan, sampah yang lalu!
aku ingin mengajarimu lebih banyak lagi tentang sabar,bukan tentang cinta!
padahal sudah mulai mengubur sakit itu karenamu...
kita tidak punya waktu lagi,
hilanglah dari keinginanku menjagamu dari keadaan busuk ini!
aku sangat sakit hati,jika mampu aku berpikir 'tuk bunuh diri...
andai aku tak begini,tanpa sesal kumaklumi akulah benalu dalam cintaku sendiri!
kau tinggalkan ,saat luka lamaku mau 'tuk memulih...

dalam hati

Di pagi busuk ini ,
Setan yang kau simpan di relung hatimu!
Aku hanya tersenyum,
Melandakan takutnya?
Sudah tiba ,
Ada derita di balik kita...
Yang berat terasa, beban di punggungnya!
'Tuk kita tak hanya begini...
Membusuki rasa dalam hati!

lebih lagi...

Pagi ini,
Aku menangis...
Dengan indahnya!
Bakarlah rumah ini,
Pecahkan jalan yang tak ada tandanya...
Kau pantas,
Melakukan apa saja ,apapun yang berujung menyakiti hatiku!
Aku siap, di pagi ini aku berjanji untuk menghadapi esok yang lebih sakit!

Tuesday, April 7, 2009

miss u love


Aku jadi terbiasa menelan keadaan hati yang seperti ini,
Ludah basiku tertelan hingga terasa bau di air seniku...
Sumpah aku tak ingin membodohi diriku sendiri,terus-menerus diam saat diinjak?
Berpijarlah lampu yang lama t'lah padamkan ruang ini...
Semesta alampun bernyanyi,dendangkan laguku Gelisah tiada arti,sulit ku mencari tambatan hati!

Analyzer


Reparasi dari sebuah makna Harga diri...
Membeli sanitari pemuas renggangan urat nadi...
Alasannya,
Material sumber pengakuan usaha membendung tiap kuasa yang menetes...
Makhluk komersil,
Memijak tanah yang melebur di ujung ketandusan...
Berdiri di atas dinginnya es yang mencair jika dilumati?
Konyol!
Estetika rayuan manusia sepi,
Mulut tak seperti kulit terlembut untuk sembarang dinikmati!
Kenaikan tarif intuisi...
Membuang keaslian sang rimba dari hutan belantara,
Singgahsanamu yang 'kan terapung air di danauku...

Sign Out

...hitungan menit,
Aku terlena?
...aku harus lupa,
Dengan hitungan menit itu!
...apa yang kau mau?
Aku Sedang tersiksa tak bersisa...

...terhinanya dengan keadaan ini,
Rusaknya hati yang mengecil ini ruangnya!

Perdulikan sedikit saja...
Sayangnya aku,butuhnya aku!

tidur

Kantukku tiba,
Semoga kau tetap ada dibenakku..

Apa adanya nanti,sukma di hati terpaku pada banyak cinta,itu kamu!

terbangun tak meninggalkan mimpi...

Arti dari hilangnya bau di permadani...

Tidurlah aku,
Nafasku dan seraup takut yang memilu...

dari Tuhan


Kalau Tuhan mengizinkan, untuk terakhir kalinya...biarkan aku dipelukmu dalam semalam saja!
Sebelum kau benar-benar tak pernah kutemui lagi...biarkan kumenatap kelucuanmu dalam semalam saja!
Berlaku sewajarnya orang yang tak pernah saling cinta...biarkan aku mengusap airmatamu jika menetes dalam semalam saja!
Selimut yang ingin kau berikan,atau keangkuhanku tak mencarimu...biarkan aku dipandu senja di peradabanmu dalam semalam saja!
Sepuas-puasnya jika Tuhan masih percaya aku...
dalam semalam saja?

_Pengkhianat_

Kau racun di dalam jiwa...
Tak pernah kuragukan, selama matahari tetap bersinar!
Kau selalu menarikku,dari sebuah laluan...
Tak ingin dilebihi,
Tak mau disalahi!
Sungguh besar egomu...
Sadarlah,aku ada karnamu!
Ditempat yang salah kita lepas mengadu...
Tapi bukan dicurangi olehmu,karna aku tak ingin berkhianat seperti khilafmu melukaiku!

kini padaku

Aku tak pernah menyesal...
Walau terlihat bodoh,tapi aku mengaku aku cinta...
Serasa tak ingin bertemu lagi,
Atau ingin cepat bertemu lalu pergi...
Menyelesaikan benci di hati,
Menggantikannya dengan sepenuh hati,menyadarkannya dengan kerapuhan disini...
Menyempurnakan serpihan benci, berani 'tuk mengungkapkan aku benci!
Waktu t'lah beranjak dari kekinian hari-hari yang bersanduran duri diwajahku...
Raguku rancu,ditengah sepi yang tak kusesali...
Meskipun harus kuakhiri,
Rasa ini ,benciku yang dulu!

Monday, April 6, 2009

04:00

Tarian kecil...

Rangkaian
Kata...

Bentuk simetrismu,

Sepertiga
Dari tanda-tanda merayu...

Jenaka penutup tetesan airmata di hati,
Senang ria melawanku...

Di ketidakmampuan ,
Satu titik yang tak dapat lagi kubuka...

Komaku beralaskan peringatan kepedihan,tentangnya...

Pukul empat lebih,
Ini kesyahduan yang membabibutakan akalku...

Tak boleh berharap,
Tak boleh menanti...

Sang Bintang hilang sesaat ku mendekat...

sadarilah

Kubiarkan dirinya bermain dengan api,
Cinta yang tumbuh dari kebencian...
Hingga dirinya pun terkurung oleh batas dan masa lalu!

Kubiarkan aku yang merasa,
Merasakan terkhianati dan dikhianati..

Hebatnya rasa diamku,sadarnya aku dalam tiada batasnya kesabaranku...

Demi cinta

cloudy


Yang akhirnya aku memang pantas mungkin,
Mendapatkan ini darimu!
Aku tertekan...

Dibalik derasnya hujan,
Entah dimana dirimu?
Aku sangat merindukan...

Sebentuk kehangatan,
Senyum ceria penghilang duka laraku.. Darimu!

titik-titik h a r u


Aku ingin menjadi kata-kata terakhir untukmu...
Semalam aku dengan rasa HANCURku,
Terus saja kau bilang 'tuk tak menyakiti?
Tak ingin menjeratku,

Tapi nyatanya, aku semakin rapuh...
Tinggalkan aku dari segala rasa inginku menggapaimu!

Seperti bintang,
Yang lama tak kulihat,
Seperti malam,
Terlihat terlalu gelap?

Disini...

Aku menginginkanmu dengan hatiku, tanpa nafsuku...
Menyayangimu,
Sungguh aku Hancur!

Sunday, April 5, 2009

mimpi bisu

Semoga Tuhan tidak akan memberikan keadaan yang kurang dan lebih Busuk dibanding ini...
Tidurku tak lagi nyenyak,
Mimpiku tak larat indah!
Terbayangkan,
Terngiangkan olehmu...

Dart


Dalam langit yang selalu tak mampu berkata... Selalu membisu, hingga BISU !
Tunjukkan langit yang kau anggap indah... Untukku sebagai kenangan ?

Sebagai tanda terakhir bahwa kau tak ingin selamanya tak mampu bicara...
Bahwa kau juga merasa, merasakan cinta itu pernah ada,
Pernah ada!

desak

mudah saja,
Aku mengatakan Selamat Pagi...
Menghirup udara , dalam jiwa yang lelah!
Sumpah serapahku,
Menjauhi wangimu dari bayangku...
Terpaksa ku ulangi lagi,
Selamat Pagi...

Saturday, April 4, 2009

sedikit derita

Rintik hujan membawa sebentuk lamunan...
Aku lagi tinggi!
Dengan sewajarnya...
Tertatih dalam khayalan!
Sungguh meyakinkan inilah yang sangat menyiksa...
Tak ada yang dapat terlampiaskan,
Semua tentang kehilangan dan surat menunggu dtg!
Aku Kesepian...

T E B E T T I M U R


aku beruntung dapatkan ini...
tak mengurangi sedikitpun dari apa yang ada!

beginilah,
yang Tuhan berikan...

bagiku SEMPURNA!

tak ingin Bosan...
selalu kunantikan, seribu langit berikutnya!

sebagai nilai pasti dari sebuah ketulusan alam yang setia bergelora menemani sang penghuni bumi...

j e r a t


Aku tak dapat menerka keadaan lebih jauh lagi
Saat separuh jiwaku melayang
Yang kurasa malah lebih tenang karna menutup kemungkinan ‘tuk tak kembali
Segenggam harapan ku
Membuka lembaran yang memang tak pernah ku beli
Apalagi terbaca
Aku tak Ingin menandakan sesuatu disini yang akan membuatmu terlalu dalam merabanya
Jadikan aku puisi cinta dalam mimpimu
Kuingin kau jerat lebih sadis lagi

kosong delapan


aku , kamu dan aku ...
dia adalah yang kau ambil dari kalbuku !

sementara ... kehangatan itu usai ,
memasuki kurun yang mendebarkan !

mendebatkan antara ingin dan mau!

kamu dan aku ,
terima kasih sejak waktu itu ...

aku dan dirinya,
akan menjagamu !

sepenuh hati ,
semenjak ketulusan adalah selalu menginginkan KESETIAAN ...

beranilah...
membuka jendela hatimu!

*6 1 6*


kemandirianku...
saat aku menahan sakitnya!

muncubit kulitku, meremukkan tulang-tulangku...

mengilukan uratku!

tersiksa disaat aku tetap bertahan untuk mereka...
padahal aku pernah lebih sakit lagi,
aku pernah gila , bukan sakit fisik seperti ini?

saat pikiran entah melayang kemana,
saat jalan yang ku tahu adalah buntu!

tak ada pikirku 'tuk bunuh diri,
atau bunuh dirimu!

setetes saja keinginan ini kena di pipimu...
dan menangislah untukku!

Setengah Hati


pandanglah aku,

sekejap saja !

dengan hatimu,

kalau kau punya...

sebentar saja,

tak akan banyak waktu...

memang tak ada lagi waktu!


Anggaplah aku manusia sepertinya,
tak ada yang serupa,
tak ada yang sama...

jangan kau acuh,
kalaupun aku yang harus kau acuhkan...
tapi bukan untuknya!

" SUNDUT ! "



Nyalakanlah...
api yang t'lah padam,
oleh dirimu sendiri!
buatlah ia menyala dan TAK 'KAN PERNAH PADAM LAGI!

Sempurnakanlah,
dengan hisapanmu...
buang di dalam ruang baru!

Tak akan sempurna,
tak seindah yang pertama...
atau yang terindah yang paling kau rasa saja?

Nyalakanlah...
asmaramu lebih membara dibanding ini,
seharusnya!

tidak diam di bawah teduhanmu...
bergeraklah untuk Mencium bau aspal setelah tersiram air hujan!

hati-hati...
sakit itu terbinasa!

_sebelum semuanya terlambat_


langit akan berganti warna...
entah apa saja?
sesesukanya...
asal jangan selalu sesuka hatimu...

sore terus berganti,
Berlalu demi sore yang nanti Lebih cantik lagi!

selama-lamanya...
TETAP MENCINTAI INI ,
menikmati!

Indahnya Langit-Langit Tuhan...

12 vs 10

Mereka kuat untuk bertahan,
Bertahan dengan menyiksa bathin mereka!

Menunggu salah satunya bicara,
Tak 'kan juga membuat hidup mereka tenang?

Peperangan tanpa senjata,
Menuhani sang gengsi...

Tak ada yang mengajari aku jujur,
Tapi aku jadi tau...
Jika berbohong itu lebih menguntungkan bagi mereka?

Tetap keras kepala,
Akulah salah satu korban dari hasilnya!

OFF LINE


Sadar ku menanti,

masih saja terasa sepinya...

lebih dalam lagi tentang aku!

melupakan bukan untuk dilupakan...

seperti belajar mencintai 'tuk tak tersakiti!

berangan yang indah kembali...

berkhayal yang usai terbawa mimpi!

tadinya bukan ini yang tertulis,

kemana kata-kataku yang kau curi ?

kembalikanlah...

ku mohon,

jangan biarkan ini semakin larut...

aku terlanjur terjerat!

aku bingung?

Friday, April 3, 2009

PENGHIJAUAN


RENUNGANKU...
sekian lama yang terlupakan!
membiarkannya...
melupakan "Dimana aku mengadu?",
Manusia sama tololnya...
sama besar dosanya!
sekalipun ada, yang berpahala hanya penglihatan Sang Kuasa...

selamat siang bumi,
Tuhan adili aku...
secepatnya!

Didalam rumahku sudah lama kebisingan itu berlalu,
keheningan semakin menembus kalbuku...
menusuk jiwa ayahku!

tunggu aku , setelah ini...
di alam mu Tuhan!

G a N t U n G


TERLALU LAMA MENUNGGU...

pada saat dianiaya, hampir GILA!

pikiran kosong... dan semua tentang kebencian!

saat benci harus TERHAPUSKAN...

ku tanam benih rasa cinta,
dan itu pun tak mungkin!

ku sajikan rasa yang lain,
yang lebih kekal...

ternyata AKU LEBIH SALAH MENILAI,
atau aku buta meraba...

benci salah, sayang pun sirna!

Itu yang ku katakan ... Gantungnya keadaan ini?

Bahagia Dengan Main Hati

Enggan meninggalkan tempat yang awal...
karna setia!

Enggan mengakui,
kepadamu karenanya...

enggan Merasa salah,
Enggan bercerita...

Enggan mengabdi,
dalam selimut mimpi...

mimpi menjalani keduanya!

Enggan ku akui...
sebelumnya adalah Engkau!

Dan engkaulah sang belahan jiwa,
dan dirinya terbelahkan oleh racun dari cinta yang kuberi...

detik ini,
keracunanku harus dibinasakan...
waktu ini,
menjeratku akan sebuah Lamunan...
seraya jalanku,
hanya ingin bersamamu!

tanpa main hati...
karena main hati kutemukan bahagia!

... tiga titik !


Menunjuk!

satu yang tepat terpilih...

Pilihan hati!

belenggu jiwa...

santunan ragaku, t'lah habis teraniaya!

melayanglah dalam gelap dan terang...

menunjukkan akulah...

di atas sana,

tersenyum dan melambaikan tangan,

sambil mengibar bendera kuning...

karna sebelum tiada,
tiada lagi petunjuk terbaik untuk jalan yang salah!

Untuk Jalan Yang Terbaik



siapa kamu?
kemana langkahmu selama ini?

aku hanya mendengar dan tak dapat melihatnya...
aku hanya diam, saat kau menceritakannya!

diam dan berpikir...
apa itu cinta?
setelah kebungkaman terus merajai...

kasihanilah, ibuku
ia membutuhkan yang bukan sekedar uang yang memang kau bisa penuhi!
apa yang seharusnya?
lakukanlah untuknya,
demi waktu-waktu yang tersisa...

jangan pernah menyesal,
suatu hari tak dapat menuju tempatnya...

cahaya di Bandung



aku pulang,
bertemu ayahanda...
aku selalu mengaguminya bahkan kasih yang tak terhenti!

sayangku sebagai rasa diantaranya...
aku hanya tak ingin terjebak,
memukul kebisuan itu menjadi ricuh!

sampai nanti aku kembali lagi,
jangan pernah berangan tentang yang kemarin...

masa depanku adalah diriku,
itu sebabnya aku selalu merindukanmu...ayah!

Aku Pun Tersenyum



aku tak ingin kembali dengan masa yang lalu...

hanya mengingatkan cerita pendek yang indah, terlalui dengan besarnya pengorbananmu!

sedikitnya waktu,
yang dapat berbohong...

cuma lebih mengerti lagi,
saat tak harus bersama!

saat semua harus dimusnahkan...

sudah...
sudah pernah terbakar, tak cukup dengan membakarnya!

berilah tempat yang nyaman,
senyaman masa-masa indah kita!

melihat itu, dan airmataku pun menetes...

KATYUSHA

Senyum untukmu...

Pagi ini pada satu cinta!

Menarilah di sepanjang perjalananmu...

Jangan rasakan itu resah,
Jangan bilang kau takut!

Tak 'kan ada yang mau menyakiti...
Senyummu, senyumnya!

Yang akan bersahaja,
Seperti di masa yang lalu...
Di masa yang selalu memburumu,
Untuk bertahan mencintai tanpa merasa dicintai!

Atau selamatkanlah Sang Hati..
Yang baru saja buatmu
Tersenyum, TERSENYUMLAH!

harap

Menyadari..
Bila bulan ada hanya ada pada malam hari,dan matahari tak 'kan terbenam disaat adzan shubuh!
Harapan telah teratasi...
Bila tepat jarum jam menempatkan angkanya!

Indahnya diatas awan sana,
Sebagai penerang para manusia...
Penanti setiap harapan,
Penyanjung Sang Indah!

Selamat Tidur kenanganku...
Tetaplah sebagai Sang Lara!

Thursday, April 2, 2009

Grey



ini cuma bayanganku...
seandainya, aku begini!
menikmati warnaku dengan tenangnya...

menerima apa yang menggelapkan mata...
menerima apa yang menusuk jiwaku!

tidak ada alasanku untuk pergi,
untuk menjauhi tempat yang t'lah kupilih...

aku terlanjur menyatukannya dalam ribuan waktu

aku terlalu memaksanya menyatukan aku dengan waktunya!

sadarilah,
aku butuh yang lain dari setengah mati mengejarmu!

sungguh aku bosan...
sesungguhnya aku pun butuh pelukan!
kehangatan bersama seribu malam nanti, yang 'kan terlalui...

hinggaplah di sari bunga cintaku,
sekejap saja bersamanya...

Berlalulah...

Andai saja,
Aku tak pernah merasakan ini...
Menyiksa bathinku sendiri, menyimpan seribu bisu di hidupnya..
Tuhan, aku ingin bicara, cerita panjang!
Tolong paksa aku bicara,Tuhan?
Aku masih sanggup menangis...

Tertawa disaat aku butuh menangis,
Menanti disaat tak tahu ,siapa yang kunanti?

Sendunya kali ini...

still

Izinkan aku mengajarimu 'tuk bersabar...
Perlahan Menutup fase terakhir di hatimu!
Jangan terlalu lama menikmati...
Keluarlah...
Hirup udara dengan segala rasanya?
Pastikan sang senyum, pelepas sesak di dadamu...
Aku tetap masuk ke dalam jalurmu,walau tak pernah ada tanda senang di wajahmu...

kebijakan hati

hari yang tak bermentari... dedauanan enggan beradu ? jika tanpa sepi... bila ku tak lagi sendiri ? tetap penuh dengan kata-kata... yang ada dikepala dan yang butuh kurasa ! tak menjadi hebat, merasa puas pun itu salah... kesan yang terbalik meragui ? jarak yang akan mendominasi pikunmu... Tuhan selalu tau,tentang ini ! hukum manusia.. adalah berdosa ,taubatlah ! bukan sesaat... bukan jadi lebih sesat ? pengiring waktu membawa bunga yang layu... sirami aku dengan airmatamu!

jangan terbiar...

Lihatlah siapa dirimu!

Tidak ada tuntutan hak... Sekalipun yang kau rasa itu suatu KEWAJIBAN!

Aku selalu melihat siapa aku... Karna tanpa segala yang ku mau itu bukan tentang KAMU!

Jangan pernah menangis,
Kehampaan itu ulahmu jua...

Tampunglah airmata itu karna terlanjur kau perbuat!
Terlalu kau perkuat..jika tetap dengan kesendirianku?

Lelaki harus berani sakit hati,
Tidaklah kini penuh dengan...ketidakpastian!

Aku mencoba lebih lebar 'tuk tersenyum...

penat

Berpikir positif...
Apa yang aku baca,mungkin saja tulisan orang yang sedang mabuk?
Waktu itu,tentang kepositifan pikiranku mengapa jadi luka?
Apa aku sedang mabuk,sama sepertinya?
Sampai disini... Tetap pada maumu!
Ku ikuti ritmemu... Sudah habis waktu, bersama pengabdianku ini!
Berikan aku kesempatan untuk menghapus tinta di kulitmu...

Wednesday, April 1, 2009

ada di hati

Namun hatiku terbuai hingga jiwaku memuai meleburi kerasnya karang yang selalu disirami hujan , namun ku terbuai karna menuaimu dalam satu pohon keramat di halaman rumahku!
Ku ingin kita bicara lebih banyak lagi...dengan SISA HATI !

Hate That i Love You


jujur...
aku tak ingin mengaku,
bahwa rasa ini masih saja mengalir di sungai ini,
sungai kelabu!

tak ada langit di sungai ini,
langit sedang tak mau ku abadikan keindahannya?

dimana alasannya...
alasan aku mengakui tentang bencinya aku mengejarmu!

setiap keindahan pasti ada penyesalan...
tanpa airmata, aku berharap KAU TELAH MENEMUKAN ARTI BAHAGIA yang sesungguhnya!

C.L

...tentunya Wanita yang punya Hati...

sesiapapun yang melihatnya akan tertarik ingin meraba, seperti Lelaki terdekatku telah terperosok di lembah hijaunya...
dan berbulan meninggalkan permadani Wanita terdekatku,
entah apa yang dimaksud manusia yang punya Hati yang rela Main Hati?
mengusik Istana Cinta orang lain...
yang memulai sesuatu 'tuk saling menyakiti, 'tuk mengkhianati, padahal mereka resmi terikat!
tak ada yang patut ku contoh dari Lelaki dan Wanita terdekatku ,
mereka gagal dengan gengsinya , dan apa yang mereka dapatkan sejauh ini Kekalahan dalam diri mereka,mereka Lemah!

mungkin ruang kuasanya teraniaya oleh kejenuhannya bersandiwara ?

untuknya... bahwa ini dunia!
buatlah semaumu... sampai nanti kau telanjangi dirimu dengan rasa malu!

aku akan selalu menjaga Wanita terdekatku , dan selalu menghargai Lelakimu.....