Linimasa

Thursday, August 27, 2015

Bosan Bersedih

Aku pikir aku dinanti. Ternyata tidak. Aku hanya jadi cemohan orang-orang. Kamu orang yang paling kusayangi malah gelisah tentang mereka bukan menjelaskan rindu. 

Dalam mabuk hatiku menangis. Tuhan, aku goblok. Aku terlalu lama bermimpi. Aku tolol. Lepaskan ikatanku ini. Aku ingin bebas dari segala pikiran negatif. Aku ingin terbang tinggi dengan senyuman. Aku bosan bersedih.

Wednesday, August 26, 2015

141

Aku drama. Sedikit atau banyak orang yang tahu tentang dramaku adalah aku drama. Prahara cinta tai kucing membuat hati ini keram. Kadang orang perlu berubah tanpa kata. Hanya lakukan dan lakukan saja. Dan akhirnya perubahan yang dibutuhkan menusuk dinding-dinding ketulusan dengan segudang alasan. Tidak ada yang dirugikan apalagi diuntungkan. Cinta berkarat.

Selamat Bebas

Tanpa kamu sadari aku telah membebaskanmu dari apa yang kamu pikir bahwa aku menyimpanmu dalam keterbatasan. Selalu berdoa untuk yang terbaik meskipun hati dan pikiran ini begitu busuk berbau. 

Tuesday, August 25, 2015

Perlahan Hilang

Perasaan yang hilang dan termaafkan belum kunjung lenyap dari lubuk hati. Terlalu dalam hingga sakitnya penuh drama. Airmata mengering dalam ketakutan. Rasa percaya diri yang gratis serasa beli. Aku sulit berpikir dengan baik ketika tersakiti.

Monday, August 24, 2015

Benar Tak Sebenar

Patah hati itu sakit, tapi kalau terlihat menjerit orang pasti bilang aku gila. Bahkan mereka akan sebut aku bangsat. Hari-hari yang aneh dengan memaksakan diri untuk kuat. Sehari baik, sehari hancur, sampai aku benar-benar sudah sakit. 

Saturday, August 22, 2015

Aku Merindukanmu, Nanti

Judul kali ini tidak memberikan kesan. Setidaknya aku pernah menjadi yang pertama dalam setiap detik di harimu. 

Aku tidak ingin menghitung berapa lama. Biarlah mimpi ini kosong hingga semu itu datang. Ingatanku terbungkam.

Kondisi hati yang separah ini. Pernahkah kita berjanji untuk saling mengasihi? Aku harus lupa. 


Nikotin Cinta

Aku cium kesendirian dengan asap yang tak bersalah, mereka bilang nikotin mematikan. Mereka pikir mereka Tuhan? Aku duduk di lantai bisu, menempelkan kulit pada rasa 'dingin'. Mereka memaksaku mati rasa sekarang juga. Aku setuju untuk mengalah tanpa mengaku "aku adalah satu-satunya orang yang paling setia". Mereka menganggapku kuman, dan aku menilai mereka datang bak prahara. Seperti kekasih yang jatuh cinta, kekasih yang senantiasa rela untuk menerima "janji" patah hati.

Masih Disamping Kopi

Tidak ada kekhawatiran. Tanya-tanya yang manis hilang begitu saja. Aku kembali membakar sebatang rokok kekalahan. Beratnya patah hati. Tidak ingat apa yang sebenarnya harus dipikiran dengan apa yang seharusnya dilupakan. Sudahlah, ini aku dan kehancuran dalam senyum terindah.

Tragis Tak Membiru

Sore dengan segala rasanya. Aku terus berpikir tentang kita. Mungkin sudah tidak ada lagi rasa seperti dulu. Hatimu terpaksa harus terbagi. Aku diam dan menangis. 

Dan segelas kopi milo harusnya dingin ini kuminta panas sambil
bertemankan lagu sendu, "Tubuhmu Membiru Tragis". 

Angin yang paling bahagia sore ini karena ia berhasil menyelimuti kesedihanku. Aku bangga diri. Perlahan menjauh dari realitas. Aku menyesal pernah membebani. 

Tiba saatnya nanti, hari ini bukanlah hari kita. Kau berbagi penuh senyum, tawa, sedih bersamanya. Tragis.

Wednesday, August 19, 2015

Waktu (Dipaksa) Tidak Sedih

Agak sulit melihat bagaimana jadi kamu sementara aku pun nyaris tidak berdaya lagi. Mungkin aku tidak perlu menuduh bahwa kali ini Tuhan tidak adil atau bersumpah atas semua kegelisahan hati. Entah apa yang perlu kusembunyikan darimu tentang rasa. Aku hanya bisa diam mengiyakan, mengangguk, dan mengubur segala cemburu seperti orang yang memang sudah tidak berperasaan. Ketika hati begitu sakit, dan airmata habis seperti tidak ada harapan tentang esok hari. Perasaan, silakan mati. Jangan sampai yang terbunuh itu semangatku. Waktu-waktu sedih.

Monday, August 17, 2015

Inginku

Inginku tetap sederhana dalam kesedihan yang besar. Inginku menemukan yang sudah menjadi hakku sebagai perempuan. Kalau ternyata inginku bukan tentang seseorang, maka inginku harus berani bijaksana. Inginku tidak melupakan kebaikan-kebaikan, meskipun hati akan mengalami hal terburuk. Inginku adalah menjadi keindahan yang tidak pernah kau dapatkan sebelum kau inginkan aku. 

Thursday, August 6, 2015

Jendela Kunang

Kadang jatuh cinta tidak cukup disebut senang, kadang juga patah hati tidak cukup hanya dikenal HANCUR. Setiap pikirin yang menyakitkan muncul, aku gila sementara dengan rayuan buruknya. Berapa banyak waktu yang kulipat untuk surat cinta sepanjang 1 kilometer. Tak seberapa kesinisan manusia, mereka boleh menendangku kapanpun. Meski yang rela pergi hanyalah waktu yang tersisa bukan kemarin. Kenangan disini, disana, dimana pun aku meminjam nyali untuk satu syarat kekasih.

Komposisi Sisi

Aku orang pertama yang tertawa setelah sadar melihat kelakuanku sendiri. Rasa apa yang paling berantakan kalau bukan cinta. Sebutir rindu tanpa racun kita minum bersama. Bolehkah aku bersandar di bola mata gelisahmu? Jawablah iya.

Sebab aku tidak akan berhenti dalam kemenangan, hanya saja aku tetap hancur di ujung kesetiaan. Malam yang bahagia, malam yang selalu mengerti betapa pilunya hati, percayalah aku bukan orang jahat.