Linimasa

Saturday, August 22, 2015

Nikotin Cinta

Aku cium kesendirian dengan asap yang tak bersalah, mereka bilang nikotin mematikan. Mereka pikir mereka Tuhan? Aku duduk di lantai bisu, menempelkan kulit pada rasa 'dingin'. Mereka memaksaku mati rasa sekarang juga. Aku setuju untuk mengalah tanpa mengaku "aku adalah satu-satunya orang yang paling setia". Mereka menganggapku kuman, dan aku menilai mereka datang bak prahara. Seperti kekasih yang jatuh cinta, kekasih yang senantiasa rela untuk menerima "janji" patah hati.

No comments: