Linimasa

Sunday, September 27, 2015

Kita Tidak Sama

Anggapan orang tentang menikah adalah persoalan 'akhirnya laku'. Orang menikah karena ingin terus bersama pasangannya. Iya, keputusan mereka bisa alasan status sosial atau murni perasaan. Bebas! 

Aku tidak berada di tengah. Aku tidak berada disamping. Menjelang tiga puluh ini seakan paling bersalah, oh tidak. Persetan mulut orang yang berani bicara di belakang. 

Keadaanku bukan keadaanmu.

Bertahanlah, Cinta!

Cinta mempertahankan kita meskipun kadang mempermalukan. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, dan sudah jangan pernah berharap taman yang kau pijak kemarin indah akan selalu indah. Mana mungkin perasaan manusia ditembak. Isi kepalanya yang terbaca pun segera berlalu. Perasaan mereka yang mati tidaklah buruk, ini hanya sementara. Kemudian hari terbaik untuk bangkit dari gelisah adalah menerima kenyataan. 

Rasa Kita, Percaya

Dalam rasa kita bercerita tentang sedih dan bahagia. Rasa takut datang tanpa permisi menyuruh kuat. Lantas kita bisa apa mempertahankan cinta? Sementara ombak di lautan begitu terjal. Aku punya kisag sebaik ini yang mereka kira aku gila. Hari terbaik adalah memberi dan menerima. Semoga aku termasuk dalam golongan orang-orang yang ikhlas. 

Thursday, September 24, 2015

Sabar dari Ibu

"Sabar adalah obat untuk menuju kesembuhan yakin dan percaya pasti sembuh," katanya. Aku terharu bahagia membacanya di tengah rasa tidak percaya diri. 

Kemarin, hari ini atau besok aku perlahan bangkit! Aku rindu beraktivitas penuh. 

Sunday, September 20, 2015

920 Pagi

Seakan aku paling salah. Kesalahan itu seakan paling salah. Padahal aku yang akan lebih dulu terluka. Tapi sudahlah. Aku tinggal menghitung bulan, menyiapkan diri, dan kau lihat nanti betapa sakitnya aku. 

Dua Minggu Lebih

Selama ini aku merasa sabar. Aku merasa jadi orang paling sabar. Namun ternyata belum. Tuhan memberikanku kesempatan memperbaiki diri. Aku tidak ingin berjanji soal pembenahan. Dua minggu lebih aku terus berusaha bangkit dari sakit ini. 

Saturday, September 19, 2015

Mungkin dan Tidak

Aku tidak bisa memaksamu untuk tetap cinta, merasakan cinta yang sama seperti kemarin. Tugasku hanya bersiap merelakan kenangan indah terganti. Meskipun aku tak 'kan terganti.

Aku tidak bisa memaksamu untuk tetap percaya, mendengar segala penjelasan seperti kemarin. Tugasku hanya bersabar menunggu hari dimana kenangan segera dihapuskan. Meskipun dia yang akhirnya menang mendampingi hidupmu.

Cari aku kapan pun kau butuh dijelaskan tentang rindu yang tak berpihak pada orang-orang yang merasa benar atas cinta.

Tuesday, September 15, 2015

Sakit Tak 'Kan Terasa

Sudah hari kelima belas bulan yang baru. Aku masih berusaha menata isi kepala yang sempat rusak. Terima kasih, cinta begitu besar. Kali ini aku mengaku kalah. Jatuh begitu dalam supaya bisa mempertahankan kemenangan. Tidak lebih dari rasa berdosa. Tidak lebih dari derita. Aku diam ingin terampuni. Hilanglah sesak!

Tuesday, September 1, 2015

Selamatkan yang Salah

Saat merasa hancur, aku harus ingat bahwa aku bukan satu-satunya orang di muka bumi ini yang merasakan patah hati itu menyiksa. 

Mereka di luar sana yang pernah berusaha menghidupkan kembali rasa-rasa mereka dengan segala cara untuk membuktikan ke dunia hari ini mereka bahagia.  

Aku tidak perlu membentuk dendam, mengumpulkan lebih banyak lagi airmata karena akhirnya aku terpaksa berpura-pura menerima demi kebaikan.

Pertanyaannya, apakah cinta itu benar? Cinta tidak akan menunjukkan adanya sebuah kebenaran. Hanya saja ia tumbuh di beberapa tubuh yang salah. Itu pun dipersalahkan.

Tuhan Maha Pengampun. Cinta membuatku berdosa padaNya. Sampai di titik paling mendidih aku akan menjerit dan berucap "selamatkan jiwaku, Tuhan".