Linimasa

Friday, May 30, 2014

Mendung Hebat

Siapa yang dapat mengalahkan gelapnya langit dan terangnya matahari? Manusia tunduk seketika melihat alam yang tak akan mungkin ia rubah. Pepohonan mengadu nasib bersama angin sepoi-sepoi. Jangan mimpi harimu hanya satu.

Tuesday, May 27, 2014

Itu Hanya Mimpimu Saja Wahai Lelaki

Seharusnya bukan aku disini, namun luka tak dapat terganti karena ibu banyak kecewa. Bukannya aku berniat untuk membenci, bukannya aku ingin menyalahkan. Ayah yang kusayangi, jangan pernah berharap menemukan wanita sehebat ibuku. 

Jangan Biarkan

Tidur di bawah kegelisahan. Tak satu pun yang tahu rasanya, beginilah ulah sendiri. Tuhan, jangan biarkan aku tak berdaya apalagi lemah melawan diriku sendiri. 

Monday, May 26, 2014

Aku Ingat Ciuman Pertama

Kita selalu sama ketika bilang rasanya seperti pertama kali jatuh cinta. Rasanya tak jauh beda seperti kau tahu aku menginginkanmu, rasanya tak lain bahwa aku serius menerima pertanyaanmu. Tak ada setengah rindu, beginilah ingatanku. Ciuman pertama di tepi jalan itu, jangan pernah lupa soal ketulusan. Kita tidak pernah menukar janji, kita hanya manusia.

Dilanda Bosan

Tak pernah kupikir tentang hari-hari yang begitu sibuknya. Tak ada waktu untuk hari-hari yang begitu pentingnya. Hingga akhirnya harus merasa bosan. Hingga aku harus jenuh. Apakah aku berani menghadapi diriku sendiri? Hari ini!

Lamunan Malamku

Melamun ditemani sebatang rokok lagi. Sudah tengah malam aku masih sendirian disini, tanpa menanti apapun dan siapapun. Aku hanya memuja detik-detik yang berlalu. Segala senyum, semua duka, dan berbagai cerita. Takjub aku melihat ibu. Maaf ayah aku terlalu banyak meminta. Aku cuma punya MALU. Tak ada kekurangan yang harus ditangisi, memang inilah jalannya. Hidupku, umurku, dan terima kasih sabar menunggu.

Sunday, May 25, 2014

Malam Ini Aku Punyamu

Malam ini,
aku tidak ingin sakit, menyakitimu, dan disakiti.
Malam ini, 
aku ingin rindu itu menjadi pertemuan yang paling mesra esok.
Malam ini,
aku punyamu dalam mimpi, selamanya.

Saturday, May 24, 2014

Menyukaimu

Aku menyukaimu sekali,
aku merindukanmu berkali-kali.
Aku menyayangimu sekali,
aku tak mencintaimu untuk pertama kali.
Setiap hari adalah senyum bahagia yang terukir dari kesal dan amarah. 
Tak ada kendali untuk terus bertahan karena kita senang bersama. Walau nanti hanya sering jumpa dalam mimpi.

Jadi, Tuhan

Ayam berkokok, dan aku tak heran. Ini sudah pukul tiga lebih. Mereka sebut pagi buta, aku hanya masih belum sadar. Harus kuingat wajahmu sebelum matahari terbit karena bosan tenggelam. Harus kuingat dimana mereka berada. Ayam tak henti bernyanyi di sekitar rumah, aku masih menatap layar. Detik-detik menegangkan yang tak ingin kuhadapi, melupakanmu. Jadi, inilah masalah terbesar. Soal cinta yang kita urus sejak lama, kita pupuk dengan airmata, kita tanam di pepohonan yang dingin, namun berakhir karena dibakar. Kesedihan duduk di balik jendela kecil, umurnya masih belasan, malu-malu dan kurang bahagia. Kesedihan ayam berkokok, hanya aku yang dengar.

Segala Ritmenya

Ketika didalam tidak ada diluar, ketika diluar tidak ada didalamnya. Teriak sakit tanpa tangan, teriak dengan tangan yang sakit. Berlari jauh dari kerumunan sunyi, berlari perlahan meninggalkanmu lebih dekat.

Tak Ada Semestinya

Jika yang terbaik adalah perpisahan sementara, maka harus kuakui tak ada lagi pilihan. Walau harus kucari dan tak kutemukan, meski harus kutelan tak ingin kukunyah. Keabadian sirna oleh sesungguhnya perasaan untuk memiliki cinta.

Friday, May 23, 2014

Ketika di Kamu Ada Aku

Walau malam seperti berdua, tak ada yang lebih bahagia kecuali rasa ini.
Sebagaimana indahnya khayalan untuk bersanding menuntun hari hingga ajal tiba. Tidaklah pernah mungkin.

Namun semua rasa tak mungkin kucaci maki sendiri, karena tak dapat kuberi, tak dapat kupertahankan. Apa yang kau tinggalkan nanti hanyalah airmata, bukan api yang kupadamkan dengan air atau rindu yang pasti kutumpahkan.

Thursday, May 22, 2014

Rinduku Merindumu

Setiap perjumpaan yang berkesan.
Rasa kesal atas beda yang kita selalu coba abaikan.
Inilah aku dan begitu kamu.
Tak ada yang sempurna namun kita setia.
Sambut esok untuk melukis rindu baru.

Friday, May 9, 2014

MALIQ & D'Essentials - Himalaya

Berikut lirik lagu terbaru MALIQ & D'Essentials berjudul "Himalaya" dari album Musik Pop menurut pendengaran telinga saya:

Coba khayalkan sejenak, sepuluh tahun nanti, hidupmu. Coba bayangkan sejenak, misalkan ada aku yang menemani hari demi hari yang tak terhitung, misalkan itu aku yang terakhir untukmu, untuk itu kan kupersembahkan 

#Himalaya bahkan akan aku taklukkan, tanpa cahaya di kegelapan, berbalutkan pelita hatimu, di aku di aku, dan kamu pastikan kau melihat aku, saat kugapai puncak tertinggi bersama tujuh warna pelangi

Misalkan semua terjadi, meski belum terjadi, sekarang. Kita renungkan sejenak, cara agar semua bisa terjadi walau kutau tak semudah itu, tapi coba sekali lagi bayangkan aku, untuk itu kan kupersembahkan

#Himalaya bahkan akan aku taklukkan, tanpa cahaya di kegelapan, berbalutkan pelita hatimu, di aku di aku, dan kamu pastikan kau melihat aku, saat kugapai puncak tertinggi bersama tujuh warna pelangi

(Menggilai lagu ini setelah "Sampai Kapan" merasuki jiwa bertahun-tahun)


Thursday, May 8, 2014

Kecewa Tak Pernah Manis

Kemarin adalah sebuah awal dari pembelajaran hidup, ketika menemui kekecewaan aku menganggapnya selalu begitu. Tak ada maksud untuk memaksakan kehendak orang masuk dalam tujuanku, padahal cita-cita bersama. Melainkan hanya bermodalkan rasa optimis, kuyakin bahwa tidak ada yang mustahil. Kadang aku mengaku salah saja bila akhirnya cukup lelah meladeni isi kepala yang seakan tak berfungsi. Kuharap mereka diberikan jalan terbaik, setidaknya mengasihi dirinya sendiri demi masa depan.

Wednesday, May 7, 2014

Jiwa Bukan Sakit

Kuatkan jiwaku, bukan sakit tapi hanya mendekati guncang. Tak ada lampu yang mampu bertahan menerangi tetesan airmata di kegelapan, kecuali listrik abadi.

Monday, May 5, 2014

Aku di Bibirmu

Aku menyadari banyak luka, banyak cerita yang tak biasa. Satu hari bersamamu, runtuhlah mereka. Apa daya hidup ini bila kemudian hari yang tertinggal hanya kenangan. Bekas kecupan di bibir, biarlah aku yang tenggelam mencintaimu selamanya. 

Sunday, May 4, 2014

Begitu Saja

Seperti yang terjadi aku tak akan membuatnya ucapkan janji, ingin beriringan dengan asmara, ingin terus disanjung dan menyanjung, ingin menumpahkan rasa pada setiap ketakutannya. Begitu saja harmoni, begitu percaya bahwa kita memang sudah bahagia.