Linimasa

Friday, November 29, 2013

Manulogika

Karena tak akan ada pengganti cinta, belum sepatah itu. Sekilas senyum yang sekejap menggetarkan. Di dada, tanpa hati manusia berlogika. Bebas disini, aturan main cuma milik penguasa.

Asal Jepret!

Aku melihat banyak gerak yang mereka tak lihat. Aku memerhatikan nada tanpa jiwa di balik mikrofon. Bahkan amarah yang memuncak ketika gebukan dram memecah harunya telinga. Berlari dari bunyi setelah gitar bas tercabik. Lampu menyinari gitar utama untuk menjelaskan sebuah apa. Musik jendela rana. Jepret! 

Wednesday, November 27, 2013

Kuat Wanita

Bayangkan, setiap bulan ia harus mengeluarkan banyak 'darah'. Menahan gejolak sakitnya hingga terpaksa mudah marah. 

Wanita seorang yang kuat.

Saturday, November 23, 2013

Si Pagi

Tidak ada yang lebih pagi dari mata terbuka. Tangan-tangan yang membelai dengan airmata. Tubuh yang rela berdesakkan karena ingin menang. Tenggelam tak meninggalkan bayang. 

Tidak Akan Pernah Salah, Cinta

Cinta tidak akan pernah mengatakan kamu orang yang salah. Dan aku bagian dari cinta untuk tidak menghakimimu dan terpenjara.

Thursday, November 21, 2013

Lelaki Lemah, Wanita Dipaksa Hebat

Kasihan untuk pengakuan bodoh para lelaki yang beredar di linimasa belakangan ini. Mereka mampu melakukan apapun lebih dari apa yang disanggupi wanita namun hanya dengan mempublikasikan sebuah kelemahan, wanita akhirnya terpaksa harus HEBAT. Kesadaran sirna, berbelit layaknya pecundang hingga dunia merindukan ksatria! 

Kangen Punya Kamar

Terhitung sejak masalah-masalah itu datang, aku harus rela kehilangan privasi. Jam tidur pagi rasanya mengganggu orang di sekitarku. Walau aku meyakini ini yang terbaik. Aku tidak persalahkan ayah, yang entah dimana rumahnya. Melainkan tak kuat meratapi ketegaran ibu berbulan bahkan tahunan nanti. Kangen punya kamar kali ini hanya sekadar perwakilan dari sekian pilu. Sudahlah, aku cuma penulis biasa yang butuh tempat agar benar-benar merasa 'hidup'.

Wednesday, November 20, 2013

Senayan 20

Aku pasti mampu untuk menghadapimu.

Bahagia untuk yang Berbahagia

"Selamat menempuh hidup baru, " itu menjadi ucapan sinis di lubang setengah tanpa jiwa. Waktu terus berganti, walau siang kadang tak seterang gambar anak kecil dengan krayon berwarna kuning di buku gambarnya, atau saat tepat yang mereka pilih untuk menjemur cuciannya. Setiap Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, Minggu jelas BARU. Lalu, hidup ini apa pentingnya menempuh jalan tanpa nama hari yang beda?

Hidup Terus Berlanjut

Bulan ke bulan ada berbagai macam rasa yang menjadi penyemangat hidup dari mulai asin, manis, asam hingga hambar. Media sosial sumber kerjaku, banyak hal yang tidak ingin aku ketahui namun akhirnya harus kutuliskan. Orang-orang yang berlagak benar, terlihat hebat, lupa akan salah atau menjadi sumber informasi, semuanya ada disana kecuali kebenaran. Pembelajaran yang tidak akan menemukan kata 'habis'. Andai air sungai mengalir deras dan melaju agar pendayung sampai ke tujuan, kata-kata yang beredar di media sosial adalah sebagai arus yang terbuat untuk diminum panas-panas. Sederhana untuk bisa menemukan posisi, mau tahu supaya banyak tahu. Entah bagaimana mempresentasikan istilah 'betah' atas apa yang aku lakukan demi kepuasan bathinku. Ketika aku tak pernah bercita-cita jadi orang kaya, aku senang dengan masalah-masalah yang ada. Mungkin sudah waktunya otak dan jemariku diasuransi.



Tuesday, November 19, 2013

Salah!

Kemudian hari semakin tua dan sering memaki dirinya sendiri. Salah! Itu lagi yang jadi persoalan untuk membenarkan sebuah jalan. Walau tak ada Tuhan percis di samping wajah yang sedang gelisah. Semua jiwa ternyata masih sanggup bertahan dalam pernyataan. Salah!

Saturday, November 16, 2013

Pulang Nonton Tigapagi

Syair luar biasa. Tangan-tangan mereka begitu merdu, menyatu pada dinding mulut hingga lidahku tak mampu bergoyang membasahi bibir. Kering menatap. Aku menangisi kata-kata yang terangkai dari ujung jiwa mereka. Seperti itulah terkadang yang tak bisa kutinggalkan dari sajian musik, dramatis.

Iringan Tuhan

Dinginnya sebeku hatiku, malam tenang sepulang dari bahagia. Tuhan, jaga cinta yang terlanjur abadi. Engkau Maha Penyembuh bagi hati yang kelak terluka jua. Syahdukan merdu kita di antara Jum'at dan Sabtu dalam cerita paling bahagia.

Friday, November 15, 2013

Karena Tak Terbiar

Jika perasaan harus mati karena terlalu merasa ingin dimiliki maka jangan biarkan  darah yang menetes dari goresan pisau itu mengering. 

Centang Cinta

Anggaplah aku lebih sering menyimak persoalan patah hati makan kerupuk ketimbang hubungan yang halal namun akhirnya harus berpisah jua. Mengenai hal ini rasanya bukan penting untuk dibahas tanpa pernah mengalaminya. Ya, tidak ada hubungannya tukang nasi goreng dengan gerobak yang mereka dorong. Sebenarnya cinta pernah terjadi dalam hidup manusia, bukan karena mereka rela berkomitmen demi meninggalkan kesenangan. Andai saja jaminan bahagia tak terasa absurd. Ketika harus menyiapkan orang lain secangkir ketulusan dari mimpi yang indah, kopi tak sempat dibuat rasanya sudah manis. Tuhan hanya menjanjikan surga bagi mereka yang taat. Selebihnya keajaiban manusia jika ia bisa memanfaatkan anugerah.

Wednesday, November 13, 2013

Sekadar Langit, Seumpama Tuhan

Tuhan melahirkan nafas baru ketika nafas yang lain mati.
Manusia terlahir dari 'langit', aku hanya beranggapan langit bisa menciptakan apa saja termasuk cinta.
Jika kasih yang tulus datang karena nafas menginginkan hal sempurna.
Tertawalah pada langit agar kau bisa merasa lebih rendah lagi.

Gila-gila Kamu

Saya orang gila yang menggilaimu. Tak menganggap itu siang, itu pagi, dan itu malam, yang tersisa hanya mencintaimu. 

Mungkin Saja Iya

Sedih yang mesti kita tanggung biasanya menjadi keputusan yang tidak ingin kita buat karena terlalu sering bahagia. 

Monday, November 11, 2013

Dari Harapan

Ketika aku belum sanggup, kau cukup hebat. 
Ketika aku mengaku lemah, kau menyadari inilah perasaan.
Ketika waktu seakan memburu kita, kekuatan menjadi harapan. 

Friday, November 8, 2013

Ras Kita Cita

Hujan menari dengan asyiknya siang ini. Pelantun tembang cinta bersembunyi di peradaban.

Akankah dunia dimiliki mereka yang selalu kehilangan? Rasa. Kita. Cita. 

Satu yang Lain Dua

Ketika hampir semua organ tubuh berjumlah dua, maka hati cuma punya satu. Hati yang selalu kubawa setiap menemui sudut alasan. Seperti halnya kamu, hanya satu.

Panas nan Manis

Judul ini semacam pengalihan terhadap rasa sesungguhnya. Entah berapa kejadian adalah sisa trauma. Lagu yang diputar membuat keadaan ramai karena menghindar dari suara tangisan. Pedih, pedih belaka.

Semerbak Dusta

Kemudian waktu tak mungkin kembali. Bunga-bunga mengering dan terus berharap mewangi. Sadar tak pernah hilang, hidup ini dusta ketika harus patuh pada cinta. Luka tercampur harum dari bola mata. Kemarin boleh menang, kalah bukan tujuan langkah kita.

Thursday, November 7, 2013

Cerita Terbaik Terbaik

Setelah pernah menjalani rutinitas sebagai mahasiswi, pemain biliar amatarin, penjual roti bakar, sampai pelanggan sebuah disko, akhirnya aku menemukan kejenuhan. Tepatnya di sela kehancuran sebuah 'kapal'. Namun, saat itu aku cuma tidak ingin ikutan hancur. Ternyata harapan mereka juga harapanku tak pernah patah hingga bertemu di ujung perkiraan dan 'kamu' salah satu pemerannya. Waktu bergulir cepat, 7 November 2011 menjadi bagian penting sepanjang hidupku. Rutinitas berbeda kujalani. Genap dua tahun di hari ini seakan masa lalu yang buruk begitu saja terkubur. Aku hebat untuk diriku, orangtua, kamu, dan orang-orang yang percaya bahwa aku pantas!