Linimasa

Wednesday, April 26, 2017

Seperti Judul yang Hilang

Orang mengaku benar tentang hal yang mereka pikir benar.
Kemudian hari bosan dengan segala drama tak bersyarat.
Mungkin aku harus mengaku menang.
Mungkin juga aku harus menyudahi kekalahan.

Orang menginginkan salah terhapus detik mata kemasukan debu.
Kemudian malam seakan tak bernyawa.
Mungkin aku sudah kalah dengan diam.
Mungkin juga aku seperti judul yang hilang.

Friday, September 9, 2016

Lebih Dari Ini, Lebih Dari Cukup

Perasaan yang robek apakah kau sanggup bertahan dengan sisa hati ini?
Semua habis, tak berhenti dalam irama.

Aku nyaris tidak percaya diri, aku tidak percaya siapa.
Semenjak semua habis, tak ingin mengulang satu pun rasanya lagi.

Nanti dan kini, Tuhan mengampuni dosaku.
Itu sudah lebih dari cukup.


Tuesday, August 30, 2016

Tak Melukai

Udara perkotaan makin sakit saja.
Perempuan-perempuan sibuk digentayangi umurnya.
Seperti aku yang masih sendiri.
Tidak salah mereka bilang aku sakit bak udara yang berhamburan melintasi serpihan dosa kekasih.

Doa tak pernah salah.
Tuhan mengiyakan apa saja yang baik oleh manusia.
Seumpama waktu memihak padaku nanti, berharap tak menyakiti.
Aku tak ingin melukai.

Airmata di Sudut Kamar

Kita benci kesedihan.
Tapi manusia tak cukup hanya merasakan bahagia.
Matahari ingin dimengerti tentang cahayanya.
Bulan tak dapat kugapai sebagaimana kita hanya menangisi mimpi-mimpi.

Aku kecil tak berdaya.

Aku (Tak) Pernah Ingin

Aku tak ingin melupakan sesal.
Aku tak ingin terbunuh penyesalan.
Aku tak ingin sekadar bermimpi.
Aku tak ingin terkubur dalam gelisah.
Aku tak ingin hari datang begitu cepat.
Aku tak ingin merasa sepi.

Segelas kopi hitam gula instan tidak cukup menenangkan hati.

Monday, August 29, 2016

SEPI KALI INI

Tak mampu, aku tak mampu menanggung sepi.
Sore begitu sepi, aku tak mampu hadapi.
Teranglah airmata..

15 Jam Berlalu

Menanti senja dalam kerumunan logika.
Kenyataan hidup memang pahit.
Siapa yang dijodohkan dengan hidup?
Mereka sering lupa ingatan.
Hari-hari yang dilalui seakan murah.
Saat kesedihan tiba semua menjadi berharga.
Rokok ini, baju ini, alas duduk ini, dan obat-obatan yang kusingkirkan sementara mendorongku untuk kembali bermimpi.

Tidak ada alasan lari dari kenyataan apalagi menghilang. Hidup yang kuhadapi, senyuman ikhlas kunanti.