Linimasa

Saturday, June 26, 2010

Kaca Juni

Tangan dari hati yang tak bersalah...
Bersama sentuhanmu,
Walau segala inderaku termatikan akannya!
Senja...
Merintih kagum!

Tanpa mentari aku melihatmu dekat...
Derasnya kata yang 'kan kubuat nanti,

Ini belum seberapa,
Saat kumendekapmu lebih jelas...
Kenyataan lebih baik daripada melangkahi ribuan batu!

Kubiarkan kau disini,
Dihatiku...

Butuh TITIK tulus!

Berapa Judul Lagi Harus Kutulis?

"Pagi selalu membuatku takut... Terdengar jauh tentang Tulus, jauhh disana"

Sesekali orang berteriak...
Menjeritkannya,
Bahkan melemparnya.....
Tak satupun pasang badan mempertahankannya!

Tulus...

"Ketika aku sanggup memberikan... Namun ku tak sanggup 'tuk menerima"

Semuanya "Entah",
Menjadi kata-kata yang dimuntahkan...
Dibuang jauh lagi!

Sadarkah Hari Semakin Tua?

Manusia tak mau mengalah dan kalah!
Manusia saling menghimpitkan nadinya...
Yang mereka tau bagaimana Menang?
Bukan bagaimana Sabar walaupun tak menang...

Hiduplah Waktu...Jalanlah!

Aku Menunggumu...

Wednesday, June 23, 2010

Aku Mesti Kenal Diri...

Pesan ini slalu diluar pikiranku...

Namun kini terngiang dilubuk hati yang terdalam!

Enggan banyak bicara lagi,
Atau menceritakan banyak hal bodoh!

Renungan secangkir kopi manis...
Keinstanannya tak patut disamakan dengan perasaanku!

Saat aku mengaduk bubuknya didalam gelas mesti tercampur air...
Itupun setengah!
Dan aku tahu...rasanya pasti tidak kurang,dan tidak lebih!

Maka...
Ketika aku sudah terlalu hanyut,
Aku harus terbawa arus...
Agar cepat sampai ditepian!


Aku tak mampu terbakar lagi...
Aku harus Tahu diri!

Tuesday, June 22, 2010

22 Juni

Yang kupertanyakan pada diri ini...
"Apakah Punya Harga Diri?"

Terlepas dari rasa bersalah...
Berjalan menuntut satu kebenaran hati,
Berpijak dari kiloan rasa,
Menaruh satu persatu jejak lama diatas ketraumaan,
Melepas pandangan-pandangan semu!

"Apakah aku masih punya harga diri?"

Setelah mengemis dari hati ke hari...
Hari ke hati yang punya rasa!

Hari ke hati tanpa bualan semata...
Sejenak aku terdiam,
Dan bilang...

"Apakah Cinta Punya Harga Diri?"

Tangguh (I)

Aku tidak pernah mendengar pesan Sang Kakek tentang hidup ini...
Akupun tidak mempermasalahkannya...
Sampai beliau harus meninggalkan dunia,
Rasanya juga tidak terlalu kehilangan...

Cerita lainnya...
Ketika aku masih kecil,
Ayah sibuk mencari uang untuk kebutuhan materi...
Malam aku terlelap,
Ayah hanya bisa mengecup keningku...
Atau aku terbangun hanya karna satu boneka mahal yang bisa mengikuti aku bicara...
Aku dimanjakan menurut mauku!

Pada akhirnya,
Detik ini kebutuhan yang seharusnya didapati oleh ibuku tak kunjung nyata setelah belakangan ini cuma saling menyalahi...

Entah apa yang terjadi pada mereka...

Cerita lain masih menumpuk,
Sosok lelaki harus hadir dalam hidupku selain kuatnya airmata Sang Ibu (bukan nenekku)!

Sunday, June 20, 2010

rencanaku dan Tuhan acuh...

Berapa kalimat yang terlewatkan mengiang...

Membuntuti malamku,bisu...Sendu!

Barangkali cerita kita ini bertahap...

Memuai diatas kebekuan,
Atau memanas diantara didihan...

Kuteriakkan masalah...
Kuludahi jalan yang terlalui!

Mengukur setiap menit menjadi detik yang paling berharga...
Mensyurgakan yang diberikanNya,

Karunia dariNya...
Setetes tulisan haru,kecil,dan belajar menghapus noda!

Lihat aku,
Jangan dibiarkan...
Angkat aku,
Jangan dijatuhkan terlalu dalam!

Tolong...
Kasih pintu dan kunci mati,
Yang tak berpaling lagi!

Kepastian...
Jalan terbaik dan aku mulai gelisah,

Semoga kehadiran kalimat-kalimat baru tak usang...

Aku ingin Buku baru!

Masa Depan [?]

Untuk Judul kali ini...
Tentang pertanyaan!

Tak ada satupun isyarat untuknya...
Tentangnya...

aku akan melintasi banyak Proses!

Kuhadapi Ini...

Semua kata terbanting,
Dari atas ke bawah,
Dan dari bawah menjulang keatas!

Ketika mimpi terbiarkan...

Kemalasanku menunda satu tujuan dari entah sudah berapa rupiah yang habis terbuang!

Jika sia-sia...

Maka aku menyesal!

Tak ada harapan sendiri,
Menyendiri!

Susah hatipun jauh kuingini...
Betapa sukarnya menantang,
Sampai harus tunggu ditantang!

Aku bukan Maut,
Aku bukan tirai...
Aku juga bukan alasan terindah untuk dunia ini!


Cita dan cintaku...
Hati dan penguasa kemunafikkan,
Akhlak baik itu keharusan...


Kelak yang cerah bukan dihampiri,
Namun menghampiri!


Kubiarkan...
Semua berjalan seiring dosa,

Kuakui kemanusianku,
Masa yang berlalu...
Lebih jelas!

Dipertegas...

Yang ada didepan adalah masa untuk mengubah hidupku!

Thursday, June 17, 2010

Sekian Dari Hati...

aku tidak punya buku jatuh cinta...

kebanyakkan dari kata-kata indah itu kurasa patah!

kubiarkannya sampai HANCUR...

ini kepasrahan...

hatiku, jiwaku, dan raga adalah hal termutlak untuk slalu diisyaratkan!

aku tidak pernah merasakan malu...

saat aku buat banyak perumpamaan,

ditengah dangkalnya logika pembaca yang hanya mau dimengerti,

TANPA MENGERTI!


sekian dari hati...

Wednesday, June 9, 2010

Panjer, 9 Juni 2010

kesibukkanku akan asa,
membuatnya marah...
membuatnya benci,
bengis!

ini yang kutakuti,
slalu saja yang kutakuti adalah yang tak kusangka-sangka...terjadi!

aku salah...
ya,aku tak tahu tentang hasrat!

aku tak tahhu bagaimana menghargai,
bukan posisi...
juga bukan karna waktu yang digulirkan tlah berlalu!

namun kini kutahu,
jendela tak pernah terbuka...
bahwa yang memasuki ruang sendu adalah mereka bukan kita!

Saturday, June 5, 2010

rinduku pada cinta

Aku ingin satu hati...
Mengerti, memahami , dan menyayangi!

Aku ingin satu dalam ragaku...
Kuat!
Saat semua mendorongku hingga jatuh!

Aku ingin yang lain dari ini...
Pengabdian yang utuh,
Tulus tanpa diumbar namun seiya-sekata!

Aku ingin hidup bahagia...
Dan segala ingin tentang aku,
Cuma Tuhan yang tentukan jalan Terbaik!

Secepatnya...
Aku menunggu Cinta diujung airmataku;)

Wednesday, June 2, 2010

Situasi Rongga Besar

Jangan biarkan dunia menertawakan kita...
kita dengan kebodohan kita, rasa malas kita, dan pemikiran yang monoton!


Katakan sanggup...
jika benar,
kita menyanggupi melestarikan diri untuk dipergunakan banyak rasa agar lebih hidup!

Katakan mampu...
jika baiknya hanya mengalah pada keadaan untuk menghindari segala perdebatan!


Sesungguhnya kesombongan hati lebih berat dibanding menyombongkan kekayaan yang kita punya...
adakalanya hati menjadi alasan untuk sombong menjadi orang yang paling tulus, dan adakalanya harta merendahkan kenakalan kita setelah habis dimakan keharaman!

Seberapa penting...
harga diri dipertaruhkan demi satu kepastian iya atau tidak,
kalaupun iya bukan meratapi lampu yang sedang menyala...
melainkan tidak berhenti berpikir menyalakan api yang terpadamkan selama Tuhan masih mau memberikan sebuah jalan kebenaran!