Linimasa

Saturday, September 28, 2013

Sambung Minggu

Besok, lelaki di rumahku ingin menyambangi wanita pilihannya untuk hidup bersama. Tanpa do'a semua larut dalam ketiadaan. Abangku tersayang, jangan kau sentuh apapun yang bernama luka. Percayalah, dunia ini panggung sandiwara. Tuhan yang paling setia menunggu pulang. Dan aku belum siap bertukar posisi, cukup menjadi saksi. Semoga cinta tak pernah berpihak pada siapapun manusia karena aku muak dengan tangisan.

Maaf untuk Malam dan Brengsek Dua Judul Sebelum

Permadani ini sesungguhnya kenikmatan yang tak ternilai. Sekalipun di balik pintu berkali-kali terdengar jeritan khayal yang mengatakan, "Bangunlah!". Melewati hari ke hari demi lupa ingatan. Kekasih yang enggan mesra, harapan penuh akhirnya terlelap dalam kantuk. Aku tukang maaf, brengsek yang tetap memperebutkan bahagiamu. Sudah. Ini lumrah nantinya.

Kemarin dan Berlalu

Sejak Kamis kemarin, rasanya enggan banyak bicara. Padahal aku bukan satu-satunya cinta yang pernah terluka. Kini yang tersisa hanya jam, hari, dan tanggal. Tak ada lagi rasa yang sehebat-hebatnya. Musnah dalam sesaat setelah menelan kenyataan yang sangat pahit. Datanglah kenangan agar aku tahu betul siapa diriku.

Friday, September 27, 2013

BRENGSEK, MALAM!

Wahai orang ketiga, kamu beruntung saat ini. Ingatlah bahwa aku tersenyum demi membahagiakan mereka. Tidak perlu khawatir soal masa lalu, dia nampaknya memberikanmu peluang yang baik. Jadi, nikmati saja BODOH! Aku berdo'a disini dengan segenap luka. Silakan orang ketiga, masuk ke dalam area pertunjukanmu. Sebentar lagi aku keluar dan mengenang pintu kalian.

MALAM, BRENGSEK!

Malam, Aku ingin sekali seperti dirinya, pergi makan malam lalu nonton berduaan. Namun aku tidak bisa memaksakan diri untuk menyukai tempat seperti bioskop. Bioskop bangsat dengan segala hidangannya, memanjakan kalian berduaan, semoga aku tidak berada di tempat yang sama ketika bersamamu. Harusnya aku menyadari siapalah aku, malam. Harusnya aku sudah mulai memikirkan diriku sendiri dibanding bersih keras mempertahankannya. Sekarang aku sakit, sakit dari ujung kaki hingga rambutku kini yang mulai rontok. Malam, tolong biasakan aku bisa bahagia tanpa banyak berharap.Apalagi mengharapkan perhatiannya lagi. Aku muak!

Thursday, September 26, 2013

Do'a Bukan Semoga

Sore, apa kabar Tuhan? Isi kepalaku belum meledak. Tubuh meriang sialan ini kuanggap hanya teguran. Aku tidak punya banyak waktu untuk berpikir terlalu panjang, jauh, dan lainnya. Semoga orang yang kucintai bahagia bersama pilihannya.

Monday, September 23, 2013

Tuhan Maha Adil, Kita Bukan Segalanya

Hariku membaik sejak kehancuran itu datang. Kenikmatan dunia ini sesungguhnya perang yang harus selalu kumulai dan kuakhiri dengan kemenangan.
Cinta kapanpun bisa pergi. Harta pun cuma titipan. Mati tidak menyusahkan. Semoga cita-citaku tercapai!

Sunday, September 22, 2013

21 Kalah

Jika saja cerita kita terus bersambung, satu buku tak 'kan cukup. Tamat hanya berlaku dalam film di bioskop yang kau tonton bersamanya. Aku hanya perempuan bodoh yang tak menginginkan KEAJAIBAN, sampai kapanpun tentangmu.

Tuhan Aku Redup

Lampu tak mengeluarkan suara. Hanya menginginkan Tuhannya datang. Dua kaki telanjang merintih. Tuhannya menangis lebih keras. Lampu tak kunjung bicara. Nasib baik kepentingan jiwa bisa bertahan. Susah untuk pegang janji. Namun rela menusuk cinta sendiri. Sementara Tuhan menanti pulang. Tundukkan kepala hanya di satu jalan.

Aku Tak Punya Ide untuk Sakit Hati Lagi

Waktu terlalu cepat memihak. Perasaan mudah terlena. Dalam sekejap apa yang sudah dibangun akhirnya mesti runtuh karena sebuah pengorbanan. Padahal apa yang dibangun juga mengorbankan banyak perasaan. Hari semakin indah, namun bukan untukku sepenuhnya. Masih banyak orang yang haus akan bahagia. Bahkan mereka sudah lebih lama terluka. Lebih sering kecewa. Andai saja aku tak pernah mau tahu. Andai aku tak menginginkan untuk tahu. Andai saja aku tak mengerti. Andai aku tak mengingatmu. Aku tidak punya ide untuk sakit hati lagi karena kini denganmu. Semoga Tuhan menahu, bukan cerita mereka.

Friday, September 20, 2013

PERGI!!!

Rasa kecewa pergilah. Aku tidak mampu sakit.

20 Jum'at

Entah apa 20, Jum'at dan keresahan. Harusnya tak begini. Menyalahkan diri namun tetap bingung. Diam dan berpikir (lagi). Kemarin tak akan kembali, esok adalah KITA. Aku masih yakin.

Inisial Sabar

Sakit hati masih punya rasa mesra dan kapanpun bisa hancur. Romantika sialan? Roda itu baru terpasang di mobil hitam dua pintu. Mobil aku dan kamu. Sayangnya tak semua kursi seempuk sofa restoran mahal, walau duduk dengan perut buncit yang mengganjal. Kita selalu merindu. Kusebut nama panjang, berinisial sabar. Jika satu menangis dalam dilema, satu lainnya tersenyum menahan luka. Jatuh cintalah hanya padaku.

Mata Remang

Seperti pagi yang indah bagi mereka untuk mengharapkan rezeki. Gelap malam pun rela membisu ketika semua orang butuh tenang, belajar mati. Aku bukan orang pertama yang menelan ludahmu. Tapi akulah satu-satunya siang terang bercucuran keringat yang tersimpan di matamu.

Betapa Sore

Sore, aku tahu betapa pentingnya airmata. Detik ini sinar matahari menelusuri celah pintu di tangga merah dan kuhapus tiap tetesannya dari secuil pilu di hati. Sore, aku ingin memberikanmu hadiah. Rasa cinta datang tanpa seragam, berjalan dengan pengorbanan. Apakah aku harus malu pada diriku sendiri? Sore, aku hina menurut mereka. Terkecuali kamu orang yang siap berbagi kesal, amarah, lupakan ini, airmata.

Thursday, September 12, 2013

Pressure 2013

Padamkan segala keresahan.

Takut Lepas Sirna

Ketika takut lepas dari pelukan, aku tetap harus pergi. Ketika angkuh bukanlah pilihan, aku pun terpaksa mencari. Ketika mereka lama menunggu, sebentar saja akhirnya aku tersiksa. Ketika Tuhan merelakan satu genggam cinta berpisah, aku tiada.

Wednesday, September 11, 2013

Rabu di Meja Kerja

Hingga akhirnya aku menganggapmu biasa saja setelah seluruh hati remuk dan hancur.

Amien

"Aku". aku seorang Ibu yg selalu mau yg paling TER....., ter segala2nya. Mau yg sllu diliat, dipuji. semuanya ingin kubuat,TETAPI apa Daya Tanganku lg tak sampai. Aku ber Doa Selalu. Supaya apa yg kumau akan tercapai. Amien 00:09/11/09/2013

Saturday, September 7, 2013

Jika Semua Pernyataan Adalah Iya

Terasa lelah pada koma yang nyaris mati. Gigitan menempel pada luka basah sudah tak lagi suci. Mulut patah hingga sulit menyusun hancurnya gigi. Lidah cemburu pada mata-mata penuh kebebasan HATI. Jangan pernah kembali dengan masa lalumu.

Semua Judul yang Terbakar

Dinding kamar ini memang bukan tempatku bersandar. Lampu tengah menyala untuk mengiringi sebuah lamunan. Sepanjang hari yang kusebut rindu tak kunjung menumbuhkan rasa bagi mereka, karena kita berdua yang merasakan. Namun, aku tak akan menunggu KEAJAIBAN itu datang. Biarlah mereka terus memukulku tanpa PERLAWANAN. Aku bosan dengan perasaanku sendiri. Terkadang aku merasa sangat BODOH. Sesungguhnya keindahan cinta biarlah menjadi setitik mimpi setiap manusia yang pernah PATAH HATI.

Wajib Mengalah

Cinta, monyet! Dan aku tak perlu lagi sebegitunya. Anggap saja besok adalah langkah awal untuk 'sendiri'. Terikat entah.

Thursday, September 5, 2013

Syahdu Khawatir Kamu

Kekhawatiran. "Lampu-lampu mengecil di bola mataku. Jalanan malam ini sepi tanpa senyuman. Baru kemarin bertemu dan aku masih selalu rindu." "Perasaan selalu menang untuk menangis. Cinta tak lagi menggunakan alasan hati, namun hitungan bersandar pada detak jantung. Nafasmu, nafasku." "Mataku berhari-hari membisu. Resahku melaju. Pegang erat cincin di jari manismu. Ada cinta terbaik saat kita rela berpisah."