Linimasa

Tuesday, March 31, 2009

ELLY SETIAWATY


kalau saja aku pergi, pasti aku hanya ingin pulang...

kalau saja aku sadar, saat bersamamu aku aman...

kalau saja aku terlahir kembali, maafkan salahku...

kalau saja aku dirimu, aku cuma wanita yang serba tak berdaya hatinya...

kalau saja aku tahu kapan aku harus mengatakan...

bahwa di setiap waktu... kasihmu, adalah sesungguhnya KETULUSAN!

kalau saja semua terhenti karna kita sulit lagi bicara,
karna aku sudah beranjak dewasa...

kalau saja aku acuh, aku tetap mengerti bagaimana cara menyayangimu...

segalanya ialah selamanya... JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI, ELLY SETIAWATY!

a p a ?

apa yang akan kau berikan saat kau memilikiku?
apa kau akan membual dengan kata yang manis seperti aku sedang membual di halaman kertas kusam itu?
apa yang kau pikirkan tentangku seperti aku melihatmu mengurung diri dalam duniamu saja?
apa yang sedang terjadi padaku bukan atas apapun yang kau terka...
sadarilah kau pun manusia yang diikuti masa-masa yang lusuh!

senyumlah di atas bayangku...
karna mungkin kita memang bukan 'tuk bersama dalam keinginan sendiri!

Ketika Aku...


takut,
hanya dengan KOSONG aku menatap!

membiarkan lamunan itu MEMBEKU...
dibalik sana,
angkasa yang disebut sempurna...
menata rintihan dalam gelap dan terang dunia?

bingung,
hanya dengan NOL aku mengisi!

merasuki tulang yang melinu disekujur tubuh ini...
didalam sini,
terdapat bagian yang patah...
merakit kotak kecil di bahu kananmu?

GELISAH...
hanya dengan resah aku mengadu,
menentunya hati ini hanya saat JATUH HATI?
pada siapa?
kalian akan terus melihat ke luar sana...
bukan di dalam sini,
Ketika Aku Terluka...

sejenak aku pun diam

susahnya membuatmu mengerti bahwa selama ini aku tulus...
semua yang seharusnya kudapatkan , aku rela tak meraupnya sedikitpun... demi satu asa!
pintu yang tlah terkunci, tak dapat dibuka oleh sesiapapun... tak terganti oleh apapun pintu baru yang terbuat nanti!
aku mati rasa, karnamu... murung untuk setiap musim yang membangunkan bulu romaku!
semoga aku yang terbaik untuk kau tahu, kau segalanya dalam setiap hela nafasku...
berlarilah... sesuka hatimu, aku tetap menari untuk selalu ditontoni!

Monday, March 30, 2009

Tsunami

aku menyebutnya tahun yang Terabaikan jika diingat di masa ini . . .
Apa yg telah kugapai ,tak sesempurna di masa itu? yang pertama dirasa, yang selalu manis untuk dikenang . . .
Aku lupa Jatuh Cinta!
hati kita pada waktu itu ,seperti bendera di tiangnya . . berkibar karna Angin tlah jatuh hati!
aku ingin kembali. . kembali kepada yang dipersalahkan olehmu?
jika saja maut dapat memisahkan rasa yang terlanjur mendarahdaging. . adalah Kejamnya Air menghantam kekalahanku saat Pernah kau sakiti!

G A L A U

aku KHILAF . . . membayangkanmu, KUSUT ! terhinanya . . . kekhilafanku? apalah CINTA, SAYANG ,Saat Indah Lebih terbayangkan . . . cukupnya waktu yg terbuang banyak, apa kau ingin memungutnya dan mengembalikan itu padaku? AKULAH penikmat Rasamu, dalam kata ,dalam Bayang . . seribu ingatan palsu untukku ungkapkan! Karna serba ingin menentukan, mau. . . senangnya Galau ini membentuk Pulau Biru Pada malamku!

dekat

ini jauh dari perkiraanku, pertama kali perkenalan ragu itu tlah memudarkan wajahmu. . .saat beberapa kali pertemuan,sesatnya rasaku padamu! tanpa pikir panjang, sekalipun harus melompat dengan satu kaki saja. . .aku lakukan agar dapat menyentuh isi ragumu! kekeliruan melanda, setelah berhasil mencoba. . .karna ternyata tak bth sepenuh hati,seisi jiwa tertuang ? ingin lepaskan segala pandangan pertama itu. . .agar kelak sang bodoh menjauh,dan cahaya mendekat di raut wajahmu!

D.T.K

itu tolol!
bicaralah, mengatakan apa saja...

mulutmu tak 'kan bernyawa,
tapi bersuara!

bungkam?
diamlah di ruangmu...
bukan di ruangku!

di atas mejaku, pulpen, atau kertas yang sudah tak dapat ditulis...

maknai ragu sebagai pengaharum nalurimu, dengan BICARA!

selamat tinggal


Pernahkah kau melihat ini?

walaupun sekedarnya saja...

kapanpun dapat kau hapus!
tapi apakah kau mampu menjadikan ini selembar saja, yang berisi kata-kata tentang diriku?

itu seperti saat aku memandang ini...

keadaanku ingin tenang, mataku memang berusaha tak buram!

ragaku ada,saat jiwaku entah melayang kemana?

sudah bosan ! muak aku tentang mimpi memberikanmu langit indah di sore hari...

setiap pagi, siang, sore, dan malam hanya memperkerjakan perasaan terhadap KEBODOHAN , dan selamat tinggal mimpiku!

s e a n d a i n y a

jika hanya dengan tiga kata... dapat terbentuklah sebuah makna,
bahwa nilai ketulusan sebagai estetikaku sebelum beranjak pergi dari alam sadar?
tidurku...
bangunku dan menyiasati peranti hatimu...

selamat menikmati tentang dunia egoisme kita sebagai manusia, saat hancur, terbaring tak berdaya...
seperti hidup dengan diri sendiri saja? itu salah...

hadapi aku, kenyataanmu!
realitas yang telah ada, tanpa SEANDAINYA... semua tak terjadi, semua tak terulang lagi?
karnaku tak mampu SAKIT HATI...

Sunday, March 29, 2009

membidik hati

aku tak ingin kehilangan,walau inginku lepaskan rasa kehilangan dirimu... tak sempat memiliki,sudah di penghujung waktu? aku terlambat! sekalipun aku berhasil, berhasilnya aku memeluk malam bersamamu... dari waktu yg terlanjur kulalui ,memukul tembok berduri hingga kedipan mataku tak akan menaruh hati lagi di ragamu... aku lemah sebelum ini semua terjadi,tentang intuisi ,tentang prosa kata persetanlah bualan! aku semakin tak berdaya setelah aku benar-benar tahu aku kehilangan akal untuk memilikimu!

Thursday, March 26, 2009

6 1 6

beginilah...
tetap sama, aku dengan rasaku sendiri!
ku nikmati perkatanya, dan setiap huruf yang hilang...

sakitku,
piluku... ini sementara,
dalam waktu yang sungguh sulit terhenti,
saat hanya memikirkanmu,

walau tak bersamamu...

Wednesday, March 18, 2009

tempat terakhirku


Ini tempat terakhirku…
Saat ini indah ku menangkapnya, dengan mata dan tanganku!
Diantara keduanya,
Duniaku…
Serba-serbinya, warna yang memerah hingga Merah!
Akhiratku…
Sementara yang tak pernah kutahu,
Dan keduanya,
Mengejarku dalam suka , terlepas itu hanyalah sebuah kata yang bermakna untuk mereka…
Untukku…
Di tempat terakhirku, sampainya Langit Terbaik yang ‘kan kupijak, bukan bersamanya, bukan bersama mereka…

B E R H A R A P


Berharap…
Dalam sedetik saja diamku memuncak…
Khayalan!
Cerita sedihku, dalam sebuah pengharapan…
Hingga malam pun tiba pada pagi yang memaksaku ‘tuk terbangun!
Lepaslah…
Beban tentang rasa-rasa, kesalahan dan sabarnya aku…
Walau memang tak ‘kan pernah terwujud membangun cinta dalam penantian terakhir ini,
Sudah diujung umurku, berharap dan merenung kembali!

Tuesday, March 17, 2009

Beginilah...



satu per satu t'lah berpaling,
setidaknya aku tetap menatap ini sebagai Anugerah Terindah!
walau setitik saja, terangnya...
lebih dari itu muram ke muram?
akankah ada yang lebih buruk lagi untuk ku tatap...
ku ratapi seribu waktu yang usai termakan oleh Kesendirianku!

Where Is The Love?



sudah lama , kata-kata ini tak ku resapi...
apa yang dapat menggugah hatiku untuk rela mengatakannya?
seperti malu, atau tak 'kan pernah lagi menuhankannya dipalung jiwaku yang terdalam...

kulihat ini , di kamar mandi...
apa yang tersirat jika yang kulihat ada di hatimu?
mungkin tak pernah terjadi , atau tak 'kan ku resapi sari patinya lagi...

semoga kata- kata ini tidak masuk ke dalam pembuangan tinja...
karena ialah tetap ku butuhkan dan ku rindui tiap titisannya!

Friday, March 13, 2009

tirai kegagalan

aku terlambat . . . memerhatikanmu! sebatas kata, terbata pun anganku ,dgn ragunya sebuah masa menjadi keterlibatan kekusutanku! aku hanyalah pemerhatimu, tanpa saling cinta . . . aku menikmatinya! selama-lamanya . . .