Linimasa

Saturday, May 30, 2015

Semoga Benar Kau Bahagia

Rasanya lumayan hancur. Tapi aku tidak ingin mengganggu kesenangan ibu. Aku tidak boleh egois seperti orang-orang yang egois. Sebagai anak perempuan brengsek, aku tetap menjagamu dari sini. Ibu, aku mau kau benar-benar bahagia.

Sunday, May 24, 2015

Kesalahan, Terima Kasih!

Dengan kesalahan, aku terlihat bodoh.
Dengan kesalahan, aku lupa diri.
Dengan kesalahan, aku buang waktu.
Dengan kesalahan, aku terhina.
Dengan kesalahan, aku belajar tentang kesungguhan hidup ini! 

Terima kasih kesalahan.

Friday, May 22, 2015

Terabaikan Perlahan

Jumat. 
Di luar panas.
Matahari tak pernah ragu mengeluarkan hangatnya.
Aku di dalam kendaraan ini duduk manis dan terdiam.
Entah apa yang harus aku lakukan?
Kalah telak!
Aku punya banyak cara namun tidak bisa melawan perasaan orang.
Terabaikan perlahan.

Kenormalan Nol

Malam ini aku mau tidur sebentar. Aku mau jadi kekasihmu, dibelai dan dimanjakan. Iya, hanya malam ini waktunya untuk berkhayal. Setiap tidur ingatan pergi kemudian datang bersama pesan. Ada ksatria dan bidadari, yang satu cuma Tuhan mereka. Doa tidak pernah sia-sia. Meskipun aku hina di hadapan banyak dugaan benar. Percayalah aku tidak normal, aku tidak senormal pikiran busuk kalian.

Thursday, May 21, 2015

Tunggu Saja Rasanya

Aku sudah mulai bosan mengetik keluhan hati. Sementara kamu sibuk berbenah diri. Keajaiban tidak akan pernah datang. Sering kita perdebatkan. Maka, aku harus bisa melakukan hal yang sama sepertimu. Baiklah, nanti coba kupikirkan. Semoga ada jalan yang cerah. Aku tidak mau kacamataku berembun sampai menusuk retina. Hari ini bukan awalnya, bisa jadi akhirnya. 

Segera Bersyukur Wahai Tembok Kamar

Aku hanya berusaha menjadi penyanggah yang selalu tegar menanti senyuman. Aku hanya debu yang menempel di tembok kamar tak berpenghuni. Aku hanya sisa dari keterbatasan sebagai kekasih tersimpan. Sepertinya aku masih punya kesempatan untuk bilang:

"Bila suatu saat kau kecewa, menangislah sekuat tenaga, pegang jemari tangan kananmu sendiri, bersyukurlah masih bisa merasa SAKIT."

Jangan Pernah CINTA!

Jangan pernah percaya sama orang yang mengaku punya perasaan karena sebenarnya ia sedang main hati. Seakan-akan kita orang yang paling kuat menerima apa saja ucapan dan tindakan yang ia perbuat. 

Padahal tahu hati sudah rapuh,
padahal tahu hati sudah tak berbentuk,
padahal tahu hati adalah mata yang tidak bisa dibohongi,
padahal ia selalu memohon dimengerti,
namun tetap merasa tak bersalah.

Jangan pernah mengaku bahwa dirimu begitu mencintainya karena pasti perpisahan datang dalam hinaan besar. 

Wednesday, May 20, 2015

Semoga, Semoga!

Aku tidak ingin mengaku hancur. Keegoisan sudah banyak memukul. Begitu keras dan sakit sekali. Namun, aku pasti yang dipersalahkan dan ini saatnya diam. Apakah kau bahagia? Semoga. 

Wednesday, May 13, 2015

Atasmu, Diriku dan Tidak Pernah Sama

Wajahmu penuh tanya seperti wajahku. Meskipun jawaban yang kita punya tidak pernah sama. 

Aku pernah merasa sangat kacau dan kini aku mulai lelah dengan pikiran yang aku sendiri tidak tahu pasti. 

Seakan aku dirimu. Orang yang rela mengorbankan waktu lebih banyak. Demi mengubur satu kesalahan yang tidak perlu diakui. 

Kita belum terluka dalam. Jangan sampai itu terjadi karena aku tetap disini bertanggung jawab atasmu. 

Sunday, May 10, 2015

Benah Hati

Pukul satu lewat sembilan. 
Aku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Ratusan menit terbuang dalam gelisah. Aku sempat menangisi diri. Kenapa aku tolol?

Tanya dan jawab memburu pikiran. Aku berharap masih sempat untuk berbenah hati.

Saturday, May 9, 2015

9 Mei Haru

Aku tak menemukan apa yang sudah kudapatkan. Semua hilang dalam sepi. Aku tak perlu lagi bangun dari tidur yang panjang karena pasti tidur lagi. Semoga bukan sakit hati biasa. Ini harus benar-benar menyakitkan. Tuhan, jangan lepas aku. Disini aku tersiksa.

Kulepas Mimpi

Aku tidak pernah menunggumu pergi, aku juga tidak lagi ingin mengharapkan kau datang seperti dulu. Hari yang menyakitkan tidak mudah 'tuk dimengerti kecuali membuatnya sedikit lebih tenang. Terima kasih dan perlahan kulepas mimpi.

Friday, May 8, 2015

Malam, Aku Hadir!

Kita akan menemukan keluarga yang utuh di dalam diri kita sendiri, bila keluarga yang nyata sibuk dengan urusan pribadi. 

Tidak ada kesedihan, seharusnya. Tidak ada perpisahan, semestinya. Tidak ada perjalanan yang sempurna, dan inilah keadaan terburuknya. 

Malam mencintaiku dengan tulus. Tanpa sentuhan, malam seakan memeluk erat sepi yang tak mau hilang. Malam selalu merinduiku untuk kembali. 

Aku hadir, malam.

Terbunuh Disini

Terbunuh, aku terbunuh, aku tersiksa oleh pikiranku sendiri. Setenang apapun hati, sekuat apapun jiwa yang terkadang guncang, aku tetap terbunuh. Disini aku terbunuh!

Curiga, Pergilah!

Lelah dengan curiga. 
Bertanya di hati sampai kesakitan.
Semenjak hari itu, rasa percaya berkurang.
Aku tak ingin hilang kendali.
Tak perlu kau merasakan hal yang sama, dan suatu hari keadaan ini menjadi kekuatan baru dalam diri.

Wednesday, May 6, 2015

Ditinggal, Perlahan?

Cinta berarti KEMATIAN EGO.
JUDUL BISA DIGANTI "perlahan ditinggal".
Aku tidak boleh banyak bertanya kecuali DIBERITAHU.
Sulit untuk tidak mengakui bahwa ini PALING SAKIT.
SEUMPAMA waktu kembali, aku harusnya tidak pernah mempersoalkan KAMU dan DIA.

Sunday, May 3, 2015

Percuma, Minggu!

Percuma, aku menangis! Percuma, aku sangat cinta! Percuma, aku merasa bahagia! Percuma, karena semua itu hanya sesaat! Apakah "percuma" memandangku dengan sinis setiap aku sedang GILA?

Tak terhitung berapa asap rokok yang tumpah di mulut. Kasihan bara, hilang terbakar. Minggu dalam kebodohan. Menyadari nasib tentang hati dan pikiran ini. Keluargaku, baik-baik kalian. Percuma, aku mengalah! Percuma, aku berkorban! Aku lelah dengan "percuma".

Saturday, May 2, 2015

Frustasi? Cinta! Ha?

Persoalan cinta yang "kupandangi" tidak rumit. Aku hanya "belum pernah rela" untuk melepaskan satu pikiran. Satu-satunya kelemahan. Bila hilang, aku teraniaya oleh perasaanku sendiri hingga kenyang. 

Seperti pendingin di ruangan ini yang akhirnya mengaku capek. Kenapa aku tetap saja memakai selimut? Padahal udara tidak beku. Disitu aku takut dan mustahil pura-pura biasa. 

Tidak ada alasan frustasi, tidak ada alasan terus cinta. Apa yang tidak mungkin? Setiap terlihat berbohong, wajah itu menusuk jantung. Kisah sebentar menjadi aroma yang tidak tertandingi. Seakan-akan demi kebahagiaan orang lain, perasaan kita waktunya terbunuh rapih.