Linimasa

Thursday, May 21, 2015

Segera Bersyukur Wahai Tembok Kamar

Aku hanya berusaha menjadi penyanggah yang selalu tegar menanti senyuman. Aku hanya debu yang menempel di tembok kamar tak berpenghuni. Aku hanya sisa dari keterbatasan sebagai kekasih tersimpan. Sepertinya aku masih punya kesempatan untuk bilang:

"Bila suatu saat kau kecewa, menangislah sekuat tenaga, pegang jemari tangan kananmu sendiri, bersyukurlah masih bisa merasa SAKIT."

No comments: