Linimasa

Wednesday, January 27, 2016

Bodoh?

Dulu secangkir kopi yang menemani malam suntuk seperti ini. Sekarang yang tersisa segelas air putih dan rokok yang belum selesai terbakar. 

Hari ke hari yang membuatku semakin takut. Pertanyaan yang sama muncul. Apa aku orang bodoh? Mungkin iya. Jika tidak berarti aku sedang beruntung saja. 

Sakitnya Begitu Sakit

Tidak adil, menyakitkan, dan sudahlah. Hanya itu yang berputar dalam otakku. Aku harus menerima apa saja yang sudah menjadi risikonya. Perasaan yang begitu dalam sulit menjerit. Kesakitan ini terus berjalan. Andai dapat kuputar kebahagiaan setiap kali kuingin bahagia. Dan segala pertentangan hati bukan lagi menjadi penghalangnya. Aku tersiksa, aku mau.

Monday, January 25, 2016

Mereka Diam

Disaat orang-orang tahu aku memerlukan bantuan dan mereka diam. Aku akan selalu ingat kejadian ini. Semoga mereka selalu diberikan kesehatan lahir dan bathin. Aku bisa. Kamu, harapan aku satu-satunya.

Sadar Ini Cinta Ini

Irama malam melaju. Detik berjalan cepat. Baru saja mencium baumu. Sudah berlalu yang tak ingin berlalu. Tak ingin sadar tentang beberapa keresahan. Melupakan hati yang sakit di atas pertahanan. Cinta, cinta, mereka bilang aku gila! 

Sunday, January 24, 2016

Bagimu, Bagiku

Kita memikirkan tentang kekalahan-kekalahan yang tak terpikirkan. Kita merenung tentang angan-angan. Kita merindukan yang pernah datang. Kita wujud yang terbayang.

Ajak aku terbang jauh dalam khayalmu, lepaskan jenuh di sela keruntuhan. Aku tak ingin larut dalam kesepian. Biarkan aku di sampingmu. Perang begitu sulit diikuti, aku tetap menjadi pelindung bagimu.

Saturday, January 23, 2016

Masihkah?

Rasanya ingin pergi jauh menggapai harapan bersinar. Tapi aku ini pengecut. Berani sebatas ingin. Pikiran dan hatiku sudah membiru. 

Menelan ludah basi berkali-kali dan tetap tersenyum. Aku tidak lega, aku tidak sabar, aku bukan orang kuat, aku sudah hancur. Masih adakah harapan itu?

Bingung Kadang

Kadang aku heran kenapa aku mau? Menunggumu berlama-lama duduk di tempat kakiku melangkah ini. Seperti warung di pinggir jalan yang sedangku singgahi. Sebenarnya akan membosankan jika tanpa alasan. Aku menanti orang yang sudah berpunya. Aku menahan pilu terdalam. Aku sudah hancur tapi enggan mengakui bahwa aku berantakan tak terkira.


Masih Bila Masa

Mengumpulkan kepingan sisa luka. Diam tanpa sepatah kata pun aku diam. Siang seperti pagi nan cerah. Melepas isak tangis bathin. Guncangan enggan pergi. Sadarkah aku terluka? 

Thursday, January 21, 2016

Hingga Tak Terhingga

Kadang aku bosan meratapi kesendirian. Mencari celah di antara kepulan asap rokok yang kubakar. Semakin malam terasa sepi. Duduk gemetar di atas motor dalam ringkukan gerimis. Aku ingin dipeluk dan merasa nyaman. Lagi, aku tersiksa. Hingga menuju tidur digentayangi rindu menderita.

Tuesday, January 19, 2016

Kepada Sendiri, Aku Sepi

Di tempat ramai yang tak bersalah aku merasa semua orang senang dan aku paling berduka atas hidupku. Atau mereka yang justru tak sebahagia aku? Entah juga wahai sepi, aku sendiri. Lelah, lelah, lelah ini bertaburan di taman hati. Dimana aku bersandar? Tubuhku sendiri.

Monday, January 18, 2016

Aku atau Kamu

Waktu itu aku jatuh cinta untuk sebuah luka. Kini luka kembali datang dan aku masih bertahan jatuh cinta. Aku yang bodoh atau kau yang sadis?

Sunday, January 17, 2016

Diam Semoga

Percuma mencurahkan isi hati kepada yang berbahagia. Sudah berbeda waktu dan status. Ketika nanti aku dibutuhkan baru terasa perbincangan lama. Semoga aku sanggup melawan hati.

Kuat! Kuat? Kuat!

Tiga puluh, tiga puluh, tiga puluh! Aku bisa gila mempermasalahkan ini. Tiga puluh, tiga puluh, tiga puluh! Orang bahagia, aku yang tersiksa. Aku takut, sedih, dan hinggaplah padaku wahai keajaiban. Aku lemah!!!

Cinta atau Jatuh

Jatuh cinta tidak bisa dicari. Jatuh cinta menaklukkan kesepian. Jatuh cinta pasti menyenangkan. Apa kabar jatuh cinta? 

Minggu Pagi 1/2 Gila

Tidur terlalu pagi, bangun terlalu cepat. 
Tiba-tiba sudah Minggu dan aku masih saja berdiri di atas awan mengelus memori.

Aku ingin terbebaskan dari patah hati.
Andai aku bisa terbangkan perasaanku ke atas sana dan memandang ke depan sana.

Babak Baru Dimulai

Perjalanan hidup ini entah akan panjang atau tidak. Aku tetap bernafas menatap kekhawatiran. Kira-kira aku sanggup atau tidak mendulang sebangkul kerikil baru? 

Tuhan, Engkau memang tidak ada di sini. Tapi aku yakin hanya Engkau pelindungku.

Friday, January 15, 2016

Kuat, Sepi

Merasa kesepian itu tidak enak apalagi benar-benar kesepian. Kita tidak bisa mengandalkan siapapun. Orang yang paling kita harapkan kelak punya jalan hidup sendiri. Bicara sendirian melawan sakit. Waktu yang tepat untuk hebat adalah kuat.

Sebentar Lagi Selesai?

Aku takut membayangkan kebahagiaan orang. 

Aku tidak punya nyali untuk mundur jauh dari kenyataan.

Karena aku harus berani menanggung perlakuanku sendiri.

Karena aku harus takut terbunuh rasa bersalah.

Aku bisa, kamu bisa, dan kenangan mengiringi hidup kita masing-masing. Sebentar lagi.

Thursday, January 14, 2016

Teruskan Kebahagiaanmu

Pada akhirnya cinta yang tersisa kebohongan. Sungguh manis di bibir kemudian perlahan hilang. Orang mengaku cinta setelah ia merasa butuh. Ketika mencoba pindah hati yang lama dibuang. Rasa bahagia tidak dapat disembunyikan dari raut wajahmu. Harusnya tidak perlu berpura-pura tidak suka, tidak mau, tidak ingin, padahal sudah bahagia.

Wednesday, January 13, 2016

Aku Bukan Adalah

Aku adalah alasanmu untuk tersenyum.
Aku adalah alasanmu untuk bahagia.

Aku adalah alasanmu untuk tegar.
Aku adalah alasanmu untuk bimbang.

Aku adalah alasanmu mencari masa depan bukan denganku.

Sanggupkah Aku?

Pada awal aku mengenalmu, bimbang datang membuatku banyak menimbang. Namun, langkah tak terhenti dengan segala masalah yang akhirnya bisa kuselesaikan. 

Pada akhirnya, aku semakin mengenalmu. Bimbang itu sudah pergi lama, kini tibalah rasa takut yang tertanam. Apakah aku sanggup melihat awal?

Perlu!

Seakan aku hebat padahal rapuh. Aku hanya bisa menahan dan bertahan. Udara dingin jauh dari matahari yang biasa menendang syarafku. Aku perlu terbiasa sendiri. 

Tuesday, January 12, 2016

Datang, Hilang, Kembali

Semangatku hilang dan datang. Ketika hilang aku rasanya ingin mengakhiri hidup. Namun, ketika datang aku semakin ingin menikmati hidup ini. Teruntuk rasa sakit yang kuciptakan sendiri, jangan kau goda aku dengan kelemahan. Goda aku bersama rencana masa depan. Besok untuk apa, lusa bagaimana, dan bulan depan apakah aku tetap memijak bumi? Rahasia Tuhan, kematian. Kehidupan untuk selalu disyukuri. Semoga aku bisa.

Monday, January 11, 2016

Ampuni Saja

Sebenarnya, aku paling takut mati. Apa yang aku bawa nanti? Aku banyak dosa. Nafas ini sepertinya bosan denganku. Tubuh mulai lunglai. Aku yang kurang senyum makin sulit tersenyum. Entah! Tuhan, aku memang salah. Sekiranya Engkau beri aku kesempatan. Ampuni saja dosaku.

Sunday, January 10, 2016

Terbakar Tidak

Rokok yang kubakar ini sudah tidak mampu menenangkan, memberikan kenikmatan, apalagi mengubah kenyataan. Hidup yang katanya indah, tak seindah itu juga, tanamlah bunga di taman hati kita dengan cerita yang baru.

Matahari dan Hujan

Mereka seakan akrab.
Nafas semakin sesak di cuaca yang aneh ini.
Dimana rindu yang kita tumpuk bersama?
Sudah banyak dan tinggi.

Mereka seakan akrab.
Hati bertahan menang di tengah kericuhan.
Tak selalu kebahagiaan diungkapkan dengan kata bahagia.

Mungkin aku harus tahu mereka --matahari dan hujan-- yang seakan akrab memiliki cerita berbeda.


Pilu, resah, airmata.

Wednesday, January 6, 2016

Diam

Diam meratapi dini hari yang sunyi.
Dimanapun aku berada terinjak pikiran yang sama.
Diam menyesali keadaan diri.
Kemanapun aku pergi terpukul lintasan masa.
Ingin rasanya kubunuh "diam".

Tuesday, January 5, 2016

Kegelisahan Berlanjut

Ada kebahagiaan yang harus kita tebus dengan cara terluka. Persetan cinta, rindu, dan kenangan. Entah bagaimana menceritakan rasanya? Tidak pahit, namun pedih! Manisnya tinggal kenangan. 

Sunday, January 3, 2016

Sepuluh Kurang Tujuh

Jangan takut aku patah hati karena aku tengah merasakannya. Segelas teh manis hangat ini tak mampu meredamnya. Entah dimana harus bersadar? Tuhan Maha Segalanya, aku pasrah. Ikhlas tak mudah. Sudahlah, belenggu.

Saturday, January 2, 2016

Aku Mencintamu, Sayang

Aku mencintaimu. Meskipun kadang begini tidak cukup, begitu masih terasa kurang.

Aku mencintaimu. Walaupun kita sering berpisah dan memendam rindu. 

Aku mencintaimu. Dan ini memang tidak akan pernah cukup. Maaf, sayang.