Linimasa

Thursday, December 23, 2010

Pagi Dalam Desember

Dosaku tanpa titik
Berlanjut
Semakin berani
Tak punya malu
Dan kusadari

Aku tidak sholehah
Bukan muslim sejati

Kadang ingat
Bahkan sengaja lupa
Semoga besok tidak khilaf

Tentang ingin
Mimpi
Harapan kecil
Bunyi semakin nyaring
Menggema pada ruang sempit

Sudut sunyi
Tanpa kata
Menangis dari airmata mereka


Waktuku untuk tidur

Thursday, December 16, 2010

Aku Atau Kehilangan...

Suara ini terdengar sebelumku tertidur...
Kau hembuskan nafas, kata...
Kuterdiam!

Merasakan ini dan kepahitanku...
Memang nistalah nista!

Sungguh hati berani mundur,
Dari jajaran terdepan yang sempat kau banggakan...

Tak ada lagi gurauan manis,
Senja hilang...
Kiamatkan rasa kita!

prasangka salah!

Gemulaiku membenarkan adanya baik...
Sumringah kusambut semuanya, kenyataan dan banyak gambar yang tersimpan...
Kusadari banyak yang tersimpan dari rasa ibaku...
Dan terinjak sudah segalanya!

Lagi dan lagi memandangku seperti tak punya rasa, tak punya hati...
Memang tak ada yang mampu mengerti, jika hanya slalu ingin dimengerti!
Ya, memang tak ada yang menahu bila ini hanyalah dialog aku dengan tembok...
Tersimpan lelah, habis termakan bohong serta jujur indah!

Satu-satunya temanku malam ini...
TUHAN!

Monday, December 13, 2010

Proses Titik!

Semakin sulit 'tuk mengungkapkan rasanya...
Menyadari inilah cara berpikir, bertindak, dan kita mesti bergegas!
Semua yang terlanjur terlambat...
Segala yang tak terpikirkan sebelumnya!
Rencana indah atau penantian baru...

Airmata perlahan menetes dengan lambat...
Tak mampu lagi berlari,
Tak sanggup lagi!

Airmata sederas air di pelatarannya...
Hanya pipi yang dapat menampung yang tak terusap!

Teriak sabar, jerit sabar...
Di hati ini lemah,
Berusaha ingin slalu menyanggupi!

Teriak ikhlas...
Dan gemanya kembali di diri ini!

Jika boleh kuulang kembali waktu yang senang,
Tak ada manusia yang mau menyusahkan dirinya sendiri...
Kuatlah aku, kalian, dan cita-cita yang mesti digapai!