Linimasa

Monday, April 25, 2016

Stroke T*i Kucing

Judul kali ini dikutip dari ucapan seorang pria yang memijit tubuhku. 

Aku memang tidak yakin manusia baik, aku tidak percaya manusia jahat. Manusia hanyalah manusia. Kehidupan yang bukan manusia sudah pada tempatnya.

Segelas kopi menyuruh tidur sejam ke depan.  

Maaf, Maaf, Maaf

Beberapa hari ini badanku dijamah orang-orang yang berusaha membuatku sadar akan hal-hal yang tak bisa kulihat. 

Sekarang aku hanya ingin memberi maaf atas perlakuan jahat mereka di luar sana. Jangan ganggu lagi, kami minta maaf.

Thursday, April 21, 2016

Pilihan Itu Ada

Aku tidak percaya sudah bulan keempat. Tahun ini masih sama seperti yang lalu. Kegelisahan masih dalam kunyahan. Pernah kutelan dan menghajar otak. Apakah masih ada hari terbaik untukku? Jika mengharapkan seseorang beritikad baik, aku harus lebih dulu berani melangkah ke depan. Sendirian atau tidak sama sekali memang menyebalkan.

Tuesday, April 19, 2016

Nikmat yang Disemogakan

Aku tidak ingin merasa cinta itu mudah. Apalagi mengatakan cinta itu gampang. Sebuah perjalanan tak selalu nampak jelas. Adalah pengorbanan yang tak akan mungkin bisa orang ganti dengan apa yang ia lepaskan dan dapatkan. Kita hidup dalam lingkaran semoga. Tak selalu keinginan bisa terkabulkan, namun doa tak mungkin berdusta menghapus satu persatu airmata yang berlalu.

Thursday, April 14, 2016

Seru Merdu

Pergilah kesepian!
Aku pemikir yang masih suka ramai.
Biarkan aku senang dengan kerumunan.

Berjuta huruf dan angka di kepala.
Aku terjebak di dalamnya.

Dan biarkan aku terbang jauh dari kesepian!

Wednesday, April 13, 2016

Pura-pura Ramai

Aku munafik,
tidak berdaya,
kehilangan akal,
dan aku sadar bahwa aku kesepian.

Thursday, April 7, 2016

Mungkin Begitu?

Kertas-kertas berterbangan di atas kepala. Kertas pertama menanti keajaiban. Kertas kedua mempertahankan cinta. Kertas ketiga rela berkorban. Sementara kertas lainnya kosong kehabisan tinta. Tak lama kemudian kertas-kertas itu tersapu badai. Tak satu pun menyisa. Kepala bingung kemana arah angin membawanya. Manusia bersih keras memikirkan apa yang mereka inginkan dan miliki tanpa kepala. Begitulah cinta.

Monday, April 4, 2016

Oh, Aku!

Kenapa harus sangat cinta?
Kenapa harus kecewa?
Itu hanya cerita bodoh seseorang yang dibudakki perasaannya.
Itu hanya kisah tergila seseorang yang rela menjadi sandaran.

Orang itu aku.

Mungkin Saja Iya

Pagi yang muram. Wajah gelisah terbaring kaku. Demi waktu semua bebas menyakiti. Tapi aku tinggal berdiri meratapi cabikan. Aku tahu Tuhan begitu adil. Suasana hangat menjadi dingin. Aku tidak lagi ingin menjadi pemenang. Biarlah kalah agar lelah tak lagi merasa bersalah.

Keparat Rasa

Perasaan ini lama-lama keparat. Menyiksaku sesukanya. Dan lebih bodohnya aku mau saja. Sampai kapan aku rela bertahan dengan keadaan hati yang tersiksa? Mengertilah kasih.

Sunday, April 3, 2016

Entah Tiga Tahun Ke Depan

Aku tak kuasa menahan rindu. Menatap fotomu berulang kali. Hasilnya bangun tidur aku tetap sendirian. Kadang aku merasa tersiksa. Tapi aku belum jera. Semoga kamu tahu betapa hancurnya aku.