Linimasa

Monday, November 30, 2015

Disambut Babak Baru

Harusnya aku tidak berada disini. Tapi aku jadi tahu wajah bahagiamu. Semoga kau tidak lagi berpura-pura. Ceritakan perasaanmu yang sebenarnya. Aku siap patah lagi. Tidak perlu pakai hati. Sudah selesai.

Sedih, Jangan!

Sedih, jangan kau datang mencabik pikiranku. Biarkan aku leluasa mencari apa yang kuinginkan. Entah kutemukan atau tidak. Biarlah aku yang tahu.

Sedih, jangan kau ganggu kesenanganku. Biarkan aku bebas menemukan apa yang tak pernah kudapatkan. Entah kumau atau tidak. Biarlah aku yang menentukan jalannya.

Sunday, November 29, 2015

Biar, Biarkan!

Biarkan aku tidur dalam pelukanmu tanpa orang ketiga. Biarkan aku bahagia untuk terakhir kalinya. Biarkan aku cemburu karena kau milikku. Biarkan aku tersenyum bebas membayangkan tentang kita. 

Biarkan aku memilih jalan kenangan sendiri.

Entah Kemudian

Memudar.. Hilang.. 

Enggan rasanya bicara lagi.

Harapan sirna ditelan ketiadaan. 

Aku cuma seorang perempuan..



Tetap Sederhana

Selamat pagi, Minggu. Aku sudah terbangun beberapa jam yang lalu. Harapan selalu ada, kesempatan pun sama. Apakah frustasi berhasil membunuh perasaanku? Iya, pengalaman begitu indah dan berharga. Restui aku untuk selalu bersabar. Kelak langit biru menunjukkan awan terbaiknya. Putih, kau tetap sederhana. 

Saturday, November 28, 2015

Laporan Stroke

Darah membeku di otakku. Egois betah membuat garisnya sendiri. Menyakitiku perlahan. Nasib baik tak sampai terbunuh. Banyak hilang ingatan, banyak yang kulepaskan. Akhirnya, fokus yang di depan mata. 

Tolonglah.. tolong.. tolong.. tolong.. sakit, tolong.. siapa yang berani menghentikan kebodohan ini? AKU SENDIRI!

Sisa Cinta

Kita harus berterima kasih pada cinta. Ia memberikan kita energi luar biasa dan kehancuran tak menyisa. Wahai malam, apakah kau mau bertanggungjawab mengobati hati-hati yang terluka? Jika setuju, kirimkan kami kekuatan baru untuk bertahan dengan sisa cinta yang kami punya. 

Tuhan dan Jalan TerbaikNya

Di setiap kebahagiaan ada hati yang tersakiti. Sabtu tak seperti Sabtu yang kita selalu nantikan. Tuhan sudah menentukan jalan terbaik bagi orang bersalah. Sekarang atau tidak sama sekali. Kebabagiaan adalah pilihan.

Desember?

Belum sampai di bulan yang kucintai, rasa takut datang menyiksa. Takut, pergilah ke tempat asalmu. Aku tidak ingin diganggu. Biarlah aku sibuk menyembuhkan sakitku. Hari-hari menegangkan. Aku terancam.

Terakhir Kali

Banyak cinta yang terluka. Pengorbanan yang tak seberapa ini pun malu. Enggan menangis lagi. Siang begitu kejam menghantuiku dengan kenangan. Aku rela patah hati untuk yang terakhir kali.

Thursday, November 26, 2015

Umpama

Andai aku tak punya hati, membiarkanmu lebih dulu sakit hati. Tapi biarlah.. aku yang menanggung lebih banyak hancur. Ketika malam datang, dan pagi membuatku enggan terbangun, siang berganti sore, seakan hari mengikatku pada rasa bersalah.. Tuhan biarkan hidup ini tetap indah denganmu atau tanpamu. 

Tuesday, November 24, 2015

Pura-pura Iya

Sakit hati itu sederhana, kecil, dan bernanah. Ada banyak tips meruntuhkan sakit hati. Namun, sedikit yang berhasil memaksakan diri untuk jatuh cinta lagi. 

Tidak bisa lagi dan coba lagi atau dengan mudah seperti mereka bilang iya saja. Hingga waktu menikahkan jodohnya. Aku harus berpura-pura kuat.  

Tegar?

Melupakanmu tak semudah melupakan patah hati. Aku patah hati dan tak ingin melupakanmu. Waktu yang menyakitkan semakin dekat untuk mengajariku berdiri tegap. Aku tak bisa mundur dan terus berjalan menelusuri duri kecil. Jalan yang kulewati tak 'kan mungkin kulupakan. Dengan senyuman aku menyambut kebahagiaan orang yang mungkin kau tak cintai. Semoga tegar.

Saturday, November 21, 2015

Sedikit Kalah

Menangis. Aku cuma bisa menangisi apa yang pantas aku terima. Semenjak awal September itu datang, semua berubah. Aku hanya bisa memohon ampun. Menangis. Aku cuma bisa menangisi kekalahanku. Bagi yang sehat, jagalah pikiranmu agar tetap bebas.

Ancaman?

Harusnya sakit ini tidak membatasi ruang gerakku.
Ketika banyak kejadian yang tak bisa diulang terpaksa kulewati.  
Sakit ini mengasihi waktu-waktu yang terabaikan.
Airmata menjadi teman bijaksana ketika Tuhan marah besar padaku.

Sakit ini.. Sakit ini.. Ancaman!

Friday, November 20, 2015

Tidak Ada Pilihan Lain

Perasaanku sudah hancur tanpa kau jaga. Hingga tiba waktunya, semua hal tentang kita bukan lagi aku dan kamu. Kita terpaksa harus memikirkan orang lain. Persetan dengan kesedihan ini. Tinggal menghitung hari untuk benar-benar menelan pil pahit. Aku pasti menang karena cinta pasti terluka.

Wednesday, November 11, 2015

Seperti Cinta

Mencintaimu seperti sebuah keharusan.
Tidak ada pilihan lain.
Wangimu menempel di indera penciumanku.
Tidak ada rasa lain.
Mencintaimu seperti hari kemarin, yang lalu, dan selamanya.

Monday, November 2, 2015

Hanya Kalah

Aku pikir hidup ini hanya beban. Ternyata aku hanya pemeran utama yang bodoh. Aku pikir cinta ini selalu indah. Ternyata aku hanya pujangga kesiangan yang kalah. 

Sunday, November 1, 2015

Bukan Sakit Jiwa

Sakit hati bukan sakit jiwa. Jika manusia menyerahkan seluruh jiwanya untuk orang yang mereka sayangi, maka ia tidak perlu sakit hati.