Linimasa

Saturday, March 26, 2016

Janji Membusuk

Kini tidak ada siapa. Tidak ada yang menguatkan kecuali diriku sendiri. Keputusanku dibiarkan membulat, tanpa perlawanan. Ini membuktikan kau yang terhebat. Kau memang berani. Pada akhirnya aku dibiarkan PERGI dan ditinggalkan. Semoga kau benar-benar bahagia. 

Friday, March 25, 2016

Rindu Usai

Sebentar lagi hari berganti. Rindu sudah menghampiri. Sedihnya rindu sendiri. Rindu yang diakhiri. 

Itu Berakhir

Hari ini tidak seperti biasanya. Aku merasa semakin sendiri. Tapi yang penting kamu tidak sendiri. Cinta itu menyiksa. Aku tahu sejak lama. Namun, aku tak berharap kau mendapatkan siksa. Ketika semakin sendiri, aku tidak percaya kamu lagi. Hari ini aku tahu semua tentangmu. Semoga akhirnya kamu bisa mencintainya, dan lepas dari belenggu. 


Sunday, March 20, 2016

Sibuk Laki-laki atau Perempuan

Laki-laki berambut panjang kata mereka seperti perempuan. Perempuan berambut pendek kata mereka seperti laki-laki. 

Mereka sibuk dengan laki-laki dan perempuan. Mereka sibuk mencari kesalahan. Mereka lupa mengurusi kehidupannya sendiri. 

Aku seperti laki-laki, atau aku bukanlah perempuan seutuhnya, aku bukanlah nafas yang kau hirup pagi nanti. 

Saturday, March 19, 2016

Segelintir Resah Malam

Gairah cinta yang tidak bisa kupaksakan. Hariku yang semakin kebingungan bersabarlah. Kelak yang bicara itu suara alam bukan hati. Dan yang tersimpan hanya kebahagiaan seutuhnya. Jika hatimu tulus, aku tak akan kehilanganmu.

Adalah Takut Pengecut

Jangankan menyusunnya menjadi berani, kepingan rasa sepertinya tak sanggup lagi kuambil. Entahlah, darah pengecut ini kapan berganti menjadi daging yang empuk? Kegelisahan demi kegelisahan semakin dekat. Sorot lampu yang datang dari kiri, kanan, atas, bawah, segala sisi itu menyakitkan mataku dan teriakan-teriakan itu bergantian menusuk telinga. Untuk sadar aku musnah demi ingatan yang pernah hilang. Kata terakhir yang paling pedih adalah TAKUT. 

Thursday, March 17, 2016

Mata Telanjang Hati Berbaju

Aku berbohong, mereka tidak tahu, Tuhan yang tahu.
Aku kebingungan, mereka menebak, Tuhan tersenyum.
Aku terjatuh, mereka pura-pura tidak melihat, Tuhan menolong. 
Aku berdosa, mereka bilang aku sakit, Tuhan mengampuni.

PSA

Ketika aku memikirkan ayah, juga ibu. Ketika aku asyik dengan duniaku sendiri. Ketika aku dihantui ayah dan ibu.
Ketika aku lupa dengan diriku sendiri.
Ketika aku larut dalam keentahan. Dan aku pasrah pada ketika. 

Tuesday, March 15, 2016

Si Buku Mana

Banyak rencana yang kupikirkan, kubiarkan, hingga terbuang begitu saja. Padahal sederhana. Tentang karya tulis. Entahlah kapan aku berani menyuguhkan mereka setengah pikiran tololku. Besok, nanti, atau malah tidak akan pernah.

Thursday, March 10, 2016

Kamu Mengumpat!

Mungkin orang lebih asyik mengumpat. Mereka tak lebih dari seorang pengecut. Apa yang mereka lihat bukanlah segalanya. Mereka yang terus mengumpat akan mati ditelan bumi suatu saat nanti. Hidup ini sederhana dengan mengurusi diri sendiri dibanding mengusik kehidupan orang lain.

Kita Bahagia

Kita harus bisa menjaga bahagia-bahagia kecil yang kita punya. Kita harus bisa merawatnya agar tidak layu. Kebahagiaan itu bukan hanya tentang apa tapi siapa yang benar-benar mengerti bahwa kita bahagia.

Thursday, March 3, 2016

Misalnya Hari Ini

Jaga hati untuk hati yang terbaik. Tidak mudah langsung jatuh cinta. Hati tak 'kan pernah terbaca oleh mata-mata yang terluka. Senyum bukanlah alasan pertama setia. Misalnya airmata ini kujual berapa mereka berani tawar? Tiga juta kali terjatuh, tiga juta kali kembali bangkit hanya karena setia. Lakukan, renungkan, tentang kita, masa lalu yang nanti tak pernah kembali.