Linimasa

Saturday, March 19, 2016

Adalah Takut Pengecut

Jangankan menyusunnya menjadi berani, kepingan rasa sepertinya tak sanggup lagi kuambil. Entahlah, darah pengecut ini kapan berganti menjadi daging yang empuk? Kegelisahan demi kegelisahan semakin dekat. Sorot lampu yang datang dari kiri, kanan, atas, bawah, segala sisi itu menyakitkan mataku dan teriakan-teriakan itu bergantian menusuk telinga. Untuk sadar aku musnah demi ingatan yang pernah hilang. Kata terakhir yang paling pedih adalah TAKUT. 

No comments: