Linimasa

Thursday, April 15, 2010

Segelas Keklisean

ketika sebuah kenyamanan didapatkan dari sebuah kata...
S A B A R
indahnya kusebut malam ini diantara kesenangan orang-orang yang kusayangi...

mereka tidak sebodoh aku...
mereka hebat dengan cara mereka...
karna aku tak mampu menyakiti!

T U H A N
jalanMu selalu benar...
bahkan selamanya itu hanya mimpi!

semu itu uraian saat aku terjatuh begitu dalam dan sakitnya...
labil itu buaian saat aku tlah kehilangan harga diri yang sebenar-benarnya...

namun aku bukan orang yang terhina!

nafasku baik,
detak jantungku yang sedikit terguncang...
apakah aku masih pantas menanti?
apakah aku masih pantas untuk dinanti?

E N T A H
membisu lagi...
aku tertunduk akan diri ini,
berdosalah aku!

malamku indahku birku...asal tak pernah putus asa!

Saturday, April 10, 2010

haruskah kecewa?

Aku mengerti Kecewa atas Ini...
"Membiarkan Manusia Bermain Dengan segala maunya"
Seperti Juga aku,
Yang Memang "Tak sempurna",
Tak pernah memberi rasa puas Atas apa yang diinginkannya...

Tuhan,
Kau boleh tahu...
Petang ini sadarku membisu,
Melihat satu dinding yang tak pasti diantara logika dan harga diri!

Aku telah Kecewa...
Jika kukatakan karna lelah sudah!

Tak 'kan kupungkiri hari,jam,menit,detik,dan setiap mata ini berkedip...
Bahwa Harapan Tentang Hidup Yang Lebih Baik!

Friday, April 9, 2010

Sebungkus Kemenangan

Sudah lama tak menatap paras Sang Ayah...
Ia menghilang,
Dan ada...

Merindukan seperti mencintai...
Mencintai dan rinduku akannya!

Tuhan punya aturan berbeda...
Jika mau dan mudah saja,
Aku belum mampu melakukan!

Ayah pergi terlalu lama...
Disini butuh lelaki bijaksana,
Berhentilah dari larimu!

"Mengendalikan Diri",
Jawaban tepat untuk mendapatkan hasil yang baik...

Juga tak harus menghindar...
Juga tak harus tak emosi,
Yang terselesaikan karna kita mau!

Apapun yang terjadi asal bahagia tentang kita...
Aku dan ayah!

kharisma andaiku...

Andai Cinta Tak Membuat Lidah Ini Berdosa...
Dengan tangan tak sampai tersentuh,
Dengan mata tak tersambung juga lidahku...mulutku!

Tak ingin mengikuti detak jantungku...
Berada di titik ini tak pernah cukup,
Aku memulai pagi...dan hanya senyum mengakhirinya!

Satu bait rasaku...
Melihatnya menangis aku tak pernah sanggup,
Melihatnya tersenyum sungguhan anugerah Tuhanku!

Entahlah bisu...
Entahlah kamu,
Kamu dan andaiku!

Hati Atau Dibodohi?

Aku ini perempuan...
Biarpun Kasar dan Hidupku berantakan...
Aku sama seperti impian perempuan lainnya...
Ingin slalu diperlakukan,
Ingin dimanja,
Ingin sekali dibelai!

Aku ini perempuan...
Walau kurang bersahaja,
Walau aku kurang lembut diantara layaknya....

Aku ini perempuan,
Mudah menangis...
Cepat bersedih,
Dan ingin sekali Tertawa lebar!

Aku ini perempuan sama seadanya seperti ibuku,tanteku,nenekku...
Aku ini perempuan!

Hatiku mudah rapuh,
Jika disalahi...
Hatiku mudah rapuh,
Jika dimarahi...
Hatiku hancur,
Saat melihat tak ada lagi "Kenyamanan" di dunia!

Aku tahu...
Aku ini perempuan,
Sebaya dengan "Perasaan",
Sepenanggungan dengan segala deritanya...

Ketika aku pandai cuma karna aku punya mulut,
Ketika aku berkata banyak,
Bukan berarti aku tak sadar dibodohi...
Karna aku ini perempuan!

Thursday, April 8, 2010

Hari Kamis

8.04.2010

Kamis...
Kebetulan saja atau memang sebisanya saja...

Sebangun dari tidur aku mendapatkannya hendak pergi...
Suasana hatiku sama seperti keadaan rumahku,
SEPI yang enggan menepi...

Ingin cepat sadar dan bergegas...juga ingin pergi!

Kesendirian memanglah pahit,
Apalagi tekanan...memang benar SAKIT!

Harapanku ada pada Jum'at ini,
Mudah-mudahan nama-nama hari hanya sebagai pengingat,
Bukan traumaku untuk memulai...

Eksistensi Cinta

Berharap pada egoisme...
Memuja...
Menangisi...
Meracuni akal sehat menjadi kisah terbusuk...
Diawal indah diakhir pisah...

Semua tentang perputaran...
Tak pandang benar atau salah...
Seakan indah bila sedang bersamanya...
Cinta...

Begitu sadar...
Dunia hanya satu...
Tapi manusia tak bisa "Satu",
Tak 'kan pernah bisa SATU!

Monday, April 5, 2010

April Lima Sadar...


Sebelum menulis,
Mimik wajahku "Tersenyum"...


Dimulai dengan "Penghormatan"...
Beretika didalam kehidupan,
Tua dan muda,
Yang muda menghormati yang tua untuk membuka jalan yang belum terlewati...

Mereka slalu bilang,
"Orang dulu" berarti orang yang ada sebelum kita...
Menjejaki kata ini seperti sedang mabuk tequila,
Tak ingin diterima namun seperti menusuk jantung bila tetap dilakukan!

Dari tulisan bisu...
Cara berpikirku,
Lagi-lagi mesti diperbaiki,
Tapi berkesannya aku selalu terbaca "Lebih bodoh",

Namun kepekaanku tak pernah disulitkan atas diriku,

Penghormatan diterima antara aku dan Tuhan...
Karna aku suatu saat "Dituakan",

Dunia lain...
Ini yang lain dari keintuisianku,
Selama ini gejolak muda menafsirkan segelas bir itu tidak cukup...
Yang haram terampuni saat tetap sadar menyebut namaNya!
Amin...

Aku belum dilupakan,
Tuhan...Terima Kasih!

Mimik wajahku tiba-tiba tak bernada,
Begitulah caraku...
Saat dimaklumi Tuhan untuk belajar kembali,
Saat diajarkan Berjalan dalam kegelapan namun berdiri diatas satu jari kaki...
Perjalanan panjang!

Semua diperlihatkan jelas...
Cepat atau lambat menurut waktu ini terjadi,
Terjadilah!


Mungkin butuh tahunan...
Tak mungkin butuh 1 detik,
Karna ternyata kita terbohongi nurani,naluri!

Lelahnya Terdiam Disepanjang Jalan itu...
Pikiran terbaca dengan "Satu Kedip" saja!

Sekitar dua tempat,
Aku tak lupa untuk tetap percaya diri,
Aku tak lelah bertanggungjawab atas diri ini,
Sesekalipun menyusahkan,
Aku tak lebih dari kata "Menyesatkan",


Tuhan Slalu Ada Lebih dekat dari Yang terbayangkan.....
Sungguh indah cerita ini yang terburuk adalah cuma saat kita tak rela pasir putih terseret ombak Tuhan!