Linimasa

Tuesday, September 1, 2015

Selamatkan yang Salah

Saat merasa hancur, aku harus ingat bahwa aku bukan satu-satunya orang di muka bumi ini yang merasakan patah hati itu menyiksa. 

Mereka di luar sana yang pernah berusaha menghidupkan kembali rasa-rasa mereka dengan segala cara untuk membuktikan ke dunia hari ini mereka bahagia.  

Aku tidak perlu membentuk dendam, mengumpulkan lebih banyak lagi airmata karena akhirnya aku terpaksa berpura-pura menerima demi kebaikan.

Pertanyaannya, apakah cinta itu benar? Cinta tidak akan menunjukkan adanya sebuah kebenaran. Hanya saja ia tumbuh di beberapa tubuh yang salah. Itu pun dipersalahkan.

Tuhan Maha Pengampun. Cinta membuatku berdosa padaNya. Sampai di titik paling mendidih aku akan menjerit dan berucap "selamatkan jiwaku, Tuhan".

No comments: