Linimasa

Saturday, August 22, 2015

Masih Disamping Kopi

Tidak ada kekhawatiran. Tanya-tanya yang manis hilang begitu saja. Aku kembali membakar sebatang rokok kekalahan. Beratnya patah hati. Tidak ingat apa yang sebenarnya harus dipikiran dengan apa yang seharusnya dilupakan. Sudahlah, ini aku dan kehancuran dalam senyum terindah.

No comments: