Linimasa

Saturday, August 22, 2015

Tragis Tak Membiru

Sore dengan segala rasanya. Aku terus berpikir tentang kita. Mungkin sudah tidak ada lagi rasa seperti dulu. Hatimu terpaksa harus terbagi. Aku diam dan menangis. 

Dan segelas kopi milo harusnya dingin ini kuminta panas sambil
bertemankan lagu sendu, "Tubuhmu Membiru Tragis". 

Angin yang paling bahagia sore ini karena ia berhasil menyelimuti kesedihanku. Aku bangga diri. Perlahan menjauh dari realitas. Aku menyesal pernah membebani. 

Tiba saatnya nanti, hari ini bukanlah hari kita. Kau berbagi penuh senyum, tawa, sedih bersamanya. Tragis.

No comments: