Linimasa

Wednesday, August 19, 2015

Waktu (Dipaksa) Tidak Sedih

Agak sulit melihat bagaimana jadi kamu sementara aku pun nyaris tidak berdaya lagi. Mungkin aku tidak perlu menuduh bahwa kali ini Tuhan tidak adil atau bersumpah atas semua kegelisahan hati. Entah apa yang perlu kusembunyikan darimu tentang rasa. Aku hanya bisa diam mengiyakan, mengangguk, dan mengubur segala cemburu seperti orang yang memang sudah tidak berperasaan. Ketika hati begitu sakit, dan airmata habis seperti tidak ada harapan tentang esok hari. Perasaan, silakan mati. Jangan sampai yang terbunuh itu semangatku. Waktu-waktu sedih.

No comments: