Linimasa

Thursday, April 30, 2015

Sumbang Senada

Cerita sudah terbagi. Dia datang mengukir senyuman di bibirmu. Semua di dunia ini hanya sementara termasuk aku. Hati yang tak mudah terganti perlu waktu bisa menerima tetesan airmata baru.

Setiap hari aku merasakan bagaimana tidak boleh takut, tidak perlu bersedih, atau tidak berpura-pura kuat, dan aku nyaris kehilangan cara untuk percaya lagi pada diri bahwa hidup akan terus "hidup" dengan keikhlasan.

Aku tidak akan pernah sempurna mengakui kebenaran yang teraniaya. Kemarin, besok, dimana hari masih berperan mencatat satu persatu luka, ketegangan, hati tetaplah tentang sabar dan usaha.

Semoga dia tidak kau anggap aku, aku bukanlah dia.

No comments: