Linimasa

Tuesday, April 21, 2015

Hati Berhati

Tiap sepi yang menyiksa pasti benci berada dalam kesunyian. Bukan bidadari yang terluka, atau soal pangeran pendendam. Bagaimana tentang pagi buta tanpa pesan? Tawa menggelitik hanya terdengar dalam redup. Meletup hingga ujungnya tidak lagi nampak. Sebuah persoalan hati, beban di hati, pergi dari hati, tidur dengan hati.

No comments: