Linimasa

Thursday, June 23, 2016

Warnamu


Pagi selalu mencuri perhatianku untuk tetap membuka mata. 

Sebenarnya perasaan yang kacau mencari titik tenang.

Tak kunjung berhenti gelisah menanti hari ke hari.

Sebagian diri ini kamu dan sebagiannya lagi tertinggal di balik selimut.

Akulah pengecut yang sangat tega untuk tetap berdiri, berbaring, dan bermimpi.

Suatu saat misalnya pagi tak lagi berwarna artinya aku hitamkan kamu.

No comments: