Linimasa

Saturday, June 18, 2016

Sebagai Kamu

Apakah bulan berwenang mengatur keadaan langit atau mereka hanya ingin tetap berdiri tegap meskipun matahari sangat menyengat?

Seakan keanehan tidak pernah ada. Bahwa keanehan hanya perhiasan semata yang dibiarkan aneh menempe di mata.

Mereka hanya tak ingin dikenali dengan kebahagiaan yang nyatanya menjadi luka rasa bersalah. Mereka tersimpan di balik selimut norma.

Kusebut waktu sebagai mata, kamu sebagai mulut, dan kuulang lagi. Menyebut mata sebagai waktu, mulut sebagai kamu.

No comments: