Linimasa

Tuesday, May 17, 2016

Sebatang Ancaman

Resah hati tak tertuju, siapa, dimana, apakah hati perlu arah tuju?

Dialog air dan angin mengeras di telinga. Lipatan kaki menguat berbekal angan.

Masih banyak batang yang tersisa. Harapan tengah kuhisap dalam-dalam.

Sesal, bathin beradu, tanpa ampun membayangkan baru.




No comments: