Linimasa

Wednesday, February 24, 2016

Kisah Hujan Si Malam

Malam, dia beruntung di malam sedingin ini bersama pendampingnya. Setidaknya dia tidak sendirian, kedinginan, dan harus menanam rindu di ujung ingatan. Tubuh yang mulai mengurus, sabarlah. Aku sedang mempertahankan perasaan. Perhatikan saja aku dari kejauhan. Lalu, mendekatlah ketika aku mulai goyah. Jangan sampai aku terjatuh untuk kedua kalinya di atas kasur yang sama.

No comments: