Linimasa

Tuesday, December 15, 2015

Selasa Pagi

Pagi sang pemberi harapan, dan mata yang sulit terpejam lagi. Berbatang rokok kembali kubakar. Sakit hati lama-lama juga sembuh, biar dewasa. Hari-hari indah tinggal disambut, mencoba untuk tetap tenang. Saat merasa kehilangan arah, aku sadar Tuhan tidak kemana-mana.

No comments: