Linimasa

Friday, December 18, 2015

Harapan Tersisa

Lama-lama aku lebih baik mundur. Seperti perlahan aku mendekatimu dulu. Entah perasaan apa yang begitu berat. 

Tentu waktu tidak akan pernah memihak padaku. Perjalanan ini masih panjang. Nafasku seakan tenang.

Padahal aku gelisah jarang bertemu. Aku ragu kau benar-benar rindu. Ketika waktu bersamanya lebih banyak nantinya.

No comments: