Linimasa

Sunday, July 26, 2015

Setidaknya, Ampun!

Terima kasih, mimpi. Kau pertemukan aku dengan orang-orang yang terpaksa tidak bisa kutemui saat ini. Aku sedih dibatasi sejak hari itu.

Mungkin mereka memandangku lebih dari ulah penjahat. Banyak yang kusimpan dan kutelan karena aku sadar tentang kekalahan. 

Pasti aku yang harus mengalah, mundur dengan salah, tersenyum karena mereka nanti bahagia.

Tuhan, katakan aku ini manusiaMu yang masih pantas mendapatkan kebahagiaan kecil nan berarti.

Dengan segala dosa aku tetap memohon ampun. 

No comments: