Linimasa

Sunday, July 26, 2015

Masa Sekali Cinta

Aku hanya bisa sedikit menyinggung lewat teks, selebihnya menikmati apa yang aku harus telan. 

Ini akan menjadi yang terakhir kalinya hatiku rela dirobek. Diam begitu menyiksa, sayang. Airmataku keluar dan berhenti seketika tanpa permisi. 

Mungkin waktu menginginkan aku terbiasa sendiri menimbang kekalahan. 

Aku berharap pertemuan berikutnya aku bisa berpura-pura lebih dewasa, tidak lagi menunjukkan kesal. 

Sakit ini tak terbayar. Tak terbayangkan! Kamu harus tau! Dan aku tidak mendendam! Hancur ini tak ternilai, sayang. Tapi aku serahkan pada yang memberi, tak lain adalah Tuhan. 

No comments: