Linimasa

Wednesday, July 22, 2015

Jurang Ikhlas

Setiap hari yang kita pikirkan adalah bagaimana cara untuk bisa bertahan merasakan bahagia. 

Kita juga mendapatkan banyak ancaman agar tetap bahagia di atas duri-duri yang kita pijak. 

Seakan-akan telapak kaki kita kuat. Padahal kedua telapak kaki kita dalam bahaya karena membeku kesakitan. 

Apa yang bisa kita lawan? Kenyataan memang pahit. Namun, kenyataan tidak pernah mendorong kita jatuh ke jurang. Justru kenyataan membuat kita tegap berdiri di tepian. 

Tuhan Maha Adil. Aku harus ikhlas.

No comments: