Linimasa

Sunday, June 14, 2015

Sewangi Kelam

Sendiri menunggu wangi sepi ini semakin menyala. Tidak ada jendela untuk keluar. Tidak ada kunci untuk membuka pintu yang terbuat dari besi. Hatiku sudah lama hilang disimpan. Kadang aku merasa bodoh. Kadang aku lelah. Padahal aku punya Tuhan, tapi aku masih mengelak kebenaran. Darimana airmata yang menetes di pipi? Aku benci semua perasaan. Mereka bilang begini ada untungnya, begitu ada baiknya. Namun, tidak ada satu pun yang tahu kemana jalan hendak dituju.

No comments: