Linimasa

Sunday, March 15, 2015

Dua Puluh Lima Ribu

Aku menghapus airmataku sendiri, dan tersenyum. Sebuah hari tidak menyuruhku mundur dari kekalahan. Rasa pedih mungkin sulit terhapuskan. Namun, pengorbanan adalah kemenangan diri. 

Waktu tidak membohongiku. Hanya saja aku yang membuatnya sia-sia. Keterlambatan telah tiba dalam pelukan. Andai saja aku tidak memilih. Tidur malam ini mungkin sisa gelisah.

No comments: