Linimasa

Saturday, December 27, 2014

Dibenci dan Dibenci

Aku tak bisa melawan benci. Aku bertahan diam dengan tanya sendiri dan tetap melakukan yang terbaik. 

Aku sadar akan diri. Khayalan memang tak kenal batas namun punya pilihan untuk lanjut atau disudahi. 

Aku tak mau menyalahkan hati, kekalahan, serta begitu indahnya kenyataan ini. 

Biar harum yang menyebar tanpa harus dipuji, kemudian kau melipat kenangan dengan wangi suatu hari nanti. 

No comments: