Linimasa

Friday, November 21, 2014

Sukacita Tertuju ke Depan

Segera tiba di penghujung tahun. Teringat 3 tahun yang lalu saat aku berada di bulan pengenalan. Kini aku kembali menjalani rutinitas dan tak lagi kebingungan seperti bulan-bulan kemarin seakan terpuruk tanpa pekerjaan. Alhamdulillah, seorang laki-laki membantuku masuk ke rumah yang baru sebut saja Linikini.

Di setiap perjalanan menuju kantor dan pulang ke rumah aku selalu memutar kembali hari-hari yang pernah kulalui dari atas sepeda motor berwarna hitam-kuning. Kehidupan hanya sebentar, namun aku tak pernah siap MATI. Sujud berjuta kali membuat aku tetap bersalah, iya manusia.

Garis menentukan arah, namun takdir bukan penyebab keterpurukan. Aku harus berani menyambut tahun baru dunia yang fana ini dengan ikatan tali hitam di kepala bertuliskan "Jiwaku Lemah". Terima segala maksud, cara, sukacita, pergilah kegelisahan. 


No comments: