Linimasa

Wednesday, November 26, 2014

Kubur Rasa

Mengubur semua rasa yang patah lantaran bentuknya tak lagi utuh. Seperti kaca yang pecah tak dapat tersambung dan bisa digunakan untuk menatap diri. Tak ada yang mungkin benar, tak ada yang tak mungkin dalam salah. Keadaan tak sehancur itu. Suasana malam tak selalu sepi dengan gelap tanpa bunyi. Kita yang berakal mengucap syukur lewat nafas teratur. Abadikan ritmenya di tembok putih yang lugu. Saling diam karena masa lalu.

No comments: