Linimasa

Sunday, September 28, 2014

Rutinitas Kopi Malam

Tengah malam dengan segelas kopi hanya sekadar memeluk lelah sehari kemarin. Dewasanya hari menunjukkan banyak jalan untuk bangkit dari kalah. Siapapun bisa mengaku kecewa, terluka, ketika terlalu percaya diri, padahal sendirian, bukan keputusan berdua. Laki-laki, perempuan, atau lebih tepatnya manusia yang diberi nafas oleh Tuhan jalan menggunakan kaki-kakinya. Itu yang kita pasti tahu, namun bukan berarti kita bisa mendapat pertolongan semudah apa yang kita tahu, rasa sakit memijak duri, dan harus tetap berjalan. 

No comments: