Linimasa

Monday, September 8, 2014

Maaf untuk Kesekian Kali (Teduhlah)

Kita percaya bahwa airmata adalah kekuatan untuk mengenal diri. 
Kebohongan bukan jalan buntu agar hati tetap utuh. 
Perdebatan membuat kita sangat kecewa bahkan nyaris putus asa. 
Kau menjelaskan banyak waktu yang akan berjalan tanpa mata, hati, dan telinga.
Kau simpan aku untuk kisah terbaik, demi aku kau rela tersiksa.
Kita percaya janji yang kita buat, kita sadar kita saling menyayangi.   

No comments: