Linimasa

Friday, September 19, 2014

Jumat Nostalgia Malam

Terngiang 201, kita sempurna, rindu. Sebungkus kopi terakhir dan aku tak ingin memikirkan soal rencanamu. 

Berita baik mereka bukan sepenuhnya milikku. 

Malam yang indah berlalu. Suka, cita, rasa, airmata hangat dalam pelukan. Harusnya tak ada keraguan.

Semoga aku luluh dengan bujukanmu.

Tuhan, aku memang banyak dosa. Jangan ceraikan aku dengan bahagiaku. Sedetik saja, biarlah aku bertahan.

No comments: