Linimasa

Tuesday, January 22, 2013

Satu Banding Satu di Ruang Yang Kosong

Pagi buta selalu mengiris lamunan keras hati. Menari-nari tanpa sebab asalkan berbunyi. Sejak hari Sabtu mataku tak bersuara, mulutku tak melihat apapun. Ketika sapa hangatmu lebih berarti dari sesiapapun. Haruskah aku telanjang di atas mawar berduri? Berdua denganmu adalah keindahan. Mungkinkah aku menutup tubuh yang dingin ini dengan nurani? Sendiri begitu menyiksa hati. Di permadani semua bermain dengan hasrat termasuk kenangan.

No comments: