Linimasa

Friday, December 14, 2012

Wanita Lagi

Aku mengenal sebuah tangis, yang mengaung dalam pernyataan: derita di bathin seorang wanita. Lalu, aku hanya tak pernah tenang ketika membayangkan, jika itu terjadi (lagi) bagi hidupku, (mungkin) anak perempuanku di masa mendatang. Kemudian, kuketahui bahwa perjalanan setiap individu adalah berbeda, juga rasa. Tak satupun hal yang sama dapat dijadikan genggaman erat kecuali sedang mabuk cinta. Bagaimana tentang wanita? Kamu bisa menjawab, wanita itu cuma belanja, uang, dandan, airmata. Dan jika akal sehatmu kosong, sebaliknya wanita tak pernah mendapatkan segalanya. Tangis hendak berlalu, jauh dari keheningan malam pekat. Kopi-kopi di gelas yang tak habis untuk berpikir sewanita apa dunia ini, harus berdandan secantik apa kamu? Bila tak satu pun memandangnya dengan cara wanita.

No comments: